› Panduan Tugas Akhir
Cara Membuat Kerangka Berpikir Skripsi dan Contohnya
Tim Editor Metodologi Jokify · Terbit · Diperbarui

Kerangka berpikir adalah model konseptual tentang bagaimana teori menghubungkan faktor-faktor yang telah Anda identifikasi sebagai masalah penting; Sugiyono (2019) mengadopsi pengertian ini dari Uma Sekaran. Wujudnya dua bagian yang saling mengunci: model hubungan antarvariabel dan narasi yang menjelaskan mengapa hubungan itu diduga ada, lalu bermuara pada hipotesis. Panduan ini membahas pembeda kerangka berpikir dengan kerangka teori dan kerangka konseptual, bentuk paradigma penelitian, templat narasi, contoh model mediasi dan moderasi, serta versi kualitatif dan kesehatan.
Langkah Singkat Membuat Kerangka Berpikir
- Daftar variabel dari rumusan masalah beserta perannya: independen (X), dependen (Y), mediator (M), atau moderator (Z).
- Untuk setiap hubungan, ambil argumen teori dan temuan penelitian terdahulu dari Bab 2.
- Pilih bentuk model (paradigma) yang sesuai dengan jumlah variabel dan jenis hubungannya.
- Tulis narasi per hubungan: teori, mekanisme, bukti empiris, lalu dugaan arah.
- Gambar model dan beri label hipotesis pada setiap panah.
- Cocokkan model dengan rumusan masalah, hipotesis, dan teknik analisis di Bab 3.
- Untuk penelitian kualitatif atau skripsi kesehatan, sesuaikan bentuknya menjadi alur pikir atau kerangka konsep.
Kerangka Teori vs Kerangka Konseptual vs Kerangka Berpikir
Ketiga istilah ini sering tertukar. Tabel berikut merangkum pembedanya:
| Aspek | Kerangka teori | Kerangka konseptual | Kerangka berpikir |
|---|---|---|---|
| Isi | Teori, konsep, dan proposisi dari literatur | Variabel yang diteliti dan dugaan hubungannya | Argumen yang menyintesis teori dan temuan menjadi model |
| Menjawab | Teori apa yang menjelaskan fenomena ini? | Variabel apa yang diteliti dan bagaimana kaitannya? | Mengapa hubungan-hubungan itu diduga ada? |
| Bentuk | Uraian teori per variabel | Bagan atau daftar hubungan | Narasi per hubungan ditambah bagan model |
| Posisi umum | Awal hingga tengah Bab 2 | Akhir Bab 2; di skripsi kesehatan sering di awal Bab 3 | Akhir Bab 2, tepat sebelum hipotesis |
| Hasil akhir | Bahan argumen | Peta variabel | Dasar hipotesis |
Kerangka berpikir adalah hasil olahan kerangka teori: di sana Anda memilih teori, di sini Anda menyusunnya menjadi model yang dapat diuji. Banyak kampus memakai "kerangka konseptual", "kerangka pemikiran", dan "kerangka berpikir" sebagai sinonim, jadi ikuti istilah pedoman Anda selama isinya lengkap: model, narasi, dan hipotesis.
Istilahnya juga tertukar karena literatur berbahasa Inggris seperti Sekaran dan Bougie (2016) menyebut model penelitian beserta penjelasannya theoretical framework, yang padanan harfiahnya "kerangka teori". Sementara itu, Miles dan Huberman (1994) memakai conceptual framework untuk penjelasan, dalam bentuk bagan atau narasi, tentang hal-hal utama yang diteliti dan dugaan hubungan di antaranya.
