Lewati ke konten utama
Jokify

› Tutorial Olah Data

Cara Menghitung Ukuran Sampel: Rumus Slovin, Cochran, Krejcie-Morgan

Tim Statistician Jokify · Terbit 27 September 2026

Cara Menghitung Ukuran Sampel: Rumus Slovin, Cochran, Krejcie-Morgan

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul ketika mahasiswa mulai menyusun bab metodologi adalah: "Berapa jumlah sampel yang harus saya ambil?" Pertanyaan ini penting karena ukuran sampel yang terlalu kecil dapat membuat penelitian tidak representatif dan tidak mampu mendeteksi efek yang sebenarnya ada, sementara sampel yang terlalu besar memboroskan waktu, tenaga, dan sumber daya. Artikel ini membahas tiga rumus paling umum digunakan dalam penelitian skripsi di Indonesia, lengkap dengan contoh perhitungan, panduan memilih rumus yang tepat, dan pertimbangan tambahan berdasarkan metode analisis yang digunakan.

Konsep Dasar: Populasi, Sampel, dan Representativitas

Sebelum memilih rumus, pahami dua konsep kunci:

  • Populasi adalah seluruh unit yang menjadi subjek penelitian — misalnya seluruh karyawan tetap PT X, seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Y, atau seluruh UMKM di Kota Z.
  • Sampel adalah subset dari populasi yang dipilih secara representatif untuk diteliti.

Representativitas berarti karakteristik sampel mencerminkan karakteristik populasi dengan cukup akurat. Inilah tujuan utama penentuan ukuran sampel yang tepat — bukan sekadar mendapatkan angka yang besar, melainkan angka yang mencukupi untuk menggeneralisasi temuan ke populasi.

Tiga parameter utama yang menentukan ukuran sampel:

  1. Margin of error (e): Seberapa besar kesalahan estimasi yang dapat ditoleransi (biasanya 5% atau 10%)
  2. Tingkat kepercayaan: Seberapa yakin kita bahwa parameter populasi berada dalam interval estimasi (biasanya 95%)
  3. Variabilitas populasi: Seberapa beragam nilai dalam populasi (semakin beragam, semakin banyak sampel yang dibutuhkan)

Rumus 1: Slovin

Rumus Slovin adalah yang paling sering digunakan dalam penelitian skripsi Indonesia karena kesederhanaan dan kemudahan penerapannya. Rumus ini dikembangkan oleh Slovin (1960) dan cocok untuk penelitian survei dengan populasi yang sudah diketahui.

Formula

n = N / (1 + N·e²)

Di mana:

  • n = ukuran sampel yang dibutuhkan
  • N = ukuran populasi
  • e = toleransi kesalahan (margin of error), biasanya 0,05 (5%) atau 0,10 (10%)

Contoh Perhitungan Lengkap

Skenario: Mahasiswa meneliti kepuasan mahasiswa terhadap layanan perpustakaan. Populasi adalah seluruh mahasiswa aktif suatu universitas, berjumlah 850 mahasiswa. Tingkat kesalahan yang ditoleransi: 5%.

Langkah 1: Identifikasi komponen rumus

  • N = 850
  • e = 0,05 (5%)
  • e² = 0,0025

Langkah 2: Hitung penyebut

  • N × e² = 850 × 0,0025 = 2,125
  • 1 + N × e² = 1 + 2,125 = 3,125

Langkah 3: Bagi

  • n = 850 / 3,125 = 272 responden

Langkah 4: Tambahkan buffer 10%

  • n final = 272 × 1,10 = 299 ≈ 300 responden

Buffer 10% mengantisipasi kuesioner yang tidak lengkap, responden yang tidak kooperatif, atau data yang perlu dikeluarkan dari analisis.

Tabel Ukuran Sampel Slovin untuk Berbagai Populasi dan Margin of Error

Populasi (N)e = 10%e = 5%e = 1%
100508099
25071152244
50083222476
1.00091286909
2.000953331.667
5.000983704.167
10.000993855.000

Perhatikan bahwa semakin besar populasi, pertambahan ukuran sampel semakin kecil — ini merupakan properti statistik yang disebut diminishing returns of sample size.

Kapan Menggunakan Slovin

  • Populasi diketahui secara pasti (finite population)
  • Penelitian survei umum dengan tingkat kepercayaan 95%
  • Tidak ada informasi sebelumnya tentang proporsi karakteristik populasi
  • Dibutuhkan perhitungan cepat yang mudah dipertanggungjawabkan

Catatan kritis: Rumus Slovin sering dikritik karena tidak secara eksplisit memperhitungkan variabilitas populasi (proporsi p). Rumus ini secara implisit mengasumsikan p = 0,5 dan α = 0,05. Untuk penelitian yang memerlukan presisi lebih tinggi, pertimbangkan rumus Cochran.


