› Publikasi Jurnal
Cara Membalas Komentar Reviewer Jurnal: Template, Contoh, dan Frasa Inggris
Tim Spesialis Publikasi Jokify · Terbit

Membalas komentar reviewer berarti menjawab setiap komentar satu per satu dalam surat tanggapan (response to reviewers atau rebuttal letter) dan menunjukkan di bagian mana naskah berubah. Surat yang baik menjawab langsung (setuju atau tidak, lalu alasannya), tetap sopan ketika Anda tidak sependapat, dan mengutip teks baru supaya reviewer tidak perlu membandingkan dua berkas. Panduan ini memuat langkah kerja, template dua bahasa, bank frasa bahasa Inggris, contoh lengkap dengan hasil analisis, serta cara menghadapi reviewer yang saling bertentangan, komentar yang tidak jelas, dan permintaan mengutip karya reviewer.
Langkah Singkat Menyusun Surat Tanggapan
- Baca keputusan editor dan semua komentar sampai selesai, lalu beri jeda satu atau dua hari sebelum menulis (Ratten, 2024). Catat tenggat dan berkas yang diminta.
- Pecah komentar menjadi poin bernomor: R1.1, R1.2, R2.1, dan seterusnya. Satu paragraf yang memuat beberapa isu dijawab per isu.
- Tentukan sikap untuk tiap poin: setuju, setuju sebagian, tidak setuju, atau perlu klarifikasi.
- Revisi naskah, mulai dari perubahan terbesar (data, analisis, argumen) dan akhiri dengan perubahan kecil (bahasa, format).
- Tulis tanggapan dengan pola tetap: jawaban langsung, alasan, lalu kutipan teks baru beserta lokasinya.
- Buka surat dengan ringkasan perubahan utama, dan tulis catatan terpisah untuk editor bila ada hal yang memerlukan keputusannya.
- Bersihkan berkas dari identitas bila jurnal memakai telaah buta, periksa nomor baris, lalu unggah sebelum tenggat.
Memahami Keputusan Editor dan Berkas yang Diminta
Keputusan revisi bukan penolakan, tetapi juga bukan jaminan diterima. Naskah revisi dinilai ulang oleh editor dan, pada sebagian keputusan, oleh reviewer yang sama. Istilah minor revision dan major revision dipakai berbeda-beda antarjurnal, sehingga isi email editor lebih menentukan daripada labelnya. Di OJS, keputusan Request Revisions berarti revisi harus selesai sebelum naskah diterima, sedangkan Resubmit for Review berarti revisi dikirim untuk putaran telaah berikutnya. Daftar lengkap label keputusan ada di panduan cara submit artikel ke jurnal SINTA.
Berkas yang lazim diminta ada tiga: naskah revisi dengan perubahan yang ditandai (track changes atau highlight), naskah revisi bersih, dan surat tanggapan. Sebagian jurnal hanya meminta dua di antaranya, jadi ikuti instruksi pada email keputusan. Tenggat revisi juga tercantum di sana. Bila waktu tidak cukup, minta perpanjangan sebelum tenggat berakhir, bukan sesudahnya.
Struktur Surat Tanggapan Poin demi Poin
Susunan surat tanggapan hampir seragam di berbagai jurnal, dan susunan yang seragam memudahkan editor memeriksanya. Noble (2017) menyarankan membuka dengan ringkasan, lalu mengutip seluruh ulasan dengan tanggapan Anda di sela-selanya.
| Bagian | Isi | Catatan |
|---|---|---|
| Salam dan terima kasih | Terima kasih kepada editor dan reviewer, beserta judul dan nomor naskah | Dua atau tiga kalimat, tanpa pujian berlebihan |
| Ringkasan perubahan | Tiga sampai enam perubahan terbesar, termasuk kritik dari lebih dari satu reviewer | Memberi editor gambaran sebelum rincian |
| Konvensi penulisan | Warna atau gaya huruf untuk komentar, tanggapan, dan teks baru | Satu kalimat |
| Tanggapan per reviewer | Setiap komentar: kutipan utuh, jawaban langsung, perubahan pada naskah | Tidak ada komentar yang dilewati |
| Penutup | Satu atau dua kalimat, termasuk kesediaan merevisi lebih lanjut | Tanpa janji tentang hasil |
Tiga Unsur pada Setiap Komentar
- Komentar. Salin utuh dan beri nomor, misalnya R1.2 untuk poin kedua dari reviewer pertama.