Paradigma Penelitian Menurut Sugiyono
Sugiyono (2019) menyebut pola hubungan antarvariabel itu paradigma penelitian. Paradigma sekaligus mencerminkan jumlah dan jenis rumusan masalah, teori yang diperlukan, jenis hipotesis, dan teknik statistik yang dipakai. Bentuk-bentuk utamanya:
| Paradigma | Pola hubungan | Contoh ilustratif | Analisis yang lazim |
|---|---|---|---|
| Sederhana | X → Y | Kualitas layanan → kepuasan pelanggan | Korelasi atau regresi sederhana |
| Sederhana berurutan | X1 → X2 → X3 → Y, tiap pasangan diuji | Pelatihan → keterampilan → produktivitas → pendapatan | Korelasi atau regresi per pasangan |
| Ganda (dua atau tiga variabel independen) | X1, X2, (X3) → Y | Kompensasi dan lingkungan kerja → kinerja | Korelasi dan regresi ganda |
| Ganda dengan dua variabel dependen | X → Y1 dan X → Y2 | Kecerdasan emosional → prestasi belajar dan kepuasan studi | Analisis terpisah untuk tiap Y |
| Jalur | X1 → X2 → Y ditambah X1 → Y | Gaya kepemimpinan → kepuasan kerja → kinerja | Analisis jalur |
Sugiyono juga menguraikan variasi ganda lain, misalnya dua variabel independen dengan dua variabel dependen. Dua bentuk yang kini sangat sering dipakai perlu perhatian khusus (Hayes, 2022):
- Mediasi: X memengaruhi Y melalui M, tetapi model tetap memuat jalur langsung X → Y.
- Moderasi: Z mengubah kekuatan atau arah hubungan X → Y, sehingga panah dari Z mengarah ke panah X → Y, bukan ke kotak Y.
Contoh Model dan Penomoran Hipotesis
Sebelum menggambar, tulis model sebagai daftar hubungan. Daftar inilah yang nanti menjadi daftar hipotesis. Tiga contoh berikut bersifat ilustratif.
Model Ganda dengan Dua Variabel Independen
- Kompensasi (X1) → Kinerja (Y): H1
- Lingkungan kerja (X2) → Kinerja (Y): H2
- X1 dan X2 secara simultan → Y: H3, diuji dengan uji F pada regresi linier berganda
Model Mediasi
- Kepemimpinan transformasional (X) → Motivasi intrinsik (M): H1, jalur a
- Motivasi intrinsik (M) → Kinerja (Y): H2, jalur b
- Kepemimpinan transformasional (X) → Kinerja (Y): H3, pengaruh langsung (jalur c′)
- X → M → Y: H4, pengaruh tidak langsung (a × b), lazim diuji dengan bootstrapping (Hayes, 2022)
Cara menguji pengaruh langsung dan tidak langsung dibahas di panduan analisis jalur.
Model Moderasi
- Kepemimpinan transformasional (X) → Kinerja (Y): H1
- Budaya organisasi (Z) memoderasi pengaruh X → Y: H2, diuji lewat suku interaksi X × Z
Langkah pengujiannya ada di panduan uji moderasi dengan MRA.
Aturan Menggambar Bagan
- Gunakan kotak untuk setiap variabel, dengan nama yang sama persis seperti di instrumen dan tabel hasil.
- Gunakan panah satu arah untuk pengaruh; garis dua arah hanya untuk hubungan korelasional tanpa klaim sebab-akibat.
- Tulis label H1, H2, dan seterusnya di dekat panah. Aturan "satu panah, satu hipotesis" hanya berlaku untuk hipotesis parsial; hipotesis simultan dan pengaruh tidak langsung tidak punya panah sendiri, jadi jelaskan keduanya di keterangan bagan.
- Buat bagan di Word atau PowerPoint (menu Insert → Shapes), atau di diagrams.net (draw.io), lalu sisipkan sebagai gambar beresolusi tinggi. Bagan dari karakter teks mudah berantakan saat dicetak.
Cara Menulis Narasi Kerangka Berpikir
Narasi kerangka berpikir bukan pengulangan Bab 2. Untuk setiap hubungan, tulis empat langkah: proposisi teori, mekanisme yang menjembatani X dan Y, bukti dari penelitian terdahulu, dan dugaan arah yang diberi label hipotesis. Contoh untuk model mediasi di atas:
Teori penentuan diri menyatakan bahwa motivasi intrinsik tumbuh ketika kebutuhan dasar akan otonomi, kompetensi, dan keterhubungan terpenuhi (Ryan & Deci, 2000). Pemimpin transformasional memberikan visi yang menginspirasi, stimulasi intelektual, dan perhatian individual kepada bawahannya (Bass & Riggio, 2006), sehingga diduga memperkuat motivasi intrinsik karyawan (H1). Karyawan yang bekerja karena dorongan dari dalam cenderung lebih tekun, sehingga motivasi intrinsik diduga meningkatkan kinerja (H2). Selain lewat motivasi, pemimpin transformasional dapat meningkatkan kinerja secara langsung melalui kejelasan arah dan keteladanan (H3). Dengan demikian, motivasi intrinsik diduga memediasi sebagian pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan (H4).
