› Panduan Tugas Akhir
Cara Sitasi dan Daftar Pustaka APA Edisi 7, Lengkap dengan Contoh
Tim Editor Metodologi Jokify · Terbit

Sitasi APA 7 memakai sistem penulis–tahun: di dalam teks Anda menulis nama belakang penulis dan tahun terbit, misalnya (Sugiyono, 2019), lalu setiap sumber yang disitasi dicantumkan lengkap di daftar pustaka APA 7 dengan urutan penulis, tahun, judul, dan sumber. Panduan ini merangkum aturan Publication Manual edisi ke-7 beserta pembaruan resminya, termasuk format sitasi ChatGPT yang diganti pada 2025. Contohnya mencakup sumber yang paling sering dipakai mahasiswa Indonesia, yaitu buku, jurnal, skripsi, peraturan, data BPS, berita, dan video, dengan penyesuaian yang lazim di pedoman skripsi berbahasa Indonesia.
Langkah Singkat Sitasi APA 7
- Catat empat unsur setiap sumber sejak pertama membaca: penulis, tahun, judul, dan sumber (penerbit atau jurnal beserta DOI/URL). Untuk kutipan langsung, catat juga nomor halamannya.
- Pilih bentuk sitasi dalam teks: naratif, misalnya Sugiyono (2019), atau parentetik, misalnya (Sugiyono, 2019).
- Sesuaikan jumlah penulis: dua penulis selalu ditulis keduanya, sedangkan tiga penulis atau lebih langsung disingkat "et al." (atau "dkk.") sejak sitasi pertama.
- Beri lokasi pada kutipan langsung, misalnya (Penulis, Tahun, hlm. 45). Kutipan 40 kata atau lebih ditulis sebagai blok kutipan.
- Susun entri daftar pustaka sesuai jenis sumbernya: penulis, tahun, judul, sumber, lalu DOI atau URL.
- Rapikan detailnya: judul karya memakai huruf kapital kalimat (sentence case), judul buku dan nama jurnal dicetak miring, dan DOI ditulis dalam bentuk
https://doi.org/…. - Urutkan entri secara alfabetis berdasarkan nama belakang penulis pertama, lalu beri indentasi gantung (hanging indent) 1,27 cm.
- Cocokkan dua arah: setiap sitasi punya entri, setiap entri pernah disitasi, dan ejaan nama serta tahunnya identik.
Contekan format yang paling sering dipakai
| Situasi | Format APA 7 |
|---|---|
| Satu penulis | (Ghozali, 2018) atau Ghozali (2018) |
| Dua penulis | (Nunnally & Bernstein, 1994) atau Nunnally dan Bernstein (1994) |
| Tiga penulis atau lebih | (Henseler et al., 2015) atau Henseler et al. (2015) |
| Lembaga dengan singkatan | Pertama: (Badan Pusat Statistik [BPS], 2025); berikutnya: (BPS, 2025) |
| Kutipan langsung | (Penulis, Tahun, hlm. 45) |
| Buku | Penulis, A. A. (Tahun). Judul buku. Penerbit. |
| Artikel jurnal | Penulis, A. A., & Penulis, B. B. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), halaman. DOI |
APA 7 vs APA 6 dan Adaptasi Bahasa Indonesia
Edisi ke-7 Publication Manual terbit pada akhir 2019 dengan tahun hak cipta 2020, sehingga disitasi sebagai (American Psychological Association [APA], 2020). Banyak contoh di internet dan buku pegangan lama masih memakai edisi ke-6. Perbedaan yang paling sering membuat naskah dikoreksi:
| Aspek | APA 6 | APA 7 |
|---|---|---|
| "et al." dalam teks | 3–5 penulis: semua nama di sitasi pertama, et al. sesudahnya; 6+ penulis: et al. sejak awal | 3 penulis atau lebih: et al. sejak sitasi pertama |
| Penulis di daftar pustaka | Hingga 7 nama; 8+ penulis: 6 nama pertama, elipsis, nama terakhir | Hingga 20 nama; 21+ penulis: 19 nama pertama, elipsis, nama terakhir |
| DOI | Diawali "doi:" | Bentuk URL https://doi.org/…, boleh tautan aktif atau teks biasa |
| "Retrieved from" | Dipakai untuk banyak sumber daring | Hanya bersama tanggal akses, untuk halaman yang dirancang berubah |
| Kota penerbit | Wajib | Tidak dicantumkan |
| Running head | Untuk semua naskah | Hanya naskah profesional yang dikirim ke jurnal |
| Jenis huruf | Times New Roman 12 pt | Lebih bebas, misalnya Times New Roman 12 pt, Calibri 11 pt, Arial 11 pt |
Adaptasi bahasa Indonesia
APA resmi ditulis untuk naskah berbahasa Inggris. Pedoman skripsi di Indonesia biasanya menerjemahkan unsur kebahasaannya, tetapi pilihannya tidak seragam antarkampus.
