Lewati ke konten utama
Jokify

› Panduan Tugas Akhir

Cara Menulis Bab 1 Skripsi dan Contoh Tiap Subbab

Tim Editor Metodologi Jokify · Terbit · Diperbarui

Cara Menulis Bab 1 Skripsi dan Contoh Tiap Subbab

Bab 1 skripsi (pendahuluan) menjawab tiga hal: masalah apa yang Anda teliti, mengapa masalah itu penting dan belum terjawab, serta apa yang ingin dicapai penelitian Anda. Isinya umumnya latar belakang, identifikasi dan batasan masalah, rumusan masalah, tujuan, manfaat, dan sistematika penulisan, dengan nama dan urutan yang mengikuti pedoman kampus. Panduan ini memberi contoh kalimat untuk setiap subbab dari satu penelitian ilustrasi, lengkap dengan urutan menulis yang menghemat revisi.

Langkah Singkat Menulis Bab 1 Skripsi

Urutan kerja berikut berbeda dengan urutan subbab di naskah, tetapi mencegah Anda menulis latar belakang panjang yang ternyata tidak mengarah ke rumusan masalah:

  1. Pastikan topik sudah mengerucut menjadi judul sementara — lihat cara memilih topik skripsi.
  2. Rumuskan masalah lebih dulu: dua sampai empat pertanyaan yang presisi.
  3. Turunkan satu tujuan dari setiap rumusan masalah.
  4. Tetapkan batasan masalah: subjek, variabel, lokasi, dan waktu.
  5. Tulis latar belakang yang mengerucut ke rumusan tersebut, lengkap dengan data dan celah penelitian.
  6. Lengkapi identifikasi masalah, manfaat, definisi istilah, dan sistematika sesuai pedoman.
  7. Baca ulang dari judul sampai tujuan untuk memastikan variabel dan istilahnya identik.

Isi Bab 1 dan Variasinya di Tiap Kampus

SubbabFungsiVariasi yang sering ditemui
Latar belakangMenunjukkan masalah, data pendukung, dan celah penelitianDisebut juga "latar belakang penelitian"
Identifikasi masalahMendaftar masalah yang muncul dari latar belakangTidak semua kampus memintanya
Batasan masalahMenetapkan cakupan yang ditelitiDisebut juga "ruang lingkup penelitian"
Rumusan masalahPertanyaan yang dijawab penelitianPenelitian kualitatif memakai fokus penelitian dan pertanyaan terbuka
Tujuan penelitianJawaban yang dituju, dalam bentuk pernyataanAda yang membagi tujuan umum dan tujuan khusus
Manfaat penelitianKontribusi teoretis dan praktisDisebut juga "kegunaan penelitian"
Subbab tambahanDefinisi istilah, keaslian penelitian, kerangka pemikiran dan hipotesis, sistematika penulisanBergantung pada pedoman fakultas

Sebagian kampus menaruh kerangka pemikiran dan hipotesis di Bab 1, sementara kampus lain menaruhnya di Bab 2; isinya tetap sama dengan yang dibahas di panduan kerangka berpikir. Pada penelitian kualitatif, batasan variabel biasanya diganti fokus penelitian, rumusan masalah berupa pertanyaan terbuka seperti "bagaimana" atau "mengapa", dan tidak ada hipotesis yang diuji secara statistik (Sugiyono, 2019). Konsekuensi pilihan pendekatan untuk setiap bab dibahas di artikel penelitian kuantitatif vs kualitatif, sedangkan gambaran perbedaan format antarkampus ada di panduan format dan pedoman penulisan skripsi.

Semua contoh di bawah memakai satu penelitian ilustrasi agar Anda bisa melihat bagaimana setiap subbab saling terhubung:

Studi kasus ilustrasi (fiktif): Pengaruh intensitas penggunaan Instagram terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas X angkatan 2022–2023.

