Lewati ke konten utama
Jokify

Panduan Tugas Akhir

Populasi dan Sampel Penelitian: Panduan Lengkap untuk Skripsi

Tim Editor Metodologi Jokify · Terbit 3 Agustus 2026

Populasi dan Sampel Penelitian: Panduan Lengkap untuk Skripsi

Salah satu pertanyaan paling sering diajukan dalam bimbingan skripsi adalah: "Berapa jumlah sampel yang saya butuhkan?" Pertanyaan ini tidak bisa dijawab tanpa terlebih dahulu memahami konsep populasi dan bagaimana sampel dipilih darinya. Artikel ini membahas dasar-dasar populasi dan sampel dalam penelitian kuantitatif — mulai dari definisi hingga cara menentukan ukuran sampel yang tepat dan representatif.

Apa Itu Populasi?

Populasi (population) adalah keseluruhan objek atau subjek yang memiliki karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi bukan selalu berarti manusia — ia bisa berupa dokumen, produk, perusahaan, atau kejadian.

Contoh populasi:

  • Seluruh mahasiswa aktif program studi Manajemen Universitas X tahun ajaran 2025/2026
  • Seluruh UMKM kuliner yang terdaftar di Dinas Perindustrian Kota Surabaya
  • Seluruh laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2020–2024

Populasi Target vs. Populasi Terjangkau

JenisDefinisiContoh
Populasi targetPopulasi ideal yang ingin digeneralisasikanSeluruh perawat ICU di Indonesia
Populasi terjangkauBagian populasi target yang dapat diakses penelitiPerawat ICU di tiga rumah sakit tipe A di Jakarta

Dalam skripsi S1, populasi yang digunakan biasanya adalah populasi terjangkau — ini bukan kelemahan metodologi asalkan dinyatakan secara transparan dan keterbatasannya diakui.


Apa Itu Sampel?

Sampel (sample) adalah bagian atau subset dari populasi yang dipilih untuk diteliti. Hasil analisis sampel kemudian digeneralisasikan (diinferensikan) ke populasi yang lebih besar — inilah inti dari statistik inferensial.

Mengapa menggunakan sampel dan bukan populasi penuh?

  • Efisiensi biaya dan waktu — meneliti seluruh populasi sering tidak praktis
  • Akses terbatas — tidak semua anggota populasi dapat dijangkau
  • Destruktif testing — pada beberapa penelitian (misalnya uji produk), meneliti semua unit akan merusak objek

Karakteristik Sampel yang Baik

Sampel yang baik harus:

  1. Representatif — mencerminkan karakteristik populasi secara proporsional
  2. Cukup besar — memiliki kekuatan statistik (statistical power) yang memadai
  3. Dipilih secara sistematis — bukan berdasarkan kemudahan semata
  4. Bebas dari bias seleksi — setiap anggota populasi memiliki peluang yang adil untuk terpilih

Cara Menentukan Ukuran Sampel

Ini adalah pertanyaan yang paling krusial. Ada beberapa pendekatan yang lazim digunakan:

1. Rumus Slovin

Paling umum digunakan dalam penelitian sosial dan manajemen di Indonesia:

n = N / (1 + N·e²)

Di mana:

  • n = ukuran sampel
  • N = ukuran populasi
  • e = margin of error yang ditoleransi (biasanya 5% atau 10%)

Contoh: Populasi 500 orang, margin error 5%:

n = 500 / (1 + 500 × 0,05²) = 500 / (1 + 1,25) = 500 / 2,25 ≈ 222 responden

2. Tabel Krejcie dan Morgan

Tabel ini menyediakan ukuran sampel minimum untuk berbagai ukuran populasi pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Sering digunakan sebagai alternatif Slovin karena lebih konservatif.