| Unsur | APA resmi | Adaptasi yang umum |
|---|---|---|
| Tiga penulis atau lebih | et al. | dkk. (sebagian kampus tetap et al.) |
| Penghubung nama penulis | & di dalam kurung, and di narasi | & di dalam kurung, dan di narasi |
| Halaman | p. / pp. | hlm. |
| Bab dalam buku suntingan | In … (Ed./Eds.) | Dalam … (Ed.) |
| Edisi | (2nd ed.) | (Ed. ke-2) |
| Penerjemah | Trans. | Penerj. |
| Tanpa tahun | n.d. | t.t. |
| Tanggal akses | Retrieved …, from | Diakses …, dari |
| Karya asli | (Original work published 1920) | (Karya asli diterbitkan 1920) |
| Sitasi sekunder | as cited in | sebagaimana dikutip dalam |
Artikel ini memakai "et al." dan "&" seperti APA resmi, ditambah "dan", "hlm.", "Dalam", "t.t.", serta nama bulan berbahasa Indonesia. Apa pun pilihan kampus Anda, pakai satu konvensi secara konsisten dari Bab 1 sampai daftar pustaka. Jika memakai Zotero, bahasa sitasi dan daftar pustaka diatur di Document Preferences, sehingga istilah seperti "dkk." dan "hlm." muncul otomatis setelah Anda memilih bahasa Indonesia (Zotero, 2026).
Format Sitasi dalam Teks APA 7
Naratif dan parentetik
Sitasi naratif menjadikan nama penulis bagian dari kalimat, dengan tahun di dalam kurung tepat setelah nama. Sitasi parentetik meletakkan nama dan tahun di dalam kurung, dipisahkan koma, di akhir kalimat atau klausa.
Hair et al. (2019) menyarankan koefisien Cronbach's alpha minimal 0,70.
Nilai VIF di bawah 10 lazim dipakai sebagai batas tidak adanya multikolinearitas (Ghozali, 2018).
Penulis lembaga
Aturan satu, dua, dan tiga penulis atau lebih ada di contekan di atas. Untuk penulis lembaga, perkenalkan singkatannya pada sitasi pertama, yaitu (Badan Pusat Statistik [BPS], 2025) atau dalam bentuk naratif Badan Pusat Statistik (BPS, 2025). Sitasi berikutnya cukup (BPS, 2025) atau BPS (2025).
Singkatan lembaga hanya dipakai di dalam teks; di daftar pustaka nama lembaga selalu ditulis lengkap (APA, 2025). Nama di teks juga harus menunjuk entri yang sama persis. Bentuk singkat (Kemdiktisaintek, 2025), misalnya, harus berpasangan dengan entri "Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi", bukan nama kementerian sebelum 2024.
Kutipan langsung dan blok kutipan
Kutipan kurang dari 40 kata diberi tanda kutip dan wajib menyebut lokasinya: nomor halaman, atau nomor paragraf, judul bagian, maupun pasal bila sumbernya tidak berhalaman. Lokasi itu boleh disebut di kalimat, seperti contoh berikut.
Pasal 18 ayat (9) huruf a Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 menyebut pemberian tugas akhir pada program sarjana atau sarjana terapan yang "dapat berbentuk skripsi, prototipe, proyek, atau bentuk tugas akhir lainnya yang sejenis baik secara individu maupun berkelompok" (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi [Kemdiktisaintek], 2025).