Cara Menulis Latar Belakang Masalah

Latar belakang bertugas meyakinkan pembaca bahwa masalah Anda nyata, penting, dan belum cukup dijawab penelitian sebelumnya. Polanya piramida terbalik: dari konteks yang luas, mengerucut ke masalah spesifik, lalu ditutup dengan pernyataan masalah. Pola ini sejalan dengan model pendahuluan Creswell dan Creswell (2018): masalah penelitian, penelitian yang sudah ada, kekurangannya, lalu pentingnya penelitian Anda.

LapisanIsiPorsi (perkiraan)
KonteksGambaran fenomena yang relevan1–2 paragraf
KesenjanganKondisi ideal dibandingkan kondisi nyata2–3 paragraf
Data dan temuanStatistik resmi, studi pendahuluan, penelitian terdahulu2–3 paragraf
Celah penelitianApa yang belum dijawab literatur1–2 paragraf
Pernyataan masalahJembatan ke rumusan masalah1 paragraf

Langkah 1: Buka dengan Konteks yang Spesifik

Hindari pembuka klise seperti "Dewasa ini, perkembangan teknologi informasi semakin pesat…". Buka dengan fakta yang spesifik dan bersumber:

Alat periklanan Meta menunjukkan jangkauan iklan Instagram di Indonesia mencapai 108 juta pengguna pada akhir 2025, setara dengan 37,6% populasi; pada kelompok usia 18 tahun ke atas, jangkauan iklannya setara dengan 49,7% penduduk usia tersebut (Kemp, 2025).

Perhatikan cara kalimat itu menyebut jenis datanya: jangkauan iklan tidak sama dengan jumlah pengguna unik. Saat Anda menulis, pakai edisi laporan terbaru dan sebutkan jenis angka seperti yang tertulis di sumber aslinya.

Langkah 2: Tunjukkan Kesenjangan Ideal dan Nyata

Jelaskan kondisi yang seharusnya terjadi, lalu kondisi yang benar-benar terjadi. Data studi pendahuluan dari lokasi penelitian Anda sendiri sangat kuat untuk bagian ini:

Mahasiswa idealnya menyisihkan waktu yang cukup untuk belajar mandiri di luar kelas. Namun, studi pendahuluan peneliti terhadap 50 mahasiswa Prodi Manajemen Universitas X pada [bulan, tahun] menunjukkan rata-rata waktu mengakses Instagram 4,5 jam per hari, sedangkan waktu belajar mandiri rata-rata 1,9 jam per hari; 31 responden (62%) mengaku biasanya menunda tugas hingga mendekati tenggat.

Angka pada contoh ini adalah data ilustrasi (fiktif). Dalam skripsi Anda, studi pendahuluan harus benar-benar dilakukan, dan cara pengumpulannya dijelaskan singkat.

Langkah 3: Dukung dengan Data Resmi dan Penelitian Terdahulu

Kutip statistik dari sumber resmi — BPS, kementerian terkait (misalnya Kemdiktisaintek untuk data pendidikan tinggi), atau laporan lembaga riset — serta temuan jurnal yang relevan. Banyak pedoman menetapkan batas kemutakhiran rujukan, misalnya 5 atau 10 tahun terakhir, jadi pakai data terbaru yang tersedia. Simpan setiap sumber di manajer referensi sejak awal agar sitasi dan daftar pustaka konsisten; perbandingan dua alat yang paling populer ada di artikel Mendeley vs Zotero.

Langkah 4: Tunjukkan Celah Penelitian

Celah penelitian (research gap) menjelaskan apa yang belum dijawab penelitian sebelumnya dan bagaimana penelitian Anda mengisinya. Bentuknya bisa berupa populasi atau konteks yang belum diteliti, variabel yang belum diuji bersama, temuan yang saling bertentangan, atau metode yang berbeda. Matriks penelitian terdahulu, yang dibahas di panduan kerangka teori, memudahkan Anda melihat celah ini.

