Lewati ke konten utama
Jokify

› Panduan Tugas Akhir

Kerangka Teori Skripsi di Bab 2: Pengertian, Cara Menyusun, dan Contohnya

Tim Editor Metodologi Jokify · Terbit · Diperbarui

Kerangka Teori Skripsi di Bab 2: Pengertian, Cara Menyusun, dan Contohnya

Kerangka teori adalah susunan teori, konsep, dan proposisi dari literatur yang Anda pilih untuk menjelaskan mengapa variabel-variabel penelitian saling berhubungan. Dasarnya adalah pengertian teori menurut Kerlinger (1973): seperangkat konstruk, definisi, dan proposisi yang saling berkaitan, yang memberi pandangan sistematis tentang suatu fenomena dengan merinci hubungan antarvariabel untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena itu. Jadi, kerangka teori yang kuat menjawab "mengapa X memengaruhi Y?", bukan sekadar "apa definisi X menurut para ahli". Panduan ini menunjukkan cara memilih teori, menjenjangkannya, menyusun matriks penelitian terdahulu, dan membuat versi skripsi kesehatan.

Langkah Singkat Menyusun Kerangka Teori

  1. Tuliskan hubungan antarvariabel yang harus dijelaskan, langsung dari rumusan masalah Anda.
  2. Cari teori yang menjelaskan mekanisme setiap hubungan, bukan hanya definisi variabel, di buku teks dan artikel jurnal bereputasi.
  3. Jenjangkan teori dari yang paling umum ke yang paling dekat dengan variabel (grand, middle-range, dan applied theory) bila pedoman kampus memintanya.
  4. Uraikan setiap variabel: definisi konseptual, dimensi teoretis, dan teori yang menjelaskan perannya.
  5. Petakan penelitian terdahulu dalam matriks untuk menemukan pola, hasil yang bertentangan, dan celah.
  6. Sintesiskan semuanya menjadi argumen per hubungan yang mengalir ke kerangka berpikir dan hipotesis.
  7. Cocokkan dimensi di Bab 2 dengan indikator instrumen yang akan Anda tulis di Bab 3.

Pengertian Kerangka Teori dan Posisinya di Bab 2

Dalam literatur berbahasa Inggris, kerangka teori disebut theoretical framework. Isinya tiga lapis: teori utama yang menjelaskan hubungan antarvariabel, definisi konseptual setiap variabel beserta dimensinya, dan proposisi, yaitu pernyataan tentang hubungan yang kelak diuji. Nama babnya berbeda antarkampus (Tinjauan Pustaka, Kajian Teori, atau Landasan Teori), tetapi fungsinya sama:

  • menjelaskan mekanisme hubungan antarvariabel sehingga hipotesis punya dasar;
  • menempatkan penelitian Anda di antara penelitian sejenis;
  • menentukan dimensi variabel yang nanti diturunkan menjadi indikator. Definisi operasional dan kisi-kisi instrumennya lazim ditulis di Bab 3, sebagaimana diuraikan dalam panduan metodologi penelitian Bab 3.

Kerangka teori juga berbeda dari kajian pustaka, walaupun keduanya biasanya berada dalam satu bab:

AspekKajian pustaka (literature review)Kerangka teori
Pertanyaan yang dijawabApa yang sudah ditemukan peneliti lain?Mengapa variabel-variabel ini berhubungan?
Bahan utamaArtikel jurnal empiris, laporan penelitianBuku teks dan artikel yang memuat teori
Hasil akhirPeta temuan dan celah penelitianPenjelasan mekanisme dan dasar hipotesis

Kerangka teori adalah bahan baku. Model penelitian yang Anda sintesis darinya disebut kerangka berpikir (di sebagian kampus: kerangka konseptual atau kerangka pemikiran); tabel pembeda ketiganya ada di panduan cara membuat kerangka berpikir.

Grand Theory, Middle-Range Theory, dan Applied Theory

Sejumlah pedoman kampus di Indonesia, misalnya di ilmu hukum dan manajemen, meminta mahasiswa menjenjangkan teori menjadi tiga tingkat. Istilahnya berasal dari sosiologi: C. Wright Mills (1959) memakai sebutan grand theory untuk mengkritik teori yang sangat abstrak, sedangkan Robert K. Merton (1968) mengusulkan teori jangkauan menengah (theories of the middle range) sebagai jembatan antara teori abstrak dan penelitian empiris. Istilah applied theory lebih banyak hidup dalam praktik penulisan di Indonesia.