Rumus 2: Cochran

Rumus Cochran lebih tepat secara statistik karena secara eksplisit memperhitungkan variabilitas populasi melalui proporsi p. Rumus ini sangat tepat ketika variabel utama penelitian bersifat kategorikal (ya/tidak, puas/tidak puas, dll.).

Formula

n₀ = Z² · p · q / e²

Di mana:

  • n₀ = ukuran sampel awal (sebelum koreksi)
  • Z = nilai Z sesuai tingkat kepercayaan
  • p = proporsi yang diharapkan
  • q = 1 − p
  • e = margin of error

Nilai Z untuk Tingkat Kepercayaan Umum

Tingkat KepercayaanNilai Z
90%1,645
95%1,960
99%2,576

Cara Menentukan Nilai p

  • Jika terdapat data penelitian terdahulu atau pilot study: gunakan proporsi yang ditemukan di sana.
  • Jika tidak ada informasi prior: gunakan p = 0,5 — ini memaksimalkan ukuran sampel (p × q = 0,25 mencapai nilai tertingginya saat p = 0,5) dan menghasilkan estimasi yang paling konservatif.

Contoh Perhitungan Lengkap

Skenario A — Populasi tidak diketahui: Peneliti ingin mengetahui proporsi UMKM di sebuah kota yang sudah mengadopsi sistem pembukuan digital. Populasi tidak diketahui pasti (diperkirakan sangat besar). Tingkat kepercayaan 95%, margin of error 5%, p = 0,5 (tidak ada prior).

Perhitungan:

n₀ = (1,96)² × 0,5 × 0,5 / (0,05)²
n₀ = 3,8416 × 0,25 / 0,0025
n₀ = 0,9604 / 0,0025
n₀ = 384 responden

Angka 384 ini adalah jumlah sampel minimum untuk penelitian survei dengan populasi tidak terbatas, tingkat kepercayaan 95%, dan margin of error 5% — sebuah angka acuan yang sering muncul dalam penelitian sosial.

Skenario B — Populasi diketahui, terapkan koreksi: Misalkan populasi UMKM di kota tersebut kemudian diketahui berjumlah N = 1.200 unit, dan n₀ = 384 > 5% dari 1.200 (5% × 1.200 = 60), maka koreksi diperlukan:

n = n₀ / (1 + (n₀ − 1) / N)

n = 384 / (1 + (384 - 1) / 1.200)
n = 384 / (1 + 383 / 1.200)
n = 384 / (1 + 0,319)
n = 384 / 1,319
n = 291 responden

Koreksi populasi terbatas secara konsisten menghasilkan ukuran sampel yang lebih kecil dari n₀ — semakin kecil populasi relatif terhadap n₀, semakin besar penurunannya.

Skenario C — Menggunakan prior p = 0,3: Jika peneliti memiliki informasi bahwa sekitar 30% UMKM sudah mengadopsi pembukuan digital (dari studi terdahulu):

n₀ = (1,96)² × 0,3 × 0,7 / (0,05)²
n₀ = 3,8416 × 0,21 / 0,0025
n₀ = 0,8067 / 0,0025
n₀ = 323 responden

Menggunakan p = 0,3 (bukan 0,5) menghasilkan sampel yang lebih kecil — karena variabilitas populasi lebih rendah dari asumsi maksimum.


Rumus 3: Krejcie dan Morgan (1970)

Krejcie dan Morgan tidak memberikan satu rumus tunggal, melainkan tabel acuan yang telah dihitung untuk berbagai ukuran populasi. Tabel ini sangat praktis karena peneliti cukup melihat baris yang sesuai dengan ukuran populasinya.

Tabel dibangun berdasarkan asumsi: tingkat kepercayaan 95%, margin of error 5%, p = 0,5. Dalam banyak hal, tabel Krejcie-Morgan menghasilkan nilai yang sangat mirip dengan rumus Cochran dengan koreksi populasi terbatas.

Tabel Krejcie-Morgan Lengkap

Populasi (N)Sampel (n)Populasi (N)Sampel (n)Populasi (N)Sampel (n)
10102201401.200291
15142301441.300297
20192401481.400302
25242501521.500306
30282601551.600310
35322701591.700313
40362801621.800317
45402901651.900320
50443001692.000322
60523501812.200327
70594001962.400331
80664502072.600335
90735002172.800338
100806002343.000341
120927002483.500346
1401038002604.000351
1601139002694.500354
1801181.0002785.000357
2001321.10028510.000370
210136> 100.000384

Cara menggunakan: Temukan baris yang nilainya paling mendekati ukuran populasi Anda, baca angka di kolom Sampel (n). Untuk populasi di antara dua baris, ambil nilai yang lebih besar (lebih konservatif).