- Tanggapan. Mulailah dengan jawaban langsung ("Kami setuju", "Kami tidak menambahkan variabel ini"), baru jelaskan alasannya. Jika reviewer benar, katakan terus terang.
- Perubahan. Kutip teks baru atau teks yang berubah beserta lokasinya, sehingga reviewer tidak perlu membuka naskah untuk memeriksanya (Noble, 2017).
Bedakan ketiganya dengan gaya huruf, misalnya komentar reviewer dalam huruf miring, tanggapan Anda dalam warna lain, dan teks baru yang disorot. Jelaskan konvensi itu di awal surat.
Nomor Baris, Bukan Halaman
Nomor halaman dan paragraf bergeser setiap kali naskah disunting. Nomor baris lebih stabil: aktifkan lewat Layout > Line Numbers > Continuous di Word, lalu tulis jelas apakah rujukan Anda ke naskah awal atau naskah revisi (Noble, 2017). Periksa ulang semua nomor baris setelah suntingan terakhir, karena nomor yang meleset membuat reviewer meragukan ketelitian Anda.
Tabel Revisi untuk Jurnal Indonesia
Sebagian jurnal Indonesia meminta formulir tertentu alih-alih surat bebas, misalnya Reviewer Response Form, Revision Form, atau template rebuttal letter berbentuk tabel. Isinya hampir selalu sama: nomor, komentar, tanggapan penulis, dan lokasi revisi. Bila jurnal Anda menyediakan formulir, pakai formulir itu apa adanya. Bila tidak, tabel berikut bisa menjadi dasar; susunannya sejalan dengan saran editorial untuk menaruh saran reviewer di sisi kiri dan penjelasan perubahan di sisi kanan (Ratten, 2024). Baris contohnya fiktif dan bernomor sama dengan contoh lengkap di bawah.
| No. | Komentar reviewer | Tanggapan penulis | Lokasi revisi |
|---|---|---|---|
| 1.1 | "Validitas instrumen belum dijelaskan." | Setuju. Kami menambahkan analisis faktor konfirmatori dan melaporkan indeks kecocokan modelnya. | Subbab 3.4, baris 214–231; Tabel 3 |
| 1.2 | "Ukuran sampel belum dijustifikasi." | Setuju. Kami menambahkan dasar penentuan ukuran sampel untuk analisis faktor dan regresi. | Subbab 3.2, baris 176–188 |
Cara Menjawab Setiap Jenis Komentar
Hampir semua komentar masuk ke salah satu dari lima jenis berikut. Pilih sikap berdasarkan bukti, bukan berdasarkan perasaan terhadap nada reviewer.
| Jenis komentar | Sikap | Pola tanggapan |
|---|---|---|
| Koreksi (salah ketik, angka, rujukan, format) | Setuju | Perbaiki, lalu sebutkan lokasinya |
| Permintaan analisis atau data tambahan yang wajar | Setuju dan kerjakan | Jalankan analisis, laporkan hasilnya, tentukan masuk naskah atau lampiran |
| Reviewer tampak salah paham | Anggap tulisan kurang jelas | Mohon maaf atas ketidakjelasan, tulis ulang bagian itu, kutip hasilnya |
| Saran di luar cakupan atau tidak dapat dipenuhi | Tidak setuju (sebagian) | Jelaskan dengan bukti, tawarkan alternatif, cantumkan sebagai keterbatasan |
| Komentar tidak jelas | Perlu klarifikasi | Tulis tafsiran Anda, kerjakan, lalu minta konfirmasi lewat editor |
Perlakukan salah paham sebagai tanda bahwa tulisan Anda kurang jelas, bukan kesalahan reviewer. Noble (2017) menyarankan meminta maaf atas ketidakjelasan, lalu merevisi dan mengutip teks yang baru walaupun Anda menilai teks lama sudah jelas. Dua contoh berbahasa Indonesia berikut menunjukkan pola yang paling sering membingungkan penulis: setuju sebagian dan tidak setuju. Sesuaikan dengan penelitian Anda dan jangan disalin mentah; tanda kurung siku menandai bagian yang harus Anda isi sendiri.
