Lewati ke konten utama
Jokify

Panduan Tugas Akhir

Cara Membuat Rumusan Masalah Skripsi yang Tajam dan Tepat

Tim Editor Metodologi Jokify · Terbit 14 Juli 2026

Cara Membuat Rumusan Masalah Skripsi yang Tajam dan Tepat

Rumusan masalah adalah fondasi dari seluruh penelitian Anda. Tanpa rumusan yang jelas dan tajam, arah penelitian mudah bergeser, bab-bab berikutnya sulit disusun, dan dosen pembimbing pun akan kesulitan menilai kelayakan riset Anda. Banyak mahasiswa menghabiskan waktu berjam-jam di Bab 1 hanya karena rumusan masalah belum benar-benar "klik". Artikel ini membantu Anda memahami cara merumuskan masalah penelitian yang kuat sejak awal.

Apa Itu Rumusan Masalah?

Rumusan masalah (research question) adalah pertanyaan spesifik yang ingin dijawab melalui penelitian. Ia bukan sekadar topik umum atau judul skripsi — melainkan pertanyaan yang:

  • Dapat diteliti (ada data atau fenomena yang bisa diamati)
  • Relevan dengan bidang ilmu dan kondisi nyata
  • Terbatas cakupannya (tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit)
  • Belum sepenuhnya terjawab oleh penelitian sebelumnya

Rumusan masalah yang baik menjadi kompas yang mengarahkan setiap keputusan metodologis: pemilihan variabel, instrumen, responden, hingga teknik analisis.


Bedakan: Latar Belakang vs. Rumusan Masalah

Kesalahan terbesar mahasiswa adalah mencampuradukkan fenomena dengan masalah penelitian. Latar belakang bertugas memaparkan fenomena, data empiris, dan kesenjangan (gap) yang ada. Rumusan masalah kemudian menutup latar belakang dengan pertanyaan yang diangkat dari kesenjangan itu.

Contoh alur yang benar:

Latar belakang → Penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa meningkat pesat, namun studi tentang dampaknya pada prokrastinasi akademik masih terbatas di konteks Indonesia.

Rumusan masalah → "Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial terhadap tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa Universitas X?"


Jenis-Jenis Rumusan Masalah

Dalam penelitian kuantitatif maupun kualitatif, ada tiga tipe umum rumusan masalah:

1. Rumusan Deskriptif

Menanyakan gambaran atau kondisi suatu variabel tanpa mengaitkannya dengan variabel lain.

"Bagaimana tingkat literasi keuangan mahasiswa angkatan 2023 di Fakultas Ekonomi Universitas Y?"

2. Rumusan Komparatif

Menanyakan perbedaan antara dua kelompok atau lebih pada variabel tertentu.

"Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar mahasiswa yang menggunakan metode pembelajaran daring dibandingkan tatap muka?"

3. Rumusan Asosiatif / Relasional

Menanyakan hubungan atau pengaruh antara dua variabel atau lebih — ini paling umum dalam skripsi S1.

"Seberapa besar pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi?"


Langkah-Langkah Menyusun Rumusan Masalah

Langkah 1: Identifikasi Kesenjangan (Research Gap)

Baca minimal 5–10 jurnal terbaru (tiga tahun terakhir) terkait topik Anda. Cari:

  • Variabel yang belum diuji secara bersamaan
  • Konteks populasi yang berbeda (industri, wilayah, usia)
  • Inkonsistensi temuan antar penelitian

Langkah 2: Persempit Topik

Topik "pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja" terlalu luas. Persempit menjadi "pengaruh gaya kepemimpinan servant terhadap kinerja tim di perusahaan teknologi rintisan Surabaya."

Langkah 3: Tulis Pertanyaan dalam Kalimat Tanya

Gunakan kata tanya yang tepat:

  • Bagaimana → deskriptif
  • Apakah terdapat perbedaan → komparatif
  • Seberapa besar pengaruh / apakah terdapat pengaruh → asosiatif

Langkah 4: Uji dengan Kriteria FINER

Sebelum finalisasi, uji rumusan Anda dengan kriteria FINER:

  • Feasible — dapat diteliti dengan sumber daya yang ada
  • Interesting — menarik bagi komunitas ilmiah
  • Novel — memberikan kontribusi baru
  • Ethical — tidak melanggar etika penelitian
  • Relevant — relevan dengan bidang dan kebutuhan nyata

Langkah 5: Konsultasikan dengan Pembimbing

Rumusan masalah adalah bahan diskusi utama di awal bimbingan. Siapkan minimal dua alternatif rumusan dan tanyakan mana yang paling feasible. Jika Anda butuh panduan lebih lanjut dalam menyusun arah penelitian, bimbingan metodologi dapat membantu Anda memfinalisasi rumusan yang tepat.


Contoh Rumusan Masalah yang Baik vs. Buruk

Rumusan BurukRumusan Baik
"Apa pengaruh media sosial?""Apakah intensitas penggunaan Instagram berpengaruh terhadap citra tubuh (body image) remaja perempuan usia 15–18 tahun di Kota Bandung?"
"Bagaimana kinerja karyawan?""Bagaimana pengaruh beban kerja dan kompensasi terhadap kinerja karyawan BUMN sektor energi di Jakarta?"
"Apakah pendidikan penting?""Apakah tingkat pendidikan orang tua berpengaruh signifikan terhadap prestasi akademik siswa SMA Negeri di Kabupaten Sleman?"

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  1. Rumusan terlalu luas — tidak ada batasan populasi, waktu, atau variabel yang jelas.
  2. Rumusan tidak dapat diuji — bersifat normatif ("seharusnya") atau filosofis tanpa operasionalisasi.
  3. Menggunakan kata ambigu — hindari kata seperti "baik", "optimal", atau "berhasil" tanpa definisi operasional.
  4. Terlalu banyak rumusan — untuk skripsi S1, dua hingga empat rumusan masalah sudah cukup. Lebih dari itu biasanya menyebabkan penelitian terlalu melebar.
  5. Rumusan tidak selaras dengan tujuan — setiap rumusan masalah harus memiliki pasangan tujuan penelitian yang eksplisit.

Hubungan Rumusan Masalah dengan Bab Lain

Rumusan masalah yang kuat akan "menjalar" ke seluruh skripsi:

  • Bab 1 → Tujuan dan manfaat penelitian diturunkan langsung dari rumusan masalah
  • Bab 2 → Kerangka teori dan hipotesis dibangun sesuai variabel dalam rumusan
  • Bab 3 → Metode, instrumen, dan teknik analisis dipilih berdasarkan jenis rumusan
  • Bab 4 → Hasil dianalisis untuk menjawab setiap rumusan
  • Bab 5 → Kesimpulan merangkum jawaban atas setiap rumusan masalah

Dengan kata lain, rumusan masalah adalah benang merah yang menjahit seluruh skripsi menjadi satu kesatuan yang kohesif.


Kesimpulan

Menyusun rumusan masalah bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam lima menit. Dibutuhkan pembacaan literatur yang cukup, pemahaman tentang jenis penelitian, dan kemampuan mengidentifikasi celah yang belum dijawab peneliti sebelumnya. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas — dari mengidentifikasi research gap hingga menguji dengan kriteria FINER — Anda akan memiliki rumusan masalah yang tajam, terukur, dan siap dipertahankan di hadapan dosen pembimbing maupun penguji.

› terima konsultasi 24/7

Saatnya lulus tepat waktu.

Chat WhatsApp untuk konsultasi gratis. Kasih info: jurusan + kampus + bab/topik tugas. Kami balas estimasi harga & timeline dalam <24 jam.