Perhatikan bahwa kesimpulan narasi sama persis dengan model: ada jalur lewat M dan ada jalur langsung. Dalam skripsi Anda, setiap kalimat dugaan juga perlu didukung temuan penelitian terdahulu. Gunakan templat berikut untuk setiap hubungan:
Menurut [nama teori] ([Penulis, tahun]), [proposisi teori]. Dalam konteks [populasi atau objek penelitian], [mekanisme: bagaimana X mengubah Y]. Hal ini sejalan dengan temuan [Peneliti (tahun)] bahwa [hasil penelitian] pada [konteks]. Oleh karena itu, [X] diduga berpengaruh [positif/negatif] terhadap [Y] (H[nomor]).
Sesuaikan templat ini dengan penelitian Anda; jangan disalin mentah. Tulis narasi hipotesis simultan dan pengaruh tidak langsung setelah semua hubungan parsial selesai. Bentuk kalimat dan notasi statistiknya dibahas di panduan merumuskan hipotesis penelitian.
Kerangka Berpikir Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif tidak menguji hipotesis, sehingga kerangka berpikirnya berupa alur pikir: fenomena yang diamati, fokus penelitian, konsep pemandu dari literatur, dan jalan dari data menuju temuan. Kerangka seperti ini dapat disajikan sebagai bagan atau narasi dan bersifat sementara; Anda boleh merevisinya ketika data lapangan menunjukkan hal baru (Miles & Huberman, 1994). Contoh ilustratif untuk penelitian tentang pemasaran digital UMKM batik:
- Fenomena: penjualan daring tumbuh, tetapi banyak UMKM batik di satu sentra belum memakai lokapasar.
- Fokus: bagaimana pemilik UMKM memutuskan, mempelajari, dan menghentikan pemakaian kanal digital.
- Konsep pemandu: adopsi inovasi dan literasi digital, dipakai sebagai lensa pengamatan, bukan variabel yang diukur.
- Alur: observasi dan wawancara mendalam, kondensasi (reduksi) dan penyajian data, lalu penarikan kesimpulan.
- Keluaran: pola strategi atau proposisi baru yang dapat diuji oleh penelitian berikutnya.
Perbedaan logika kedua pendekatan ini diuraikan di panduan penelitian kuantitatif vs kualitatif.
Kerangka Konsep pada Skripsi Kesehatan
Skripsi kesehatan memakai istilah kerangka konsep: bagan hubungan antarkonsep yang akan diukur dan diamati, diturunkan dari kerangka teori, lalu diikuti hipotesis dan definisi operasional (Notoatmodjo, 2012). Bagannya membedakan variabel yang diteliti dan yang tidak diteliti, biasanya dengan kotak bergaris utuh dan putus-putus. Contoh ilustratif untuk penelitian pemberian ASI eksklusif:
- Variabel independen (diteliti): pengetahuan ibu, dukungan suami, dukungan tenaga kesehatan.
- Variabel dependen (diteliti): pemberian ASI eksklusif.
- Variabel perancu yang dikendalikan, bila ada: misalnya status pekerjaan ibu, dikendalikan lewat kriteria sampel atau analisis multivariat.
- Tidak diteliti (garis putus-putus): sikap, kepercayaan, dan ketersediaan sarana kesehatan.
Pilihan desain yang cocok untuk kerangka konsep seperti ini dibahas di panduan desain penelitian skripsi kesehatan.
Kesalahan Umum dalam Kerangka Berpikir
- Kesimpulan narasi berbeda dari model. Narasi berargumen lewat mediator, tetapi kalimat penutupnya hanya menyebut pengaruh langsung.