Setuju sebagian. Kami sepakat bahwa pembahasan variabel kontrol perlu diperkuat, dan telah menambahkannya pada subbab 4.3 (baris 301–318). Namun, kami tidak memasukkan variabel [Z] karena [alasan berdasarkan teori atau data], sebagaimana dijelaskan oleh [Penulis, Tahun]. Hal ini kami cantumkan sebagai keterbatasan (baris 410–414).
Tidak setuju. Kami memahami kekhawatiran Reviewer 2 mengenai [isu]. Dengan hormat, kami mempertahankan [keputusan] karena [alasan yang didukung bukti] ([Penulis, Tahun]). Untuk menjawab inti kekhawatiran itu, kami [tindakan alternatif] (baris 120–128).
Jangan abaikan komentar yang tidak Anda setujui. Alasan seperti "terlalu sulit" atau "tidak sempat" bukan alasan ilmiah.
Bank Frasa Bahasa Inggris dan Indonesia
Jurnal internasional dan jurnal terindeks Scopus hampir selalu meminta surat tanggapan dalam bahasa Inggris. Frasa berikut aman dipakai, tetapi isinya harus Anda sesuaikan dengan kasus Anda. Frasa untuk komentar yang tidak jelas, reviewer yang bertentangan, dan permintaan sitasi ada pada bagian-bagian berikutnya.
| Situasi | Bahasa Inggris | Bahasa Indonesia |
|---|---|---|
| Membuka surat | "We thank the Editor and the Reviewers for their careful reading and constructive comments." | "Kami berterima kasih kepada Editor dan para Reviewer atas telaah yang cermat dan masukan membangun." |
| Menjelaskan format | "Reviewer comments are in black, our responses in blue, and changes in the revised manuscript are highlighted in yellow." | "Komentar reviewer berwarna hitam, tanggapan kami biru, dan perubahan pada naskah revisi disorot kuning." |
| Setuju | "We agree with the Reviewer and have revised the text accordingly (lines 120–128)." | "Kami setuju dengan Reviewer dan telah merevisi teks (baris 120–128)." |
| Setuju sebagian | "We agree that [A], and have therefore [B]. However, we respectfully prefer to keep [C] because [D]." | "Kami setuju bahwa [A], sehingga [B]. Namun, dengan hormat kami mempertahankan [C] karena [D]." |
| Tidak setuju | "With respect, we have not made this change because [reason]. To address the underlying concern, we have instead [action]." | "Dengan hormat, kami tidak melakukan perubahan ini karena [alasan]. Sebagai gantinya, kami [tindakan]." |
| Tulisan kami kurang jelas | "We apologize for the lack of clarity and have rewritten this paragraph." | "Kami mohon maaf atas ketidakjelasan dan telah menulis ulang paragraf ini." |
| Tidak dapat dipenuhi | "Unfortunately, we are unable to [X] because [reason]. We have acknowledged this as a limitation (lines 410–414)." | "Sayangnya, kami tidak dapat [X] karena [alasan]. Kami mencantumkannya sebagai keterbatasan (baris 410–414)." |
| Meminta perpanjangan tenggat | "Would it be possible to extend the revision deadline to [date]? We need the additional time to [reason]." | "Mohon izin memperpanjang tenggat revisi sampai [tanggal] karena kami memerlukan waktu untuk [alasan]." |
| Menutup surat | "We hope that the revised manuscript is now suitable for publication in [Journal], and we would be glad to make any further changes." | "Kami berharap naskah revisi ini sesuai untuk diterbitkan di [Jurnal] dan terbuka terhadap perbaikan lebih lanjut." |
Beberapa kalimat justru memperburuk kesan. Ganti dengan bentuk yang tetap tegas tetapi tidak defensif:
| Hindari | Ganti dengan |
|---|---|
| "The reviewer clearly did not read the paper." | "We apologize that this point was not clear. We have clarified it in lines [X–Y]." |
| "As we already stated in the manuscript..." | Kutip kalimat yang dimaksud dan sebut lokasinya, lalu tambahkan penjelasan bila perlu |
| "We strongly disagree." | "With respect, we hold a different view because [evidence]." |
| "Thank you for the comment." (tanpa isi lain) | Ucapan terima kasih, jawaban langsung, lalu perubahan beserta lokasinya |
| "This is beyond the scope." | Jelaskan mengapa di luar cakupan, lalu cantumkan sebagai keterbatasan atau saran penelitian lanjutan |
Angka dalam surat berbahasa Inggris memakai titik desimal (0.05), bukan koma.