Pembedanya adalah tingkat abstraksi. Teori besar hampir lepas dari ikatan ruang dan waktu, sedangkan teori aplikatif paling empiris dan paling dekat dengan konsep yang dapat diukur; jenjang yang Anda perlukan bergantung pada kedalaman rumusan masalah (Shidarta, 2016).

JenjangCiriContoh: niat mahasiswa memakai dompet digital
Grand theoryPaling abstrak, berlaku untuk banyak jenis perilakuTheory of Reasoned Action: perilaku ditentukan oleh niat, dan niat dibentuk oleh sikap serta norma subjektif (Fishbein & Ajzen, 1975)
Middle-range theoryMenjelaskan satu kelas fenomenaTechnology Acceptance Model (TAM): persepsi kemanfaatan dan persepsi kemudahan penggunaan menentukan penerimaan teknologi (Davis, 1989)
Applied theoryKonsep yang siap dioperasionalkan dalam konteks AndaDefinisi dan dimensi kedua persepsi itu, disesuaikan dengan transaksi harian mahasiswa, lalu diturunkan menjadi indikator di Bab 3

Sebagian pedoman menjenjangkan bidang ilmu, misalnya manajemen → manajemen sumber daya manusia → kinerja karyawan. Pola itu lazim, tetapi argumen Anda lebih kuat bila setiap jenjang benar-benar berisi teori, yakni proposisi yang menjelaskan hubungan, bukan sekadar nama bidang. Jika kampus Anda tidak mensyaratkan tiga jenjang, cukup tunjukkan teori utama yang menjelaskan setiap hubungan.

Cara Memilih Teori yang Tepat

Saring setiap kandidat teori dengan enam pertanyaan berikut:

  1. Apakah teori itu menjelaskan mekanismenya? Uji dengan melengkapi kalimat "X memengaruhi Y karena …" memakai proposisi teori tersebut. Deretan definisi "menurut para ahli" bukan teori.
  2. Apakah teori itu dipakai luas di bidang Anda? Periksa buku teks utama dan jurnal bereputasi di bidang tersebut.
  3. Apakah teori itu dapat dioperasionalkan? Teori dengan dimensi yang jelas memudahkan penyusunan instrumen.
  4. Apakah konteksnya cocok? UTAUT, misalnya, disusun dan diuji di lingkungan organisasi (Venkatesh et al., 2003), lalu diperluas untuk konsumen menjadi UTAUT2 dengan tambahan motivasi hedonis, nilai harga, dan kebiasaan (Venkatesh et al., 2012). Untuk aplikasi konsumen, versi kedua lebih relevan.
  5. Apakah cukup hemat? Satu teori utama per hubungan biasanya lebih kuat daripada lima teori yang hanya disebut sepintas. Tambahkan teori pendukung hanya bila ia menjelaskan hubungan yang lain.
  6. Bila teorinya klasik, apakah masih dipakai? Teori lama tetap sah. Rujuk karya aslinya, lalu tunjukkan penerapannya dalam penelitian yang lebih baru.

Contoh Kerangka Teori: Niat Memakai Dompet Digital

Contoh ini memakai rumusan masalah ilustratif: "Apakah persepsi kemanfaatan dan persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh terhadap niat mahasiswa memakai dompet digital?" Jenjang teorinya sudah tampak pada tabel di bagian sebelumnya.

Uraian per Variabel

Untuk setiap variabel, tulis tiga hal: definisi konseptual dari sumber asli, dimensi teoretisnya, dan perannya dalam teori utama. Davis (1989) mendefinisikan persepsi kemanfaatan sebagai sejauh mana seseorang yakin bahwa memakai suatu sistem akan meningkatkan kinerjanya, dan persepsi kemudahan penggunaan sebagai sejauh mana seseorang yakin bahwa memakai sistem itu tidak memerlukan banyak usaha. Karena definisi aslinya berlatar pekerjaan, jelaskan penyesuaian Anda untuk konteks transaksi harian mahasiswa.