Hubungan penggunaan media sosial dan prokrastinasi akademik telah diteliti oleh Penulis A (2023) pada mahasiswa sebuah universitas di Yogyakarta dan oleh Penulis B dan Penulis C (2024) pada mahasiswa di Surabaya. Kedua penelitian mengukur penggunaan media sosial secara umum, bukan intensitas penggunaan satu platform, dan belum mencakup mahasiswa manajemen yang beban tugasnya didominasi tugas kelompok dan proyek. Penelitian ini mengisi celah tersebut dengan berfokus pada intensitas penggunaan Instagram.

Nama dan tahun pada contoh ini fiktif; gunakan penelitian nyata yang benar-benar Anda baca.

Langkah 5: Tutup dengan Pernyataan Masalah

Paragraf terakhir latar belakang menjadi jembatan logis ke rumusan masalah:

Berdasarkan uraian tersebut, perlu diuji apakah intensitas penggunaan Instagram berpengaruh terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Prodi Manajemen Universitas X.

Identifikasi dan Batasan Masalah

Identifikasi masalah mendaftar masalah yang muncul dari latar belakang, termasuk yang tidak akan Anda teliti. Untuk studi kasus ilustrasi:

  1. Durasi penggunaan Instagram mahasiswa jauh melebihi waktu belajar mandiri.
  2. Banyak mahasiswa menunda tugas hingga mendekati tenggat.
  3. Pengaruh intensitas penggunaan Instagram terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa Prodi Manajemen Universitas X belum diteliti.
  4. Faktor lain, seperti regulasi diri dan beban tugas, juga diduga berperan tetapi belum dipetakan.

Batasan masalah lalu menetapkan cakupan yang benar-benar diteliti:

DimensiBatasan pada studi kasus ilustrasi
SubjekMahasiswa aktif Prodi Manajemen Universitas X angkatan 2022 dan 2023
VariabelIntensitas penggunaan Instagram dan prokrastinasi akademik
PlatformInstagram saja, tidak mencakup TikTok atau YouTube
LokasiUniversitas X, Kota Bandung
WaktuSemester genap tahun akademik 2026/2027

Penelitian ini dibatasi pada mahasiswa aktif Program Studi Manajemen Universitas X angkatan 2022 dan 2023 pada semester genap tahun akademik 2026/2027. Variabel yang diteliti adalah intensitas penggunaan Instagram, yang diukur dari frekuensi dan durasi akses, serta prokrastinasi akademik. Faktor lain yang dapat memengaruhi prokrastinasi, seperti regulasi diri dan beban tugas, tidak diteliti.

Jangan mencampur batasan dengan keterbatasan penelitian. Batasan adalah keputusan cakupan yang Anda ambil sebelum meneliti dan ditulis di Bab 1. Keterbatasan adalah kelemahan desain atau pelaksanaan yang membatasi tafsiran hasil, dan biasanya ditulis setelah pembahasan atau di Bab 5 — misalnya, "Intensitas penggunaan diukur dari laporan diri responden sehingga dapat berbeda dari durasi sebenarnya, dan temuan tidak dapat langsung diberlakukan untuk platform lain seperti TikTok."

Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian

Rumusan masalah adalah pertanyaan yang akan dijawab skripsi Anda. Rumusan yang baik ditulis sebagai kalimat tanya, menyebut variabel, subjek, dan konteks secara jelas, dapat dijawab dengan metode yang Anda pilih, dan jumlahnya biasanya dua sampai empat. Untuk studi kasus ilustrasi:

  1. Seberapa tinggi intensitas penggunaan Instagram pada mahasiswa Prodi Manajemen Universitas X angkatan 2022–2023?
  2. Seberapa tinggi tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa tersebut?
  3. Apakah intensitas penggunaan Instagram berpengaruh terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Prodi Manajemen Universitas X angkatan 2022–2023?