Contoh Lengkap: Dua Reviewer, Tujuh Komentar
Contoh ini fiktif dan dibuat untuk latihan: naskah, reviewer, dan seluruh angkanya berasal dari data simulasi 250 mahasiswa S1. Skenarionya adalah survei tentang literasi digital (LD), efikasi diri akademik (EDA), dan belajar mandiri (BM). Angka dihitung dengan skrip estimasi maximum likelihood yang memperlakukan skala Likert 5 poin sebagai data kontinu. Pada penelitian nyata, salin angka dari output software Anda, misalnya IBM SPSS Amos untuk CFA. Suratnya berbahasa Inggris, sehingga angkanya memakai titik desimal.
Pembuka Surat
Dear Editor and Reviewers,
We thank you for the careful reading of our manuscript ([Manuscript ID]) and for your constructive comments. We have revised the manuscript accordingly. The main changes are:
- a confirmatory factor analysis (CFA) of the measurement model, with fit indices and evidence of convergent and discriminant validity (new Table 3; Reviewer 1, Comment 1);
- a justification of the sample size (Section 3.2; Reviewer 1, Comment 2);
- a restructured Section 2.3, shorter on general theory and more focused on the role of self-efficacy (Reviewer 1, Comment 3; Reviewer 2, Comment 3);
- associational instead of causal wording, and a control variable added to the regression (Reviewer 2, Comments 1 and 2);
- a thorough language edit of the whole manuscript (Reviewer 1, Comment 4).
Reviewer comments are in black, our responses in blue, and changes in the revised manuscript are highlighted in yellow. Line numbers refer to the revised manuscript.
R1.1: Setuju dan Menambah Analisis
Komentar ini mirip pertanyaan yang sering muncul: apakah validitas diuji secara eksploratori atau konfirmatori. Jawaban yang baik menyebut jenis analisis dan alasannya, software, indeks yang dilaporkan, serta kriterianya. Perhatikan bahwa SPSS Statistics tidak menjalankan CFA; RMSEA, CFI, dan TLI berasal dari software SEM seperti Amos.
Reviewer 1, Comment 1. "The manuscript says the questionnaire was 'validated', but only Cronbach's alpha is reported. Was the factor structure examined with exploratory or confirmatory analysis? Please report fit indices and evidence of convergent and discriminant validity."
Response. Thank you; this was a gap in our reporting. We used confirmatory factor analysis (CFA) because the three-factor structure was specified in advance from theory, so no exploratory analysis was run. We estimated the model in IBM SPSS Amos with maximum likelihood. All indices were within conventional ranges (RMSEA ≤ 0.08, CFI and TLI ≥ 0.90, SRMR ≤ 0.08; Hair et al., 2019) and also met the stricter cutoffs of Hu and Bentler (1999): χ²(51) = 58.84, p = 0.210, χ²/df = 1.15; RMSEA = 0.025, 90% CI [0.000, 0.049]; CFI = 0.993; TLI = 0.991; SRMR = 0.038. Standardized loadings ranged from 0.62 to 0.83, composite reliability (CR) from 0.81 to 0.85, and average variance extracted (AVE) from 0.53 to 0.58, so convergent validity is supported. For discriminant validity, the square root of each AVE (0.73–0.76) exceeded the correlations between constructs (0.41–0.46; Fornell & Larcker, 1981), and all HTMT values were below 0.85 (Henseler et al., 2015).