Paragraf Hubungan Antarvariabel

Menurut Technology Acceptance Model, seseorang cenderung menerima teknologi yang ia yakini bermanfaat dan mudah dipakai (Davis, 1989). Dalam konteks konsumen, harapan akan manfaat juga menjadi penentu niat menggunakan teknologi (Venkatesh et al., 2012). Karena itu, mahasiswa yang merasa dompet digital mempercepat pembayaran sehari-hari diduga memiliki niat lebih kuat untuk terus memakainya.

Tulis paragraf seperti ini untuk setiap hubungan, lalu akhiri dengan dugaan arah hubungan yang menjadi bahan hipotesis penelitian. Contoh di atas perlu disesuaikan dengan penelitian Anda; jangan disalin mentah.

Matriks Penelitian Terdahulu

Matriks membantu Anda membaca penelitian terdahulu secara bersamaan, bukan satu per satu. Lima kolom berikut cukup untuk sebagian besar skripsi. Tiga baris pertama berisi penelitian sungguhan dalam garis TAM; baris terakhir adalah ilustrasi posisi penelitian Anda.

Peneliti (tahun)Konteks dan sampelVariabel dan metodeTemuan utamaRelevansi atau celah
Davis (1989)152 pengguna, empat program aplikasi, dua studiPersepsi kemanfaatan dan kemudahan → penggunaan; korelasi dan regresiKemanfaatan berkorelasi lebih kuat daripada kemudahan, baik dengan penggunaan saat ini (r = 0,63 vs 0,45) maupun dengan prediksi penggunaan (r = 0,85 vs 0,59); kemudahan mungkin anteseden kemanfaatanSumber teori utama; konteks kerja, bukan konsumen
Venkatesh et al. (2003)Empat organisasi selama enam bulan, divalidasi di dua organisasi lainDelapan model penerimaan dibandingkan, lalu disatukan menjadi UTAUTDelapan model menjelaskan 17–53% varians niat; UTAUT mencapai 69% (adjusted R²) dan 70% saat validasiModel terpadu; konteks organisasi
Venkatesh et al. (2012)1.512 konsumen internet seluler, survei daring dua tahapUTAUT2: UTAUT ditambah motivasi hedonis, nilai harga, dan kebiasaanVarians niat yang dijelaskan naik dari 56% menjadi 74%, varians penggunaan dari 40% menjadi 52%Konteks konsumen, paling dekat dengan dompet digital
Penelitian ini (ilustrasi)Mahasiswa pengguna dompet digital di satu kotaKemanfaatan dan kemudahan → niat; regresi linier bergandaBelum adaMenguji TAM pada pembayaran digital mahasiswa

Isi matriks dengan penelitian yang paling dekat dengan variabel dan konteks Anda; jumlah minimal dan batas tahun terbitnya mengikuti pedoman kampus. Setelah tabel terisi, tulis sintesis per hubungan: kelompokkan temuan yang searah, soroti yang bertentangan, lalu nyatakan posisi penelitian Anda.

Sebagian besar penelitian menemukan bahwa [variabel X] berpengaruh positif terhadap [variabel Y] (Peneliti A, tahun; Peneliti B, tahun), tetapi [Peneliti C (tahun)] tidak menemukan pengaruh tersebut pada [konteks]. Perbedaan ini diduga berkaitan dengan [perbedaan konteks, sampel, atau alat ukur]. Penelitian ini menguji kembali hubungan tersebut pada [konteks penelitian Anda].

Sesuaikan templat ini dengan penelitian Anda; jangan disalin mentah. Simpan matriksnya, karena Anda akan memakainya lagi di Bab 5 saat membandingkan temuan dengan penelitian terdahulu.

Kerangka Teori dalam Skripsi Kesehatan

Di fakultas kesehatan, seperti kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, dan gizi, kerangka teori biasanya berupa bagan di akhir Bab 2 yang memuat semua faktor yang menurut teori memengaruhi outcome. Dari bagan itu peneliti menyusun kerangka konsep, sering di awal Bab 3, yang hanya memuat konsep yang akan diukur dan diamati (Notoatmodjo, 2012). Faktor yang tidak diukur tetap digambar dengan keterangan "tidak diteliti".

