Lewati ke konten utama
Jokify

› Panduan Tugas Akhir

Cara Membuat Kuesioner Skala Likert yang Valid untuk Penelitian

Tim Editor Metodologi Jokify · Terbit 2 Oktober 2026

Cara Membuat Kuesioner Skala Likert yang Valid untuk Penelitian

Kuesioner dengan skala Likert adalah instrumen pengumpulan data yang paling banyak digunakan dalam penelitian kuantitatif di bidang ilmu sosial, manajemen, psikologi, dan pendidikan. Meskipun terlihat sederhana, menyusun kuesioner yang baik memerlukan pemahaman tentang konstruk yang diukur, teknik penulisan butir yang tepat, serta prosedur pengujian instrumen sebelum digunakan di lapangan.

Apa Itu Skala Likert?

Skala Likert (dikembangkan oleh Rensis Likert pada 1932) adalah skala psikometrik yang meminta responden untuk menyatakan tingkat persetujuan atau ketidaksetujuan terhadap serangkaian pernyataan yang berkaitan dengan konstruk yang diteliti.

Bentuk skala yang paling umum:

NilaiLabel
1Sangat Tidak Setuju (STS)
2Tidak Setuju (TS)
3Netral / Ragu-ragu (N)
4Setuju (S)
5Sangat Setuju (SS)

Beberapa penelitian menggunakan skala 4 poin (menghilangkan opsi netral untuk memaksa jawaban terarah) atau skala 7 poin untuk presisi yang lebih tinggi.

Langkah 1: Identifikasi Konstruk dan Dimensi

Sebelum menulis satu pun butir pernyataan, pelajari definisi operasional variabel yang akan diukur. Setiap variabel harus memiliki:

  • Definisi konseptual: apa yang dimaksud secara teoritis
  • Definisi operasional: bagaimana variabel tersebut diukur secara konkret
  • Dimensi/indikator: aspek-aspek yang menyusun konstruk tersebut

Contoh: Variabel: Kepuasan Pelanggan

  • Dimensi 1: Kualitas produk
  • Dimensi 2: Kecepatan layanan
  • Dimensi 3: Harga yang sesuai
  • Dimensi 4: Kemudahan akses

Setiap dimensi kemudian dijabarkan ke dalam beberapa butir pernyataan.

Langkah 2: Menulis Butir Pernyataan

Prinsip Penulisan Butir yang Baik

  • Satu butir satu ide — hindari pernyataan ganda (double-barreled) seperti "Produk ini berkualitas dan harganya terjangkau"
  • Gunakan bahasa yang jelas dan sederhana — hindari istilah teknis yang tidak dipahami responden
  • Hindari pernyataan yang terlalu ekstrem atau absolut (seperti "selalu", "tidak pernah")
  • Kombinasikan pernyataan positif dan negatif (reverse-scored items) untuk mengurangi bias respons, meskipun pernyataan negatif perlu dibalik nilainya sebelum analisis
  • Sesuaikan dengan konteks responden — bahasa harus sesuai dengan latar belakang populasi

Contoh Butir yang Baik vs Buruk

Butir BurukButir Baik
"Produk ini bagus dan cepat""Produk ini memenuhi ekspektasi saya dalam hal kualitas"
"Saya selalu puas dengan layanan ini""Saya puas dengan layanan yang diberikan petugas"
"Harga produk ini tidak terlalu mahal""Harga produk ini sesuai dengan kualitas yang saya terima"

Jumlah Butir Per Dimensi

  • Minimal 3 butir per dimensi/indikator untuk stabilitas pengukuran
  • Optimal: 4–6 butir per dimensi
  • Total kuesioner: hindari lebih dari 40–50 butir agar tidak membebani responden

Langkah 3: Panel Ahli (Expert Judgment)

Sebelum diujikan, kuesioner sebaiknya direview oleh 2–3 orang ahli (dosen pembimbing atau pakar di bidang yang diteliti) untuk menilai:

  • Validitas isi (content validity): apakah butir mencerminkan konstruk yang dimaksud?
  • Keterbacaan: apakah bahasa mudah dipahami?
  • Relevansi: apakah butir relevan dengan tujuan penelitian?

Umpan balik dari panel ahli digunakan untuk merevisi kuesioner sebelum uji coba lapangan.

Langkah 4: Uji Coba dan Uji Validitas-Reliabilitas

Uji Validitas (Construct Validity)

Dilakukan dengan uji korelasi item-total atau Confirmatory Factor Analysis (CFA). Cara paling umum di SPSS:

  1. Klik Analyze → Scale → Reliability Analysis
  2. Masukkan semua butir satu dimensi ke kotak Items
  3. Klik Statistics → centang Item dan Scale if Item Deleted
  4. Klik Continue → OK

Kriteria: Nilai Corrected Item-Total Correlation > 0,3 → butir valid. Jika di bawah 0,3, butir dipertimbangkan untuk direvisi atau dihapus.

Alternatif: gunakan Product Moment Pearson di Analyze → Correlate → Bivariate untuk mengkorelasikan setiap butir dengan skor total.

Uji Reliabilitas (Cronbach's Alpha)

Dijalankan bersamaan dengan Reliability Analysis di SPSS.

Kriteria:

  • α ≥ 0,70 → reliabilitas dapat diterima
  • α ≥ 0,80 → reliabilitas baik
  • α ≥ 0,90 → reliabilitas sangat baik

Jika α di bawah 0,70, periksa kolom Alpha if Item Deleted — hapus butir yang nilainya menurunkan alpha.

Langkah 5: Perbaikan dan Finalisasi

Setelah uji coba:

  1. Hapus atau revisi butir yang tidak valid/reliabel
  2. Susun ulang urutan butir jika perlu (campurkan dimensi secara acak)
  3. Tambahkan bagian identitas responden (nama/anonim, usia, jenis kelamin, dll sesuai kebutuhan)
  4. Tambahkan petunjuk pengisian yang jelas di awal kuesioner

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Tidak melakukan uji coba sebelum pengambilan data utama
  • Mencampur pernyataan positif dan negatif tanpa membalik nilai sebelum analisis
  • Menggunakan butir yang sudah tersedia dari penelitian lain tanpa adaptasi ke konteks penelitian sendiri
  • Tidak menyebutkan sumber dan acuan konstruk dalam bab metodologi

Jika kamu membutuhkan pendampingan dalam menyusun instrumen penelitian yang valid dan sesuai dengan pedoman penulisan skripsi di kampusmu, layanan bimbingan bab 3 dari Jokify dapat membantu kamu dari tahap perencanaan hingga finalisasi instrumen.

› terima konsultasi 24/7

Saatnya lulus tepat waktu.

Chat WhatsApp untuk konsultasi gratis. Kasih info: jurusan + kampus + bab/topik tugas. Kami balas estimasi harga & timeline dalam <24 jam.