Change in the manuscript. Section 3.4 (lines 214–231) now describes the CFA, and the new Table 3 reports the loadings, CR, AVE, and Cronbach's alpha.
Tabel yang dirujuk surat itu, ditulis dalam format naskah berbahasa Inggris:
| Construct (4 items each) | Standardized loadings | CR | AVE | Cronbach's α |
|---|---|---|---|---|
| Digital literacy (LD) | 0.70–0.83 | 0.85 | 0.58 | 0.85 |
| Academic self-efficacy (EDA) | 0.62–0.81 | 0.81 | 0.53 | 0.81 |
| Self-directed learning (BM) | 0.67–0.81 | 0.83 | 0.55 | 0.83 |
Langkah menjalankan CFA di Amos dan cara membaca setiap indeks ada di panduan analisis CFA dengan AMOS. Untuk validitas butir dan reliabilitas instrumen, lihat uji validitas dan reliabilitas di SPSS. Jika pada penelitian Anda ada AVE di bawah 0,50 atau muatan faktor yang lemah, laporkan apa adanya dan jelaskan keputusan Anda; jangan mengubah angka agar terlihat lolos.
R1.2: Setuju dan Menambah Justifikasi
Reviewer 1, Comment 2. "The sample size (N = 250) is not justified."
Response. We agree that the justification was missing. For the CFA, our 12 indicators call for 5 to 10 observations per indicator (60 to 120) and a minimum of 100 cases (Hair et al., 2019). For the regression, a power analysis in G*Power (F test, multiple regression, f² = 0.15, α = 0.05, power = 0.80, three predictors) gives a minimum of 77 respondents (Faul et al., 2009). Our sample of 250 meets both requirements and gives 80% power to detect effects as small as f² = 0.04.
Change in the manuscript. Section 3.2 (lines 176–188).
Rumus dan langkah penentuan ukuran sampel dibahas di cara menghitung ukuran sampel.
R1.3 dan R2.3: Dua Reviewer Saling Bertentangan
Reviewer 1, Comment 3. "Section 2.3 (self-regulated learning theory) is too long and partly repeats the Introduction. Please shorten it."
Reviewer 2, Comment 3. "Section 2.3 is too general to motivate Hypothesis 2. Please explain in more depth how academic self-efficacy leads to self-directed learning."
Response to both. The two comments pull Section 2.3 in different directions, and we have tried to meet the concern behind each. In response to Reviewer 1, we removed the general overview of self-regulated learning and the paragraph that repeated the Introduction. In response to Reviewer 2, we added a focused argument on how academic self-efficacy is expected to relate to self-directed learning and derived Hypothesis 2 from it. The section is now shorter overall but more specific. We have also informed the Editor of the conflict in a separate note.
Change in the manuscript. Section 2.3 (lines 96–131).
R1.4: Komentar tentang Bahasa
Reviewer 1, Comment 4. "The English needs improvement."
Response. We apologize for the language problems that made parts of the text hard to follow. We revised the whole manuscript for grammar, style, and consistent terminology; every change is visible in the tracked-changes file.
Jika Anda memakai jasa penyuntingan bahasa, sebutkan secara jujur. Memperbaiki bahasa tidak sama dengan mengubah isi ilmiah, dan isi tetap tanggung jawab Anda.
R2.1: Bahasa Sebab-Akibat pada Desain Potong Lintang
Reviewer 2, Comment 1. "The study is cross-sectional, yet the manuscript uses causal language ('affects', 'leads to'). Please tone down these claims."
Response. We agree. A cross-sectional survey can show association but not cause and effect. We replaced causal wording with associational wording throughout (for example, "digital literacy affects self-directed learning" now reads "digital literacy is positively associated with self-directed learning"), revised Hypotheses 1 and 2 accordingly, and added the cross-sectional design as a limitation.
Change in the manuscript. Abstract; Sections 1, 4, and 5; limitations in lines 402–415.
R2.2: Setuju Sebagian, dengan Hasil Analisis Baru
Reviewer 2, Comment 2. "Students in later semesters may be more self-directed. Please control for semester and for family income."