- Model mediasi tanpa jalur langsung. Tanpa panah X → Y, Anda tidak dapat membedakan mediasi penuh dari mediasi sebagian.
- Bagan tanpa narasi, atau narasi tanpa bagan. Penguji menilai alasan teoretis di balik setiap panah, bukan hanya gambarnya.
- Panah tanpa hipotesis, atau hipotesis tanpa panah dan keterangan. Jumlah hipotesis parsial harus sama dengan jumlah panah.
- Nama variabel tidak konsisten. Nama di bagan, instrumen, dan tabel output harus sama.
- Buku teks disebut "penelitian". Buku teks adalah rujukan teori; temuan empiris dikutip dari artikel penelitian.
Langkah Berikutnya
Setelah model dan narasi saling cocok, turunkan setiap label H menjadi hipotesis penelitian dan hipotesis statistik. Lalu periksa ke depan: teknik analisis di Bab 3 harus mampu menguji setiap panah, termasuk hipotesis simultan dan pengaruh tidak langsung. Bawa bagan dan daftar hubungan ke bimbingan, karena pembimbing lebih cepat memberi masukan pada model yang tertulis rapi. Jika Anda ingin kerangka berpikir ditinjau sebelum seminar proposal, layanan Bimbingan Bab 2 Jokify menyediakan konsultasi untuk menguji kecocokan teori, model, narasi, dan hipotesis Anda, agar Anda memahami setiap panahnya dan siap mempertahankannya saat sidang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kerangka berpikir ditulis di bab berapa?
Pada umumnya di akhir Bab 2, tepat sebelum hipotesis. Sebagian kampus meminta kerangka pemikiran ringkas di Bab 1, dan skripsi kesehatan menaruh kerangka konsep di awal Bab 3. Ikuti pedoman fakultas Anda; isinya tetap model, narasi, dan hipotesis.
Apakah kerangka berpikir harus berupa gambar?
Untuk penelitian kuantitatif, bagan sangat dianjurkan karena membuat model terbaca sekilas, tetapi bagan saja tidak cukup. Penguji menilai narasinya, yaitu alasan teoretis di balik setiap panah. Pada penelitian kualitatif, kerangka berpikir boleh berupa narasi atau bagan alur.
Berapa jumlah variabel yang wajar dalam kerangka berpikir skripsi?
Tidak ada batas resmi. Yang menentukan adalah dukungan teori untuk setiap hubungan dan kemampuan Anda membahasnya di Bab 5. Setiap variabel tambahan berarti hipotesis, butir kuesioner, dan kebutuhan sampel tambahan, jadi pertahankan hanya variabel yang menjawab rumusan masalah.
Apakah semua kerangka berpikir harus diakhiri hipotesis?
Tidak. Hipotesis diperlukan pada penelitian kuantitatif yang menguji hubungan atau perbedaan. Penelitian deskriptif yang hanya memotret satu variabel biasanya tidak memakai hipotesis, dan penelitian kualitatif berakhir pada fokus atau pertanyaan penelitian.
Bolehkah memakai model dari jurnal tanpa perubahan?
Boleh, asalkan Anda menyebut sumbernya dan menjelaskan mengapa model itu cocok untuk konteks Anda. Replikasi model dalam konteks baru adalah praktik yang sah. Yang tidak boleh adalah menyalin narasi atau bagan tanpa sitasi, atau menambahkan variabel tanpa dasar teori.
Referensi
- Bass, B. M., & Riggio, R. E. (2006). Transformational leadership (2nd ed.). Lawrence Erlbaum Associates.
- Hayes, A. F. (2022). Introduction to mediation, moderation, and conditional process analysis: A regression-based approach (3rd ed.). Guilford Press.
- Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE.
- Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi penelitian kesehatan (Ed. rev.). Rineka Cipta.
- Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Self-determination theory and the facilitation of intrinsic motivation, social development, and well-being. American Psychologist, 55(1), 68–78. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.1.68
- Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research methods for business: A skill-building approach (7th ed.). Wiley.
- Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.