Populasi (N)Sampel (n)
10080
200132
300169
500217
1.000278
5.000357
10.000370

3. Berdasarkan Jumlah Variabel (Hair et al.)

Untuk penelitian berbasis SEM atau regresi berganda, Hair et al. merekomendasikan 10–20 responden per variabel/indikator. Jika kuesioner Anda memiliki 30 item, maka sampel minimum adalah 300 responden.

4. Pendekatan G*Power

Untuk penelitian dengan pengujian yang lebih ketat, software G*Power dapat digunakan untuk menghitung ukuran sampel berdasarkan effect size yang diharapkan, kekuatan statistik (power), dan tingkat signifikansi.


Populasi Tak Terbatas

Jika ukuran populasi tidak diketahui (misalnya pengguna media sosial, konsumen e-commerce), rumus Slovin tidak dapat digunakan. Alternatifnya:

  • Rumus Lemeshow: n = (Z²·p·q) / d²
    • Z = nilai Z untuk tingkat kepercayaan 95% = 1,96
    • p = proporsi yang diharapkan (jika tidak diketahui, gunakan 0,5)
    • q = 1 – p = 0,5
    • d = presisi yang diinginkan (biasanya 0,05)
    • n = (1,96² × 0,5 × 0,5) / 0,05² = 3,8416 × 0,25 / 0,0025 ≈ 384 responden

Hubungan Populasi, Sampel, dan Generalisasi

Validitas eksternal penelitian Anda — yaitu sejauh mana temuan dapat digeneralisasikan ke populasi yang lebih luas — sangat bergantung pada:

  1. Kesesuaian definisi populasi — semakin spesifik definisi populasi, semakin mudah menentukan sampel yang representatif
  2. Metode pengambilan sampelprobability sampling memberikan dasar statistik yang lebih kuat untuk generalisasi dibandingkan non-probability sampling
  3. Ukuran sampel — sampel yang terlalu kecil meningkatkan margin of error dan menurunkan kekuatan statistik

Jika Anda butuh pendampingan dalam menetapkan populasi dan sampel yang sesuai dengan konteks penelitian, bimbingan metodologi dapat membantu Anda menentukan pendekatan yang paling tepat.


Kesalahan Umum Terkait Populasi dan Sampel

  1. Populasi tidak didefinisikan dengan jelas — "masyarakat umum" atau "konsumen" bukan definisi populasi yang memadai; tentukan batasan yang spesifik.
  2. Ukuran sampel tidak dijustifikasi — selalu cantumkan rumus atau referensi yang digunakan, bukan sekadar angka.
  3. Sampel terlalu kecil — sampel di bawah 30 hampir selalu dianggap tidak memadai untuk analisis parametrik.
  4. Mengabaikan response rate — jika survei online, tambahkan 20–30% dari ukuran sampel yang dihitung untuk mengantisipasi responden yang tidak mengembalikan kuesioner.
  5. Sampel dan populasi tidak koheren — misalnya, populasinya "karyawan Bank X cabang Jakarta" tetapi sampelnya mencakup cabang luar Jakarta.

Ringkasan

KonsepDefinisi Singkat
PopulasiKeseluruhan subjek/objek dengan karakteristik yang ditetapkan
SampelBagian dari populasi yang dipilih untuk diteliti
RepresentatifSampel mencerminkan karakteristik populasi
GeneralisasiKesimpulan dari sampel diterapkan ke populasi

Kesimpulan

Mendefinisikan populasi secara tepat dan menentukan ukuran sampel yang benar adalah dua keputusan metodologis yang paling berpengaruh pada kualitas penelitian kuantitatif Anda. Keduanya harus didukung argumen yang jelas di Bab 3, bukan sekadar angka yang dipilih secara arbitrer. Dengan memahami konsep-konsep di atas, Anda akan mampu menyusun bagian metodologi penelitian yang solid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

› terima konsultasi 24/7

Saatnya lulus tepat waktu.

Chat WhatsApp untuk konsultasi gratis. Kasih info: jurusan + kampus + bab/topik tugas. Kami balas estimasi harga & timeline dalam <24 jam.