Response. We agree that semester may confound the relationships and have added it as a control variable in a second regression model (new Table 5). The coefficients of digital literacy (β = 0.31 in both models) and academic self-efficacy (β = 0.24 in both models) were virtually unchanged. Semester was not significantly associated with self-directed learning (β = 0.07, p = 0.190), and R² rose only from 0.200 to 0.206 (ΔR² = 0.006, F(1, 246) = 1.73, p = 0.190). Family income was not collected in our questionnaire, so we cannot control for it; we now acknowledge this as a limitation and recommend including it in future studies.
Change in the manuscript. Section 4.3 (lines 301–318); Table 5; limitations in lines 402–415.
Perhatikan polanya: setiap tanggapan dibuka dengan jawaban langsung, setiap perubahan punya lokasi dan angka baru dilaporkan lengkap, dan kekurangan (pendapatan keluarga tidak dikumpulkan) diakui lalu dimasukkan sebagai keterbatasan. Konflik antarreviewer dijawab dengan jalan tengah yang spesifik dan diberitahukan kepada editor.
Situasi Sulit dan Catatan untuk Editor
Dua Reviewer Saling Bertentangan
Contoh jawabannya ada pada R1.3 dan R2.3 di atas. Urutan kerjanya:
- Periksa apakah keduanya benar-benar bertentangan. Sering kali kedua komentar bisa dipenuhi bersama, seperti memangkas teori umum sambil memperdalam argumen inti.
- Putuskan berdasarkan bukti, cakupan jurnal, dan tujuan penelitian, bukan berdasarkan reviewer yang nadanya lebih keras.
- Jawab di surat masing-masing reviewer, dan sebutkan apa yang Anda ubah karena komentar reviewer lainnya. Reviewer umumnya dapat melihat ulasan satu sama lain (Ratten, 2024).
- Jika keduanya tidak mungkin dipenuhi sekaligus, jelaskan pilihan Anda dan minta editor memutuskan lewat catatan terpisah (Noble, 2017).
Komentar yang Tidak Jelas
Jangan mengabaikannya, dan jangan menebak secara diam-diam. Tulis tafsiran Anda secara eksplisit, kerjakan berdasarkan tafsiran itu, dan buka kesempatan klarifikasi. Reviewer biasanya anonim, sehingga pertanyaan klarifikasi disampaikan lewat editor, misalnya melalui panel Review Discussions di OJS atau email ke editor.
We are not certain that we have understood this comment correctly. We interpret it as a request to show that the results hold when outliers are excluded, and we have added this analysis in Section 4.4 (lines 322–335). If the Reviewer had a different analysis in mind, we would be grateful for clarification through the Editor.
Reviewer Meminta Anda Mengutip Karyanya
Permintaan semacam ini sah bila karya itu memang relevan dan belum Anda kutip; kutipan yang tepat justru memperkuat naskah. Namun pedoman etika COPE menyatakan bahwa reviewer tidak seharusnya menyarankan penulis mengutip karya reviewer sendiri atau rekannya sekadar untuk menambah jumlah sitasi, dan bahwa saran harus berdasar alasan akademik atau teknis yang sah (COPE Council, 2017). Cara menanganinya:
- Baca karya yang disebut dan nilai relevansinya dengan argumen Anda.
- Bila relevan, kutip dan tunjukkan di bagian mana serta mengapa. Menambahkan nama ke daftar pustaka tanpa membahasnya tidak menjawab komentar.
- Bila hanya sebagian yang relevan, kutip yang relevan dan jelaskan mengapa sisanya tidak.
- Bila tidak relevan, tolak dengan sopan; jangan menambah sitasi hanya agar aman.
- Bila permintaannya tampak berlebihan atau berulang tanpa alasan akademik, sampaikan secara netral dan faktual kepada editor dalam catatan terpisah, bukan dalam surat untuk reviewer.
Thank you for pointing us to [Author, Year]. It is directly relevant to the relationship between self-efficacy and self-directed learning, so we now discuss it in Section 2.3 (lines 96–104).
We read [Author, Year] with interest. Because that study concerns [a different population or outcome], we judged that it does not bear directly on our argument and have therefore not cited it. We would be glad to add it if the Editor considers it necessary.
Nama dan tahun di atas sengaja berupa tanda kurung siku; jangan menyalinnya sebagai rujukan.