Tujuan penelitian adalah pasangan setiap rumusan dalam bentuk pernyataan — satu rumusan, satu tujuan. Pilih kata kerja yang sesuai dengan jenis pertanyaannya:

Jenis rumusanKata kerja tujuanContoh tujuan
DeskriptifMengetahui, mendeskripsikanUntuk mendeskripsikan tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa Prodi Manajemen Universitas X angkatan 2022–2023
AsosiatifMenguji, menganalisisUntuk menguji pengaruh intensitas penggunaan Instagram terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Prodi Manajemen Universitas X angkatan 2022–2023
KomparatifMembandingkan, menguji perbedaanUntuk menguji perbedaan prokrastinasi akademik antara mahasiswa angkatan 2022 dan 2023
KualitatifMengeksplorasi, memahamiUntuk memahami alasan mahasiswa menunda tugas meskipun tenggatnya sudah dekat

Manfaat Penelitian

Manfaat menjelaskan siapa yang terbantu oleh hasil penelitian Anda dan dalam bentuk apa. Hindari kalimat generik seperti "Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan."

Secara teoretis, penelitian ini menguji teori penggunaan dan gratifikasi (uses and gratifications) pada platform media sosial visual di kalangan mahasiswa Indonesia, sehingga hasilnya dapat memperkuat atau mengoreksi temuan sebelumnya tentang media sosial dan prokrastinasi.

Manfaat praktis ditulis per pihak:

  • Bagi mahasiswa: bahan refleksi untuk mengatur waktu penggunaan media sosial agar tidak mengganggu tugas akademik.
  • Bagi program studi: masukan untuk merancang program literasi digital atau pendampingan akademik yang tepat sasaran.
  • Bagi peneliti selanjutnya: data awal untuk penelitian yang menambahkan variabel lain, misalnya regulasi diri sebagai moderator.

Definisi Istilah dan Sistematika Penulisan

Jika pedoman meminta definisi istilah, jelaskan arti kata kunci sebagaimana dipakai dalam penelitian Anda, bukan definisi kamus. Contoh: "Intensitas penggunaan Instagram adalah frekuensi dan durasi mahasiswa mengakses Instagram dalam sehari." Definisi operasional lengkap beserta indikatornya biasanya ditulis di Bab 3.

Sistematika penulisan merangkum isi setiap bab dalam satu atau dua kalimat:

  • Bab I Pendahuluan: latar belakang, identifikasi dan batasan masalah, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian.
  • Bab II Tinjauan Pustaka: landasan teori, penelitian terdahulu, kerangka pemikiran, dan hipotesis.
  • Bab III Metode Penelitian: desain, populasi dan sampel, instrumen, serta teknik analisis data — rinciannya dibahas di panduan metode penelitian Bab 3.
  • Bab IV Hasil dan Pembahasan: deskripsi data, hasil uji, dan pembahasan temuan.
  • Bab V Penutup: kesimpulan, keterbatasan, dan saran.

Kesalahan Umum di Bab 1

  • Latar belakang tidak mengerucut. Setiap paragraf harus mendukung masalah penelitian; informasi menarik yang tidak relevan sebaiknya dibuang.
  • Tidak ada celah penelitian yang jelas. Ini termasuk hal yang paling sering ditanyakan penguji: apa yang belum dijawab penelitian sebelumnya?
  • Data tanpa sumber atau sudah usang. Setiap angka perlu sitasi yang bisa dicek, dan data lama melemahkan urgensi penelitian.
  • Variabel tidak konsisten. Variabel dan istilah di judul, rumusan, tujuan, dan Bab 3 harus identik.
  • Tujuan hanya menyalin rumusan. Tujuan ditulis sebagai pernyataan dengan kata kerja yang tepat, bukan sebagai pertanyaan.
  • Manfaat terlalu normatif. "Semoga bermanfaat bagi semua pihak" tidak menjelaskan apa pun.
  • Batasan dicampur keterbatasan. Cakupan penelitian masuk Bab 1; kelemahan hasil masuk pembahasan atau Bab 5.
  • Menyalin latar belakang skripsi lain. Selain melanggar integritas akademik, latar belakang orang lain tidak akan pas dengan rumusan masalah Anda.