Kutipan 40 kata atau lebih ditulis sebagai blok kutipan: dimulai di baris baru, seluruh blok menjorok 1,27 cm dari margin kiri, tanpa tanda kutip, dan sitasinya diletakkan setelah tanda titik terakhir tanpa titik tambahan (APA, 2020). Kapan sebaiknya mengutip langsung dan kapan memparafrasekan dibahas di kutipan langsung vs tidak langsung, sedangkan tekniknya ada di cara parafrase yang benar.
Kutipan bertanda kutip dan bersitasi tetap dapat muncul sebagai kecocokan di laporan Turnitin karena perangkat itu mencocokkan teks (cara kerja Turnitin); yang membedakannya dari plagiarisme adalah penandaan dan sitasinya. Strategi yang sah untuk merevisi bagian yang terlalu mirip ada di cara menurunkan skor similarity Turnitin.
Beberapa sumber dan tahun yang sama
Beberapa sumber dalam satu kurung diurutkan alfabetis dan dipisahkan titik koma:
(Faul et al., 2009; Ghozali, 2018; Hair et al., 2019)
Untuk beberapa karya dari penulis yang sama, nama cukup ditulis sekali dan tahunnya diurutkan dari yang terlama; karya tanpa tahun diletakkan paling depan. Jika penulis dan tahunnya sama, tambahkan huruf a, b, dan seterusnya sesuai urutan judul di daftar pustaka. Contoh dengan nama fiktif:
(Wijaya, t.t., 2021, 2023a, 2023b)
Sitasi sekunder
Gunakan sitasi sekunder secukupnya, misalnya bila karya asli sudah tidak beredar atau ditulis dalam bahasa yang tidak Anda kuasai. Di teks, sebut karya asli beserta tahunnya, lalu "sebagaimana dikutip dalam" sumber yang benar-benar Anda baca. Hanya sumber kedua yang masuk daftar pustaka, dan tahun karya asli dihilangkan bila tidak diketahui (APA, 2022b). Contoh dari panduan APA:
(Rabbitt, 1982, sebagaimana dikutip dalam Lyon et al., 2014)
Contoh Daftar Pustaka APA 7: Buku, Jurnal, Skripsi
Setiap jenis sumber di bawah diawali pola umum. Contoh yang menyebut nama karya adalah karya nyata dengan data terbitan yang dapat Anda cek. Di naskah, setiap entri diberi indentasi gantung, meskipun tampilan halaman web ini tidak memperlihatkannya.
Buku
Penulis, A. A. (Tahun). Judul buku: Subjudul (Ed. ke-2). Penerbit.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25 (Ed. ke-9). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
American Psychological Association. (2020). Publication manual of the American Psychological Association (Ed. ke-7). https://doi.org/10.1037/0000165-000
- Nama tunggal seperti Sugiyono ditulis utuh tanpa inisial, diikuti titik.
- Edisi ditulis tegak di dalam kurung setelah judul. Kota penerbit tidak dicantumkan.
- Tahun yang dipakai adalah tahun hak cipta di halaman hak cipta buku.
- Bila penulis sama dengan penerbit, seperti pada contoh APA, nama penerbit tidak diulang.
- Buku elektronik ditulis sama seperti buku cetak, dengan DOI bila ada.
Buku suntingan dan bab di dalamnya
Editor, A. A., & Editor, B. B. (Ed.). (Tahun). Judul buku. Penerbit.
Penulis Bab, A. A. (Tahun). Judul bab. Dalam E. E. Editor & F. F. Editor (Ed.), Judul buku (hlm. 45–68). Penerbit.
Judul bab tidak dicetak miring, sedangkan judul bukunya miring. Nama editor yang muncul setelah "Dalam" tidak dibalik. APA resmi memakai "(Eds.)" untuk lebih dari satu editor, tetapi banyak adaptasi Indonesia tetap menulis "(Ed.)".
Artikel jurnal
Penulis, A. A., Penulis, B. B., & Penulis, C. C. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), halaman awal–akhir.
https://doi.org/xxxx
Henseler, J., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2015). A new criterion for assessing discriminant validity in variance-based structural equation modeling. Journal of the Academy of Marketing Science, 43(1), 115–135. https://doi.org/10.1007/s11747-014-0403-8
- Nama jurnal dan nomor volume dicetak miring. Nomor terbitan dan rentang halaman ditulis tegak, tanpa "hlm.".