Perbandingan Ketiga Rumus

KriteriaSlovinCochranKrejcie-Morgan
Populasi harus diketahuiYaTidak harusYa
Memperhitungkan variabilitas pTidak (asumsi p=0,5 implisit)Ya, secara eksplisitYa (tabel sudah memperhitungkan)
Kemudahan penerapanSangat mudah (formula)Sedang (perlu hitung manual)Sangat mudah (lihat tabel)
Fleksibilitas margin of errorYa, dapat diubahYa, dapat diubahTidak (tabel untuk e=5% saja)
Cocok untuk data kategorikalKurang tepatSangat tepatTepat
Cocok untuk data kontinuYaBisa (dengan p=0,5)Ya
Koreksi populasi terbatasTidak adaTersedia (rumus terpisah)Sudah termasuk

Panduan Memilih Rumus

Gunakan diagram berikut sebagai panduan:

  1. Apakah populasi diketahui?

    • Ya → Slovin atau Krejcie-Morgan
    • Tidak → Cochran (tanpa koreksi)
  2. Apakah variabel utama kategorik (proporsi)?

    • Ya → Cochran (paling akurat)
    • Tidak → Slovin atau Krejcie-Morgan
  3. Apakah dibutuhkan margin of error selain 5%?

    • Ya → Slovin atau Cochran
    • Tidak → Krejcie-Morgan (paling praktis)
  4. Apakah ada data prior tentang proporsi p?

    • Ya → Cochran (manfaatkan informasi ini untuk sampel yang lebih efisien)
    • Tidak → Semua rumus dapat digunakan dengan p=0,5

Pertimbangan Tambahan Berdasarkan Metode Analisis

Ukuran sampel minimum berbeda-beda tergantung teknik analisis yang digunakan. Jangan hanya mengandalkan rumus Slovin/Cochran/Krejcie-Morgan jika analisis Anda memiliki persyaratan khusus:

Metode AnalisisPedoman Ukuran Sampel Minimum
Statistik deskriptif≥ 30 (Central Limit Theorem)
Uji t dua kelompok≥ 15–20 per kelompok
ANOVA (3+ kelompok)≥ 20–30 per kelompok
Regresi linier berganda≥ 10–20 observasi per variabel prediktor
Analisis faktor (EFA)≥ 5–10 observasi per item, minimal 100
SEM dengan AMOS≥ 200 responden (idealnya)
PLS-SEM dengan SmartPLS≥ 100 responden (lebih fleksibel)
Regresi logistik≥ 10 kejadian per variabel prediktor

Contoh Aplikasi Bertingkat

Kasus: Mahasiswa meneliti pengaruh kompensasi (X₁), motivasi (X₂), dan lingkungan kerja (X₃) terhadap kinerja karyawan (Y) menggunakan regresi linier berganda. Populasi = 400 karyawan.

Langkah 1 — Hitung dengan Slovin (e=5%):

n = 400 / (1 + 400 × 0,0025) = 400 / 2 = 200 responden

Langkah 2 — Cek persyaratan regresi linier berganda: 3 variabel prediktor × 10–20 observasi = 30–60 minimum (jauh di bawah 200 — aman).

Langkah 3 — Bandingkan dengan Krejcie-Morgan: Untuk N = 400, n = 196 (hampir identik dengan hasil Slovin → konsisten).

Langkah 4 — Tambahkan buffer 10%: n final = 200 × 1,10 = 220 responden


Teknik Sampling: Memilih Siapa yang Menjadi Sampel

Menentukan jumlah sampel barulah setengah dari pekerjaan. Anda juga harus menentukan cara memilih sampel dari populasi — ini disebut teknik sampling, dan pilihan yang berbeda berdampak pada representativitas.

TeknikDeskripsiCocok Untuk
Simple random samplingSetiap anggota populasi dipilih secara acak dengan probabilitas samaPopulasi homogen, daftar populasi tersedia
Stratified random samplingPopulasi dibagi menjadi strata, sampel diambil dari setiap strataPopulasi heterogen dengan karakteristik subkelompok yang ingin dipertahankan
Cluster samplingKelompok (cluster) dipilih secara acak, semua anggota kelompok terpilih ditelitiPopulasi tersebar geografis, tidak ada daftar populasi lengkap
Systematic samplingSetiap anggota ke-k dipilih dari daftar (k = N/n)Ada daftar populasi yang terurut
Purposive samplingSampel dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu yang relevanPenelitian kualitatif, kelompok populasi khusus yang sulit dijangkau
Quota samplingTentukan kuota per subkelompok, isi hingga kuota terpenuhiPopulasi heterogen, tidak ada daftar populasi

Perhatian: Untuk penelitian kuantitatif dengan inferensi statistik ke populasi, gunakan teknik probabilistik (simple random, stratified, cluster, systematic). Purposive dan quota sampling bersifat non-probabilistik dan membatasi kemampuan generalisasi.