Catatan Terpisah untuk Editor
Surat tanggapan dibaca editor dan reviewer sekaligus. Hal yang hanya perlu diketahui editor sebaiknya ditulis terpisah, di kolom komentar untuk editor pada sistem jurnal atau dalam surat pengantar revisi. Isi yang lazim:
- ringkasan singkat perubahan terbesar, dua sampai empat kalimat;
- perubahan yang tidak diminta reviewer, misalnya data yang diperbarui atau kesalahan yang Anda temukan sendiri, supaya transparan;
- komentar yang bertentangan atau di luar kemampuan Anda, disertai permintaan arahan;
- kekhawatiran tentang perilaku reviewer, ditulis netral dan faktual. Noble (2017) menyarankan agar dugaan konflik kepentingan tidak diangkat dalam surat untuk reviewer.
Dear Editor,
Thank you for the opportunity to revise our manuscript [Manuscript ID], "[Title]". We have addressed all comments in the attached point-by-point response, together with a clean and a tracked-changes version of the manuscript.
Two points need your guidance. First, Reviewer 1 asked us to shorten Section 2.3, whereas Reviewer 2 asked us to expand it; we restructured the section to serve both purposes and would welcome your view on whether this is acceptable. Second, Reviewer 2 asked us to control for family income, which our questionnaire did not collect; we have listed this as a limitation.
Apart from the reviewers' requests, we corrected a transcription error in Table 2 (lines 262–270).
Sincerely,
[Name], on behalf of all authors
Untuk jurnal berbahasa Indonesia, unsur yang sama berlaku: terima kasih, ringkasan perubahan, hal yang memerlukan keputusan editor, dan perubahan tambahan. Surat pengantar untuk pengiriman pertama dibahas di cara membuat cover letter jurnal.
Unggah Revisi di OJS dan Bersihkan Metadata
Di OJS 3.3 dan 3.4 langkahnya sama (PKP, t.t.-a, t.t.-b). Buka naskah dari dasbor atau dari tautan pada email keputusan, masuk ke tab Review, lalu unggah naskah revisi lewat panel Revisions (Upload a File, pilih opsi revisi dari berkas yang sudah ada, Continue, lalu Complete). Editor otomatis mendapat notifikasi. Untuk pesan tambahan seperti catatan untuk editor, pakai panel Review Discussions (Add Discussion). Langkah rinci ada di cara submit artikel ke jurnal SINTA. Jurnal berbeda dalam cara menerima surat tanggapan: sebagai berkas terpisah, tempelan di diskusi, atau berkas pada kolom khusus, jadi ikuti email keputusan. Sistem lain yang dipakai penerbit internasional punya alur sendiri, dan tautan pada email keputusan biasanya mengantar Anda ke halaman revisi.
Hapus Identitas dari Berkas Revisi
Pada telaah buta ganda (double-blind), nama Anda tidak boleh sampai ke reviewer, padahal Word menyimpan nama penyunting pada setiap komentar dan tanda perubahan. Lewati langkah ini bila jurnal Anda memakai telaah satu arah dan tidak meminta anonimisasi.
- Sebelum mulai menyunting, ubah nama pengguna Word lewat File > Options > General, bagian "Personalize your copy of Microsoft Office": isi User name dan Initials dengan nama netral seperti "Author", lalu centang opsi agar nilai itu selalu dipakai. Komentar dan tanda perubahan baru akan memakai nama tersebut.
- Periksa nama yang tersisa lewat Review > Show Markup > Specific People.
- Pada salinan berkas (bukan berkas kerja), jalankan File > Info > Check for Issues > Inspect Document, pilih kategori yang diperiksa, klik Inspect, lalu Remove All pada "Document Properties and Personal Information". Untuk salinan berkas bertanda perubahan yang sudah memuat suntingan atas nama Anda atau rekan penulis, jalankan hanya kategori ini: Word umumnya melabeli ulang komentar dan tanda perubahan sebagai "Author" tanpa menghapusnya. Periksa hasilnya lewat Review > Show Markup > Specific People sebelum mengunggah.