- Artikel ber-DOI selalu ditulis dengan DOI-nya, meskipun Anda membaca versi cetak (APA, 2022a).
- Artikel tanpa DOI dari situs jurnal, misalnya jurnal kampus berbasis OJS, ditutup dengan URL halaman artikelnya. Artikel tanpa DOI dari basis data akademik ditulis tanpa URL.
- Untuk 21 penulis atau lebih, tulis 19 nama pertama, elipsis, lalu nama penulis terakhir tanpa "&" (APA, 2025).
Skripsi, tesis, dan disertasi
Jika tersedia di repositori kampus:
Penulis, A. A. (Tahun). Judul skripsi [Skripsi, Nama Universitas]. Nama Repositori. URL
Jika hanya tersedia dalam bentuk cetak di perpustakaan:
Penulis, A. A. (Tahun). Judul skripsi [Skripsi tidak diterbitkan]. Nama Universitas.
Ganti "Skripsi" dengan "Tesis" atau "Disertasi" sesuai jenisnya. Judul karya akhir dicetak miring karena berdiri sendiri, bukan bagian dari buku atau jurnal.
Prosiding dan presentasi seminar
Formatnya bergantung pada bentuk terbitnya. Makalah dalam prosiding berbentuk buku ditulis seperti bab dalam buku suntingan:
Penulis, A. A. (Tahun). Judul makalah. Dalam E. E. Editor (Ed.), Judul prosiding (hlm. 12–20). Penerbit.
https://doi.org/xxxx
Prosiding yang terbit berkala sebagai jurnal ditulis dengan format artikel jurnal. Makalah yang hanya dipresentasikan dan tidak diterbitkan memakai format presentasi:
Penulis, A. A. (Tahun, Tanggal Bulan). Judul makalah [Presentasi makalah]. Nama Konferensi, Kota, Negara. URL bila ada
Karya terjemahan
Penulis Asli, A. A. (Tahun terjemahan). Judul edisi terjemahan (B. B. Penerjemah, Penerj.). Penerbit. (Karya asli diterbitkan Tahun asli)
Di teks, cantumkan kedua tahun dengan garis miring dan tahun asli lebih dahulu: (Penulis Asli, Tahun asli/Tahun terjemahan).
Contoh Daftar Pustaka Sumber Indonesia dan Daring
APA tidak memiliki format khusus untuk peraturan atau publikasi lembaga Indonesia. Gunakan pola terdekat, yaitu laporan lembaga, halaman web, atau adaptasi sumber hukum, lalu samakan dengan pedoman kampus.
Peraturan perundang-undangan
Bab sumber hukum dalam manual APA mengikuti sistem sitasi hukum Amerika Serikat, sehingga tidak ada format APA resmi untuk UU, PP, atau Permen. Dua adaptasi berikut sering dipakai pedoman kampus. Pola pertama menjadikan lembaga penerbit sebagai penulis, sejalan dengan aturan penulis lembaga:
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2025). Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2025 Nomor 661). https://peraturan.go.id/files/permendiktisaintek-no-39-tahun-2025.pdf
Di teks, sitasi pertamanya (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi [Kemdiktisaintek], 2025), lalu (Kemdiktisaintek, 2025). Pola kedua menaruh judul peraturan di posisi penulis:
Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. (2025). Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2025 Nomor 661.
Pedoman yang memakai pola kedua biasanya menetapkan bentuk singkat untuk teks, misalnya (Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025). Judul peraturan adalah nama diri, jadi huruf kapitalnya dipertahankan. Sebelum mengutip, periksa statusnya di JDIH BPK (peraturan.bpk.go.id). Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, misalnya, sudah dicabut oleh peraturan di atas, sehingga tidak tepat lagi dijadikan dasar argumen.
Publikasi dan data BPS
Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik Indonesia 2025. https://www.bps.go.id/id/publication/2025/02/28/8cfe1a589ad3693396d3db9f/statistik-indonesia-2025.html
- Di teks: (Badan Pusat Statistik [BPS], 2025) pada sitasi pertama, lalu (BPS, 2025).