Cara Melaporkan di Bab 3 Skripsi

Penulisan di bab metodologi harus mencakup: (1) rumus yang digunakan beserta sumbernya, (2) nilai parameter yang dimasukkan, (3) hasil perhitungan, dan (4) jumlah sampel final yang ditetapkan.

Template Pelaporan Slovin

"Penentuan ukuran sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin (Slovin, 1960). Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan tetap PT Maju Bersama yang berjumlah 400 orang. Dengan menggunakan tingkat toleransi kesalahan sebesar 5%, diperoleh ukuran sampel sebesar: n = 400 / (1 + 400 × 0,05²) = 200 responden. Untuk mengantisipasi kemungkinan data yang tidak valid, peneliti menetapkan jumlah sampel sebesar 220 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling — setiap karyawan memiliki peluang yang sama untuk terpilih sebagai responden."

Template Pelaporan Cochran

"Penentuan ukuran sampel menggunakan rumus Cochran (1977) karena populasi UMKM di Kota Bandung tidak diketahui secara pasti. Dengan tingkat kepercayaan 95% (Z = 1,96), proporsi yang diharapkan p = 0,5 (maksimalisasi sampel), dan margin of error e = 5%, diperoleh ukuran sampel minimal: n₀ = (1,96² × 0,5 × 0,5) / 0,05² = 384 responden. Untuk mengantisipasi data yang tidak dapat digunakan, ditetapkan jumlah sampel sebesar 420 responden."


Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

1. Menggunakan rumus tanpa menyebutkan sumber. Rumus Slovin, Cochran, dan Krejcie-Morgan adalah karya ilmiah yang harus dicantumkan referensinya. Tulis: "(Slovin, 1960)", "(Cochran, 1977)", atau "(Krejcie & Morgan, 1970)".

2. Memasukkan margin of error yang tidak konsisten. Jika menggunakan e = 5% dalam perhitungan, pastikan seluruh analisis menggunakan α = 0,05. Jangan menghitung sampel dengan e = 10% kemudian melakukan pengujian hipotesis pada α = 0,05.

3. Tidak menambahkan buffer untuk antisipasi drop-out. Dalam penelitian survei, selalu ada kemungkinan responden tidak mengisi kuesioner dengan lengkap, menolak berpartisipasi, atau datanya perlu dikeluarkan. Tambahkan 10–20% dari ukuran sampel minimal.

4. Mengabaikan persyaratan ukuran sampel teknik analisis. Rumus Slovin memberikan ukuran sampel yang cukup untuk survei umum, tetapi mungkin tidak memenuhi persyaratan minimum untuk teknik analisis tertentu (misalnya SEM yang memerlukan ≥ 200). Selalu cek persyaratan metode analisis Anda secara terpisah.

5. Salah mengidentifikasi populasi. Populasi harus didefinisikan secara jelas dan spesifik: bukan "karyawan di Indonesia" (terlalu luas), melainkan "karyawan tetap bagian produksi PT X per 1 Januari 2026". Definisi populasi yang kabur membuat ukuran N tidak akurat dan teknik sampling tidak dapat diterapkan dengan benar.

6. Menggunakan Krejcie-Morgan untuk margin of error bukan 5%. Tabel Krejcie-Morgan hanya valid untuk e = 5% dan tingkat kepercayaan 95%. Jangan menggunakan tabel ini jika penelitian Anda menggunakan parameter berbeda — gunakan Slovin atau Cochran yang dapat dihitung secara fleksibel.

7. Tidak menyatakan teknik sampling dengan jelas. Ukuran sampel yang sudah dihitung tidak bermakna jika cara pemilihannya tidak jelas. Sebutkan teknik sampling secara eksplisit dan jelaskan prosedurnya agar penelitian dapat direplikasi.


Penutup

Menentukan ukuran sampel yang tepat adalah keputusan metodologis yang memerlukan pertimbangan multi-faktor: ukuran populasi, tingkat presisi yang dibutuhkan, jenis data, metode analisis, dan sumber daya yang tersedia. Ketiga rumus — Slovin, Cochran, dan Krejcie-Morgan — masing-masing memiliki kekuatan dan keterbatasannya; tidak ada yang secara universal "paling benar". Yang terpenting adalah memilih rumus yang sesuai dengan konteks penelitian dan menerapkannya dengan konsisten. Jika Anda membutuhkan panduan dalam menyusun bab metodologi secara menyeluruh — termasuk desain penelitian, teknik sampling, dan rencana analisis data — layanan bimbingan bab 3 dari Jokify dapat membantu Anda merancang metodologi yang solid, sistematis, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

› terima konsultasi 24/7

Saatnya lulus tepat waktu.

Chat WhatsApp untuk konsultasi gratis. Kasih info: jurusan + kampus + bab/topik tugas. Kami balas estimasi harga & timeline dalam <24 jam.