Teori yang sering dipakai adalah model PRECEDE dari Green et al. (1980), yang mengelompokkan penentu perilaku kesehatan menjadi faktor predisposisi, pemungkin, dan penguat. Contoh kerangka teori untuk perilaku pemberian ASI eksklusif:

  • Faktor predisposisi (dasar motivasi): pengetahuan, sikap, kepercayaan, dan nilai yang dianut ibu.
  • Faktor pemungkin (yang memfasilitasi perilaku): ketersediaan dan keterjangkauan sarana kesehatan, ruang laktasi di tempat kerja.
  • Faktor penguat (yang mendorong atau memperkuat perilaku): dukungan suami dan keluarga, sikap serta perilaku tenaga kesehatan.
  • Outcome: perilaku pemberian ASI eksklusif.

Bila Anda hanya mengukur pengetahuan ibu, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan, ketiganya masuk kerangka konsep sebagai variabel yang diteliti, sedangkan faktor lain tetap ditampilkan sebagai "tidak diteliti". Pemilihan desainnya (cross-sectional, case-control, atau kohort) dibahas di panduan desain penelitian skripsi kesehatan.

Sumber Teori dan Cara Mengutipnya

  • Rujuk karya asli teori (buku atau artikel yang pertama memperkenalkannya), lalu tambahkan penerapannya dari jurnal bereputasi. Strategi penelusurannya ada di panduan mencari jurnal referensi berkualitas.
  • Pakai kutipan sekunder ("dalam", as cited in) seperlunya saja, yaitu bila karya asli benar-benar tidak dapat diakses (American Psychological Association [APA], 2020). Formatnya, misalnya, (Davis, 1989, dalam Nama, tahun), dan yang masuk daftar pustaka hanya sumber yang Anda baca.
  • Bila sulit mengakses jurnal internasional, gunakan jalur yang sah: langganan database perpustakaan kampus, layanan pinjam antarperpustakaan, e-resources Perpustakaan Nasional (gratis bagi anggota), versi akses terbuka yang dapat dilacak lewat Unpaywall, atau minta salinan langsung kepada penulisnya.
  • Tulis ulang teori dengan kata-kata Anda sendiri dan kaitkan dengan konteks penelitian; tekniknya ada di panduan parafrase yang benar. Kelola sumber sejak awal dengan Mendeley atau Zotero agar sitasi dan daftar pustaka konsisten.

Kesalahan Umum yang Sering Dicoret Pembimbing

  1. Deretan definisi tanpa sintesis. Lima definisi untuk satu variabel tanpa kesimpulan Anda sendiri tidak menunjukkan pemahaman. Tutup setiap uraian dengan definisi konseptual yang Anda pakai.
  2. Teori hanya mendefinisikan, tidak menjelaskan hubungan. Penguji akan bertanya, "Teori mana yang menjelaskan mengapa X memengaruhi Y?"
  3. Dimensi di Bab 2 berbeda dengan indikator kuesioner. Jika Bab 2 memakai dimensi dari satu ahli, instrumen di Bab 3 harus menurunkan indikator dari dimensi yang sama.
  4. Penelitian terdahulu diringkas satu per satu. Tanpa sintesis, pembaca tidak melihat celah yang diisi penelitian Anda.
  5. Rantai kutipan sekunder dan sumber tanpa penulis. Blog dan situs tanpa identitas penulis tidak layak menjadi rujukan teori.
  6. Teori lama tanpa jejak penerapan. Teori dari tahun 1960-an sah dipakai, asal Anda menunjukkan bahwa penelitian terbaru masih menggunakannya.

Langkah Berikutnya

Setelah kerangka teori selesai, ubah sintesis per hubungan menjadi model penelitian di kerangka berpikir, lalu turunkan hipotesisnya. Periksa sekali lagi bahwa setiap variabel dalam model punya teori yang menjelaskan perannya dan setiap dimensinya muncul di kisi-kisi instrumen. Bila ada hubungan yang belum didukung teori atau penelitian terdahulu, perbaiki di tahap ini, sebelum data dikumpulkan. Jika Anda ingin teori dan matriks penelitian terdahulu ditinjau sebelum bimbingan, layanan Bimbingan Bab 2 Jokify menyediakan konsultasi untuk menguji relevansi teori, ketajaman sintesis, dan kesesuaiannya dengan hipotesis; drafnya tetap Anda yang menulis, agar Anda memahami setiap argumennya dan siap mempertahankannya saat sidang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kerangka teori ada di bab berapa?