- Pakai unit paling spesifik sebagai penulis. Publikasi yang diterbitkan BPS provinsi atau kabupaten ditulis atas nama kantor tersebut.
- Sitasi publikasi atau halaman tempat angka itu dimuat, bukan berkas data mentahnya, kecuali Anda menganalisis ulang set data yang diarsipkan.
- Tabel dinamis yang angkanya terus diperbarui diberi tanggal pembaruan terakhir, atau "t.t." bila tidak ada, ditambah tanggal akses:
Badan Pusat Statistik. (t.t.). Judul tabel [Tabel dinamis]. Diakses 10 Oktober 2026, dari URL tabel
Berita daring
Berita dari surat kabar yang juga terbit cetak memakai format surat kabar: judul berita tegak dan nama surat kabar miring.
Penulis, A. A. (2026, 5 Oktober). Judul berita. Nama Surat Kabar. URL
Berita dari portal yang hanya terbit daring, misalnya detik.com, memakai format halaman web: judul berita miring dan nama situs tegak.
Penulis, A. A. (2026, 5 Oktober). Judul berita. Nama Portal. URL
Berita cocok untuk fakta peristiwa atau pernyataan pejabat, bukan pengganti teori dan hasil penelitian.
Halaman web dan tanggal akses
Penulis atau Lembaga. (Tahun, Tanggal Bulan). Judul halaman. Nama Situs. URL
American Psychological Association. (2025, Oktober). Elements of reference list entries. APA Style. https://apastyle.apa.org/style-grammar-guidelines/references/elements-list-entry
- Tanggal diisi tanggal terbit atau tanggal pembaruan terakhir yang tercantum; bila tidak ada, tulis "t.t.".
- Nama situs tidak ditulis bila sama dengan nama penulis lembaganya.
- Tanggal akses hanya dipakai untuk halaman tak terarsip yang memang dirancang berubah, misalnya tabel dinamis atau halaman profil (APA, 2025).
- Menyebut situs secara umum tanpa mengutip isinya, misalnya "artikel dicari melalui GARUDA (https://garuda.kemdiktisaintek.go.id)", cukup dengan URL di teks dan tidak masuk daftar pustaka.
Video YouTube
Nama Kanal. (Tahun, Tanggal Bulan). Judul video [Video]. YouTube. URL
Penulisnya adalah akun yang mengunggah video. Jika yang Anda kutip adalah narasumber di dalam video, sebut namanya di kalimat, lalu sitasi videonya.
Cara Sitasi ChatGPT dan AI Generatif
APA mengganti panduan sitasi AI generatif pada September 2025 (McAdoo et al., 2025). Format lama yang masih banyak beredar, dengan versi seperti "(Mar 14 version)", sudah tidak dianjurkan. Sekarang ada dua pilihan.
Menyitasi percakapan tertentu
Pakai format ini bila isi percakapan penting bagi pembaca dan alatnya menyediakan tautan berbagi (share link):
Nama Perusahaan AI. (Tahun, Tanggal Bulan). Judul percakapan [Percakapan AI generatif]. Nama Alat atau Model. URL tautan berbagi
Contoh fiktif dengan pola tersebut:
OpenAI. (2026, 2 Oktober). Daftar indikator literasi keuangan untuk kuesioner [Percakapan AI generatif]. ChatGPT. URL tautan berbagi
Menyitasi alat AI secara umum
Pakai format ini bila AI dipakai untuk menyunting, menerjemahkan tulisan sendiri, atau membantu kode, tanpa mengutip keluaran tertentu. Contoh dari panduan APA:
OpenAI. (2025). ChatGPT [Large language model]. https://chatgpt.com/
- Penulisnya perusahaan pengembang, misalnya OpenAI, Google, atau Anthropic, bukan "ChatGPT". AI tidak dapat menjadi penulis.
- Tanggalnya adalah tanggal percakapan untuk sitasi percakapan, atau tahun pembaruan terakhir alat untuk sitasi umum.
- Nomor versi tidak lagi wajib; nama model boleh ditulis bila tersedia. Deskripsi dalam kurung siku boleh disesuaikan, misalnya [Model bahasa besar].
- Prompt tidak masuk entri daftar pustaka. Jelaskan di teks, misalnya di Bab 3, atau di lampiran.