Langkah Berikutnya

Setelah draf Bab 1 selesai, bawa ke pembimbing bersama judul sementara dan gambaran metode yang Anda rencanakan, karena kelayakan rumusan sering dinilai dari kesesuaiannya dengan metode. Siapkan juga daftar sumber utama di latar belakang agar mudah ditunjukkan bila diminta. Bab 1 biasanya direvisi lagi setelah Bab 2 dan Bab 3 matang, jadi simpan setiap versi dan catat alasan perubahannya. Jika Anda ingin Bab 1 diperiksa sebelum diajukan, bimbingan Bab 1 Jokify mereview alur latar belakang, celah penelitian, dan ketajaman rumusan masalah Anda lalu memberi catatan perbaikan tertulis; Anda tetap merevisi sendiri sebagai penulis, sehingga memahami setiap argumen dan siap mempertahankannya saat seminar proposal maupun sidang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa halaman Bab 1 skripsi?

Tidak ada standar nasional; jumlah halaman ditentukan pedoman kampus atau arahan pembimbing. Yang lebih penting adalah proporsinya: latar belakang biasanya menjadi bagian terpanjang, sedangkan rumusan, tujuan, dan batasan cukup ringkas. Jika pedoman tidak mengatur, tanyakan rentang yang diharapkan pembimbing sebelum mulai menulis.

Bolehkah latar belakang memakai data survei awal sendiri?

Boleh, dan data seperti ini sering memperkuat argumen karena spesifik untuk konteks Anda. Jelaskan singkat cara pengumpulannya, misalnya jumlah responden, waktu, dan pertanyaan yang diajukan, lalu simpan data mentahnya untuk ditunjukkan bila diminta. Angka studi pendahuluan tidak boleh dikarang atau diperkirakan.

Bolehkah mengutip berita atau media sosial di latar belakang?

Berita dari media kredibel boleh dipakai untuk menunjukkan fenomena yang sedang terjadi, tetapi data utama sebaiknya berasal dari sumber resmi seperti BPS, kementerian, atau laporan lembaga, serta jurnal ilmiah. Unggahan media sosial dan blog tanpa penulis yang jelas sebaiknya tidak dijadikan dasar argumen. Ikuti juga aturan pedoman kampus tentang jenis sumber yang diperbolehkan.

Apakah Bab 1 proposal sama dengan Bab 1 skripsi akhir?

Isinya sama, tetapi Bab 1 skripsi akhir perlu diperbarui: rumusan yang direvisi setelah seminar proposal, data latar belakang yang sudah terbit edisi barunya, dan istilah yang harus konsisten dengan Bab 4 dan Bab 5. Bacalah Bab 1 sekali lagi setelah kesimpulan selesai untuk memastikan setiap rumusan benar-benar terjawab.

Bagaimana jika pembimbing meminta variabel atau judul diganti?

Ubah rumusan, tujuan, dan batasan lebih dulu, lalu sesuaikan latar belakang agar kembali mengerucut ke masalah yang baru. Periksa juga subbab lain yang menyebut variabel lama, termasuk definisi istilah dan sistematika. Simpan versi lama dan catat alasan perubahannya agar mudah dijelaskan saat seminar proposal.

Referensi

  • Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE.
  • Kemp, S. (2025, 5 November). Digital 2026: Indonesia. DataReportal. https://datareportal.com/reports/digital-2026-indonesia
  • Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

› terima konsultasi 24/7

Saatnya lulus tepat waktu.

Chat WhatsApp untuk konsultasi gratis. Kasih info: jurusan + kampus + bab/topik tugas. Kami balas estimasi harga & timeline dalam <24 jam.