Pada umumnya di Bab 2, setelah uraian teori per variabel dan penelitian terdahulu. Skripsi kesehatan sering menutup Bab 2 dengan bagan kerangka teori lalu membuka Bab 3 dengan kerangka konsep, sedangkan sebagian kampus meminta kerangka pemikiran ringkas sudah muncul di Bab 1. Ikuti pedoman fakultas Anda.

Berapa jumlah teori yang ideal dalam skripsi?

Tidak ada angka baku. Patokan yang aman adalah satu teori utama untuk setiap hubungan yang diuji, ditambah teori pendukung bila ada hubungan yang tidak dijelaskan teori utama. Jumlah sumber dan batas tahun terbitnya ditentukan pedoman kampus, bukan oleh banyaknya teori.

Apakah penelitian kualitatif juga memerlukan kerangka teori?

Ya, tetapi perannya berbeda. Dalam penelitian kualitatif, teori dapat berfungsi sebagai penjelasan umum, sebagai lensa yang mengarahkan pertanyaan, sebagai hasil akhir penelitian seperti pada grounded theory, atau tidak dipakai secara eksplisit (Creswell & Creswell, 2018). Teori di sini membekali peneliti, bukan untuk diuji dengan hipotesis.

Apa bedanya teori dengan definisi menurut para ahli?

Definisi menjelaskan arti satu konsep, sedangkan teori menjelaskan hubungan antarkonsep beserta alasannya. "Persepsi kemanfaatan adalah keyakinan bahwa sistem meningkatkan kinerja" adalah definisi; "orang cenderung menerima teknologi yang ia yakini bermanfaat" adalah proposisi teoretis (Davis, 1989). Bab 2 memerlukan keduanya, tetapi hipotesis hanya dapat diturunkan dari proposisi.

Bolehkah mengutip teori dari skripsi orang lain?

Skripsi orang lain boleh dipakai untuk menemukan sumber, tetapi teorinya sebaiknya dikutip dari karya asli yang Anda baca sendiri. Mengutip lewat skripsi lain berisiko mewarisi salah kutip, salah tahun, atau salah halaman. Bila karya asli benar-benar tidak tersedia, tulis sebagai kutipan sekunder dan cantumkan skripsi itu di daftar pustaka.

Referensi

  • American Psychological Association. (2020). Publication manual of the American Psychological Association (7th ed.). https://doi.org/10.1037/0000165-000
  • Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE.
  • Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340. https://doi.org/10.2307/249008
  • Fishbein, M., & Ajzen, I. (1975). Belief, attitude, intention, and behavior: An introduction to theory and research. Addison-Wesley.
  • Green, L. W., Kreuter, M. W., Deeds, S. G., & Partridge, K. B. (1980). Health education planning: A diagnostic approach. Mayfield.
  • Kerlinger, F. N. (1973). Foundations of behavioral research (2nd ed.). Holt, Rinehart and Winston.
  • Merton, R. K. (1968). Social theory and social structure (Enlarged ed.). Free Press.
  • Mills, C. W. (1959). The sociological imagination. Oxford University Press.
  • Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi penelitian kesehatan (Ed. rev.). Rineka Cipta.
  • Shidarta. (2016, 13 Februari). Pemosisian landasan teoretis dalam penelitian hukum. Business Law BINUS University. https://business-law.binus.ac.id/2016/02/13/pemosisian-landasan-teoretis-dalam-penelitian-hukum/
  • Venkatesh, V., Morris, M. G., Davis, G. B., & Davis, F. D. (2003). User acceptance of information technology: Toward a unified view. MIS Quarterly, 27(3), 425–478. https://doi.org/10.2307/30036540
  • Venkatesh, V., Thong, J. Y. L., & Xu, X. (2012). Consumer acceptance and use of information technology: Extending the unified theory of acceptance and use of technology. MIS Quarterly, 36(1), 157–178. https://doi.org/10.2307/41410412

› terima konsultasi 24/7

Saatnya lulus tepat waktu.

Chat WhatsApp untuk konsultasi gratis. Kasih info: jurusan + kampus + bab/topik tugas. Kami balas estimasi harga & timeline dalam <24 jam.