- Di teks: (OpenAI, 2025) atau OpenAI (2025).
Format sitasi tidak membuat semua penggunaan AI otomatis diperbolehkan. Ikuti kebijakan kampus dan pembimbing, ungkapkan penggunaannya, dan jangan menyerahkan teks buatan AI sebagai tulisan Anda sendiri; APA menyebut tindakan itu pelanggaran etika bagi mahasiswa (McAdoo et al., 2025). AI juga bukan sumber ilmiah. Setiap fakta atau rujukan yang disarankannya harus dicek ke sumber aslinya, lalu sumber asli itulah yang disitasi, karena daftar rujukan buatan AI dapat memuat karya yang tidak pernah ada. Risiko penggunaan AI terhadap pemeriksaan naskah dibahas di cara kerja AI detector Turnitin.
Aturan Format Daftar Pustaka APA 7
Nama penulis, termasuk nama Indonesia
- Balik urutan nama: nama belakang, koma, lalu inisial dengan spasi di antaranya, misalnya Ringle, C. M.
- Tulis nama persis seperti di karya yang disitasi, termasuk nama belakang bergaris hubung atau dua kata (APA, 2025).
- Jangan menulis gelar atau jabatan seperti Dr., Prof., S.E., atau M.Si.
- APA tidak punya aturan khusus nama Indonesia. Praktik yang lazim: unsur nama terakhir menjadi nama belakang (Budi Santoso menjadi Santoso, B.), nama tunggal ditulis utuh (Sugiyono.), dan marga diperlakukan sebagai nama belakang. Jika ragu, ikuti cara nama itu ditulis di halaman jurnal atau profil penulisnya, lalu pakai secara konsisten.
Huruf kapital dan cetak miring
Judul artikel, buku, laporan, dan halaman web memakai sentence case, meskipun judul aslinya ditulis dengan huruf kapital di setiap kata (APA, 2020). Huruf kapital hanya untuk kata pertama judul, kata pertama subjudul setelah titik dua, dan nama diri seperti Indonesia, SPSS, atau nama lembaga.
Tertulis di jurnal: Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Minat Investasi Mahasiswa
Di daftar pustaka: Pengaruh literasi keuangan terhadap minat investasi mahasiswa
Nama jurnal tetap ditulis dengan huruf kapital seperti nama resminya. Cetak miring dipakai untuk karya yang berdiri sendiri (buku, laporan, skripsi, halaman web, video) serta nama jurnal dan nomor volume. Judul artikel, judul bab, dan nomor terbitan tidak dicetak miring.
Urutan entri
- Urutkan berdasarkan nama belakang penulis pertama. Penulis lembaga diurutkan menurut nama lengkapnya, jadi Badan Pusat Statistik masuk huruf B.
- Jika nama belakang penulis pertama sama, entri penulis tunggal didahulukan daripada entri dengan beberapa penulis.
- Karya dari penulis yang sama diurutkan dari tahun terlama; karya tanpa tahun di depan.
- Penulis dan tahun yang sama diurutkan menurut judul, lalu diberi huruf a, b, dan seterusnya.
- Karya tanpa penulis diurutkan menurut kata bermakna pertama dalam judulnya.
Indentasi gantung di Word dan Google Docs
Di Microsoft Word, blok seluruh daftar pustaka, buka pengaturan Paragraph (tombol panah kecil di grup Paragraph pada tab Home), pilih Special: Hanging, lalu isi By dengan 1,27 cm. Pintasan Ctrl+T juga membuat indentasi gantung. Di Google Docs, pilih Format > Align & indent > Indentation options > Special indent > Hanging. Label menu sedikit berbeda bila aplikasi Anda berbahasa Indonesia, sedangkan spasi antarbaris dan antarentri mengikuti pedoman kampus.
DOI dan URL
- Tulis DOI dalam bentuk
https://doi.org/…, termasuk untuk artikel lama yang mencetaknya sebagai "doi:" (APA, 2022a). - Tautan boleh aktif (biru bergaris bawah) atau teks biasa.
- Jangan menambahkan titik setelah DOI atau URL, dan jangan menulis "Diakses dari" sebelum DOI.
- ISBN dan ISSN tidak dicantumkan.
