› Panduan Tugas Akhir
Cara Menyusun Kerangka Teori Skripsi yang Kuat di Bab 2
Tim Editor Metodologi Jokify · Terbit 19 Juli 2026

Bab 2 skripsi — yang sering disebut Tinjauan Pustaka, Kajian Teori, atau Landasan Teori — adalah bagian yang paling sering ditulis terburu-buru dan paling sering dikritik dosen. Banyak mahasiswa mengisinya dengan cara "copy-paste" definisi dari berbagai sumber tanpa benang merah yang jelas. Padahal, kerangka teori yang baik bukan sekadar kumpulan kutipan; ia adalah argumen ilmiah yang melandasi seluruh desain penelitian Anda.
Apa Fungsi Kerangka Teori?
Kerangka teori berfungsi untuk:
- Mendefinisikan setiap variabel secara operasional dan konseptual
- Menjelaskan mekanisme hubungan antar variabel berdasarkan teori yang ada
- Memposisikan penelitian Anda di dalam percakapan ilmiah yang lebih luas
- Menjustifikasi pilihan hipotesis dan metode penelitian
Tanpa kerangka teori yang solid, Bab 3 (metodologi) dan Bab 4 (hasil) kehilangan pijakan ilmiahnya. Dosen penguji pun akan mempertanyakan: "Mengapa Anda menggunakan teori ini? Mengapa bukan yang lain?"
Perbedaan Kerangka Teori dan Kajian Pustaka
Istilah ini sering dipertukarkan, namun keduanya memiliki fokus berbeda:
| Aspek | Kajian Pustaka (Literature Review) | Kerangka Teori (Theoretical Framework) |
|---|---|---|
| Fokus | Merangkum hasil-hasil penelitian sebelumnya | Menguraikan teori-teori yang relevan |
| Sumber | Artikel jurnal, skripsi, tesis, laporan | Buku teks, teori klasik, artikel review |
| Tujuan | Menunjukkan research gap | Memberi landasan konseptual bagi variabel |
Dalam skripsi S1, kedua elemen ini biasanya digabungkan dalam satu bab dengan sub-bagian yang jelas.
Struktur Bab 2 yang Disarankan
Meskipun format bisa berbeda antar kampus, struktur berikut ini lazim digunakan dan diakui secara akademis:
1. Landasan Teori (Teori Utama dan Variabel)
Bahas satu per satu setiap variabel penelitian Anda. Untuk setiap variabel, uraikan:
- Definisi konseptual dari para ahli (minimal 3 sumber)
- Dimensi atau indikator yang relevan dengan konteks penelitian
- Teori besar (grand theory) yang mendasari — misalnya Teori Motivasi Maslow untuk variabel kepuasan kerja, atau Theory of Planned Behavior untuk variabel perilaku konsumen
2. Hubungan Antar Variabel
Setelah setiap variabel dibahas secara mandiri, jelaskan bagaimana hubungan di antara mereka menurut teori. Ini adalah bagian yang paling sering terlewatkan.
Contoh: Jika meneliti pengaruh servant leadership terhadap kinerja karyawan, jelaskan mekanisme: pemimpin yang melayani membangun kepercayaan → kepercayaan meningkatkan motivasi intrinsik → motivasi mendorong kinerja.
3. Penelitian Terdahulu
Rangkum minimal 10–15 penelitian relevan (5 tahun terakhir diutamakan). Gunakan tabel penelitian terdahulu yang memuat: nama peneliti, tahun, judul, variabel, metode, dan hasil. Tunjukkan persamaan dan perbedaan dengan penelitian Anda.
4. Kerangka Berpikir / Kerangka Konseptual
Ini adalah "peta visual" dari kerangka teori Anda — biasanya berupa diagram yang menunjukkan hubungan antar variabel. (Dibahas lebih mendalam dalam artikel terpisah.)
5. Hipotesis Penelitian
Diturunkan langsung dari hubungan antar variabel yang telah dijelaskan di atas.
Cara Memilih Teori yang Tepat
Berikut panduan praktis dalam memilih teori untuk setiap variabel:
- Cari teori yang paling banyak digunakan dalam penelitian sejenis — ini menunjukkan penerimaan akademik yang luas.