- Untuk menemukan DOI, buka halaman artikel atau halaman pertama PDF-nya, atau cari judulnya di Crossref Search (https://search.crossref.org). Situs doi.org hanya membuka DOI yang sudah Anda miliki, bukan mesin pencari.
Contoh Penerapan dalam Paragraf Skripsi
Berikut contoh paragraf Bab 3 tentang uji instrumen. Isinya sesuai dengan sumber yang disitasi.
Sebelum dipakai, kuesioner diuji validitas dan reliabilitasnya. Validitas butir dinilai dengan membandingkan korelasi butir-total terkoreksi dengan r-tabel (Sugiyono, 2019). Reliabilitas diukur dengan koefisien Cronbach's alpha; nilai minimal 0,70 umum dijadikan batas, meskipun 0,60 kadang masih diterima pada penelitian eksploratif (Hair et al., 2019; Nunnally & Bernstein, 1994). Ukuran sampel minimum dihitung dengan G*Power sebagaimana dijelaskan Faul et al. (2009).
Pasangan entrinya di daftar pustaka:
Faul, F., Erdfelder, E., Buchner, A., & Lang, A.-G. (2009). Statistical power analyses using G*Power 3.1: Tests for correlation and regression analyses. Behavior Research Methods, 41(4), 1149–1160. https://doi.org/10.3758/BRM.41.4.1149
Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2019). Multivariate data analysis (Ed. ke-8). Cengage.
Nunnally, J. C., & Bernstein, I. H. (1994). Psychometric theory (Ed. ke-3). McGraw-Hill.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Perhatikan bahwa Hair et al. ditulis singkat di teks tetapi keempat namanya muncul di daftar pustaka. Dua sumber dalam satu kurung diurutkan alfabetis (Hair sebelum Nunnally), "&" dipakai di dalam kurung, dan G*Power tetap berhuruf kapital karena merupakan nama diri.
Kesalahan Umum yang Ditandai Pembimbing
- Sitasi dan entri tidak cocok. Tahunnya berbeda antara teks dan daftar pustaka, ejaan nama berbeda, atau sumber yang disitasi tidak ada di daftar pustaka. Kesalahan ini paling mudah ditemukan penguji.
- Mencampur APA 6 dan APA 7. Sisa APA 6 yang sering terlihat adalah semua nama pada sitasi pertama untuk tiga sampai lima penulis, kota penerbit, "doi:", dan "Retrieved from" di setiap sumber daring.
- Judul memakai huruf kapital di setiap kata, atau huruf kapital semua hasil ekspor basis data. Ubah ke sentence case, kecuali nama jurnal dan nama diri.
- Singkatan lembaga di daftar pustaka. Entri yang diawali "BPS." atau "Kemdiktisaintek." keliru; singkatan hanya dipakai di teks.
- Nama lengkap atau gelar penulis. "Dr. Budi Santoso, M.Si." cukup ditulis Santoso, B.
- Konvensi bercampur dalam satu naskah, misalnya "et al." di Bab 2 tetapi "dkk." di Bab 4, atau "&" dan "dan" bergantian di dalam kurung.
- Tanggal akses di semua sumber daring atau titik setelah DOI. Tanggal akses hanya untuk halaman yang dirancang berubah, dan DOI tidak diakhiri titik.
- Mengutip sumber yang belum dibaca, baik lewat sitasi sekunder yang berlebihan maupun rujukan yang disalin dari daftar pustaka orang lain atau keluaran AI tanpa dicek keberadaannya.
Langkah Berikutnya
Mulailah dari bab yang paling banyak memuat sitasi, biasanya Bab 2, dan cocokkan setiap sitasi dengan daftar pustaka memakai daftar kesalahan di atas. Jika belum memakai manajer referensi, perbandingan Mendeley dan Zotero membantu Anda memilih alat yang cocok dengan pengolah kata Anda, tetapi hasil otomatisnya tetap perlu diperiksa satu per satu. Untuk menambah rujukan yang layak dikutip, lihat cara mencari jurnal referensi berkualitas. Pedoman prodi tetap menjadi acuan akhir, terutama untuk format peraturan, spasi, dan pilihan "et al." atau "dkk."; perbedaannya antarkampus dirangkum di format dan pedoman penulisan skripsi.
Jika ingin naskah diperiksa sebelum diserahkan, tim edit dan proofreading skripsi Jokify dapat mencocokkan sitasi dengan daftar pustaka dan merapikan formatnya pada draf Anda sendiri. Semua perubahan dikirim dalam track changes, sehingga Anda tetap memahami setiap koreksi dan siap mempertahankannya saat sidang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa beda daftar pustaka dan bibliografi dalam APA 7?
APA memakai daftar rujukan (reference list), yaitu daftar yang hanya memuat karya yang benar-benar disitasi di dalam naskah. Bibliografi dapat memuat bacaan latar yang tidak disitasi, sehingga untuk naskah seperti skripsi APA memakai daftar rujukan, bukan bibliografi. Banyak kampus menamai bagian itu "Daftar Pustaka", tetapi isinya tetap mengikuti prinsip daftar rujukan kecuali pedoman Anda menyatakan lain.
Bagaimana menyitasi sumber tanpa penulis atau tanpa tahun?
Periksa dulu apakah ada lembaga yang bertanggung jawab atas karya itu; jika ada, lembaga tersebut menjadi penulisnya. Jika benar-benar tanpa penulis, judul dipindahkan ke posisi penulis, dan di teks Anda menulis judul singkatnya, misalnya ("Judul Artikel," 2026) untuk artikel atau (Judul Laporan, 2026) untuk buku dan laporan. Karya tanpa tahun ditulis dengan "t.t." di daftar pustaka maupun di teks, misalnya (Nama Lembaga, t.t.).
Bagaimana menyitasi hasil wawancara dengan informan?
Kutipan dari informan atau responden penelitian Anda sendiri adalah data penelitian, bukan sumber pustaka. Kutipan itu ditulis langsung dengan kode atau nama samaran sesuai kesepakatan etika penelitian dan tidak masuk daftar pustaka. Wawancara di luar penelitian, surel, atau kuliah yang tidak direkam disitasi sebagai komunikasi pribadi hanya di teks (APA, 2020), dengan format seperti (B. Santoso, komunikasi pribadi, 5 Oktober 2026).
Apakah fitur "Cite" di Google Scholar sudah pasti benar?
Belum tentu. Data yang ditarik otomatis sering tidak lengkap, misalnya DOI atau nomor terbitan hilang, judul tertulis dengan huruf kapital di setiap kata, atau tahun yang terambil dari versi pracetak. Gunakan hasilnya sebagai draf, lalu cocokkan setiap entri dengan halaman artikel aslinya.
Apakah parafrase juga perlu nomor halaman?
Dalam APA 7, nomor halaman wajib untuk kutipan langsung, sedangkan untuk parafrase tidak wajib tetapi dianjurkan bila membantu pembaca menemukan bagian yang dimaksud, misalnya dari buku yang tebal (APA, 2020). Beberapa pembimbing meminta nomor halaman untuk semua rujukan buku. Jika pedoman atau pembimbing Anda memintanya, ikuti aturan itu secara konsisten.
Referensi
- American Psychological Association. (2020). Publication manual of the American Psychological Association (Ed. ke-7). https://doi.org/10.1037/0000165-000
- American Psychological Association. (2022a, Juli). DOIs and URLs. APA Style. https://apastyle.apa.org/style-grammar-guidelines/references/dois-urls
- American Psychological Association. (2022b, Juli). Secondary sources. APA Style. https://apastyle.apa.org/style-grammar-guidelines/citations/secondary-sources
- American Psychological Association. (2025, Oktober). Elements of reference list entries. APA Style. https://apastyle.apa.org/style-grammar-guidelines/references/elements-list-entry
- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2025). Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2025 Nomor 661). https://peraturan.go.id/files/permendiktisaintek-no-39-tahun-2025.pdf
- McAdoo, T., Denneny, S., & Lee, C. (2025, 9 September). Citing generative AI in APA Style: Part 1—Reference formats. APA Style. https://apastyle.apa.org/blog/cite-generative-ai-references
- Zotero. (2026, 14 Mei). Using the Zotero Word plugin. https://www.zotero.org/support/word_processor_plugin_usage