- Prioritaskan teori yang memiliki indikator terukur — teori yang operasionalisasinya sudah tersedia memudahkan penyusunan kuesioner.
- Gunakan teori yang relevan secara kontekstual — teori pemasaran dari konteks AS mungkin perlu adaptasi untuk konteks Indonesia.
- Jangan gunakan terlalu banyak teori — lebih baik satu teori yang dibahas secara mendalam daripada lima teori yang hanya disebutkan sepintas.
Sumber Referensi yang Diakui
Kualitas referensi sangat menentukan penilaian dosen. Prioritaskan:
- Jurnal terindeks Scopus atau SINTA 1–2 untuk penelitian terbaru
- Buku teks edisi terbaru dari penerbit akademik terkemuka untuk teori-teori dasar
- Tesis dan disertasi dari universitas ternama (sebagai perbandingan)
Hindari Wikipedia, blog, atau website tanpa identitas penulis sebagai referensi utama. Jika Anda kesulitan mengakses jurnal internasional, Anda bisa memanfaatkan fitur interlibrary loan kampus atau platform seperti Sci-Hub (dengan memperhatikan kebijakan institusi). Untuk panduan lebih lanjut tentang strategi penelusuran literatur, bimbingan metodologi tersedia untuk membantu Anda.
Cara Mengutip yang Baik dan Benar
Kutipan langsung (direct quotation) sebaiknya diminimalkan — tidak lebih dari 10% dari total Bab 2. Lebih baik gunakan parafrase yang menunjukkan pemahaman Anda terhadap teori, bukan sekadar menyalin kalimat.
Struktur parafrase yang baik:
- Sebutkan nama teori atau konsep
- Jelaskan isi konsep dengan kata-kata Anda sendiri
- Cantumkan sitasi (nama, tahun, halaman jika kutipan langsung)
- Hubungkan dengan konteks penelitian Anda
Contoh:
Menurut teori pertukaran sosial (social exchange theory), hubungan antar individu dibangun di atas prinsip timbal balik: setiap pihak cenderung membalas perlakuan baik yang diterimanya (Blau, 1964). Dalam konteks organisasi, teori ini menjelaskan mengapa karyawan yang merasa diperlakukan dengan adil oleh atasan cenderung menunjukkan perilaku kerja yang lebih baik.
Kesalahan Umum di Bab 2
- Terlalu banyak definisi, terlalu sedikit analisis — definisi hanya sarana, bukan tujuan. Yang penting adalah bagaimana teori menjelaskan variabel Anda.
- Urutan tidak logis — bahas variabel sesuai urutan dalam rumusan masalah.
- Penelitian terdahulu tidak dikritisi — jangan hanya merangkum; tunjukkan apa yang membedakan penelitian Anda.
- Teori terlalu tua tanpa justifikasi — jika menggunakan teori dari tahun 1960-an, jelaskan mengapa teori itu masih relevan.
- Tidak ada jembatan ke hipotesis — setiap sub-bab hubungan antar variabel harus diakhiri dengan rumusan hipotesis yang ditarik dari penjelasan teori tersebut.
Checklist Sebelum Menyerahkan Bab 2
- Setiap variabel memiliki minimal 3 definisi dari sumber berbeda
- Ada penjelasan mekanisme hubungan antar variabel (bukan sekadar "terdapat pengaruh")
- Tabel penelitian terdahulu tersedia dan minimal 10 entri
- Hipotesis diturunkan secara logis dari teori
- Semua referensi terverifikasi dan dapat diakses
- Tidak ada paragraf yang berdiri sendiri tanpa kaitan ke topik penelitian
Kesimpulan
Kerangka teori bukan "syarat administratif" yang harus dipenuhi — ia adalah pondasi ilmiah yang membuat seluruh skripsi Anda dapat dipertanggungjawabkan. Dengan memahami fungsinya, memilih teori yang tepat, dan menyajikannya secara sistematis, Bab 2 Anda akan menjadi argumen yang meyakinkan bagi dosen pembimbing maupun penguji. Investasikan waktu yang cukup di tahap ini — hasilnya akan terasa di seluruh proses penulisan berikutnya.