- Jangan menjalankan Remove All untuk kategori "Comments, Revisions, Versions, and Annotations" pada naskah bertanda perubahan: kategori itu menghapus komentar dan tanda perubahan, dan hasilnya mungkin tidak dapat dipulihkan. Microsoft menyarankan pemeriksaan dijalankan pada salinan (Microsoft, t.t.).
- Periksa juga halaman judul, header dan footer, ucapan terima kasih, nama berkas, serta isi surat tanggapan. Tulis rujukan ke karya Anda sendiri dalam bentuk [Penulis, Tahun] bila jurnal meminta anonimisasi.
Kesalahan Umum dan Daftar Periksa
- Melewatkan komentar yang sulit. Reviewer mencarinya, dan komentar tanpa jawaban sering menjadi alasan putaran revisi berikutnya.
- Menjawab di surat tetapi tidak mengubah naskah. Editor dan reviewer memeriksa naskahnya, bukan hanya suratnya.
- Menulis "sudah diperbaiki" tanpa lokasi atau kutipan. Reviewer terpaksa mencari sendiri.
- Bernada defensif atau menyerang. Tanggapi isi komentar, bukan nadanya.
- Mengubah hal lain tanpa memberi tahu. Data, kesimpulan, atau daftar penulis yang berubah diam-diam merusak kepercayaan. Perubahan penulis mengikuti prosedur jurnal dan memerlukan persetujuan semua penulis.
- Menerima semua saran tanpa menimbang. Anda harus mampu mempertahankan setiap perubahan; saran yang melemahkan argumen boleh dijawab dengan alasan.
Sebelum mengirim, periksa bahwa setiap komentar sudah dijawab (termasuk yang Anda tolak), setiap jawaban diawali jawaban langsung dan diakhiri lokasi perubahan, nomor baris cocok dengan versi akhir, perubahan di luar permintaan reviewer sudah disebutkan, dan berkas lengkap sesuai instruksi: naskah bertanda, naskah bersih, dan surat tanggapan. Pastikan juga identitas sudah dibersihkan bila telaah buta, semua penulis sudah menyetujui (lihat tips komunikasi dengan dosen pembimbing), dan pengiriman terjadi sebelum tenggat atau perpanjangan sudah disetujui. Prinsip yang sama berlaku untuk revisi dari pembimbing, dengan aturan main yang berbeda; alurnya ada di cara menghadapi revisi dosen.
Kesimpulan
Surat tanggapan yang baik mudah diperiksa: setiap komentar dijawab langsung, setiap perubahan bisa ditemukan di naskah, dan nada tetap tenang walaupun Anda tidak sependapat. Beri jeda sebelum menulis, pecah komentar menjadi poin bernomor, kerjakan analisis lebih dulu, lalu jaga agar tabel revisi dan naskah selalu sinkron sampai detik terakhir. Bila revisi Anda terkendala bahasa Inggris, layanan proofread jurnal Jokify memeriksa tata bahasa dan gaya akademis naskah revisi serta surat tanggapan Anda, dengan semua perubahan tampil sebagai Track Changes sehingga Anda sendiri yang menerima atau menolaknya. Anda tetap menjawab setiap komentar dan memahami setiap perubahan, karena Jokify membantu menyiapkan revisi yang rapi hingga keputusan editor, bukan menjanjikan naskah diterima.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa lama waktu yang diberikan untuk merevisi naskah jurnal?
Editor menetapkan tenggat pada email keputusan, dan lamanya berbeda antarjurnal serta antara revisi kecil dan revisi besar. Rencanakan pekerjaan agar selesai sebelum tenggat itu. Jika Anda memerlukan waktu tambahan, tulis kepada editor sebelum tenggat berakhir, jelaskan alasannya, dan usulkan tanggal baru.
Bolehkah saya tidak setuju dengan reviewer?
Boleh. Reviewer memberi saran dan penulis mengenal naskahnya paling baik, tetapi ketidaksetujuan harus disertai alasan ilmiah dan disampaikan dengan sopan. Lebih baik kerjakan sebagian saran atau tawarkan alternatif yang menjawab kekhawatiran reviewer, lalu biarkan editor yang menilai.
Apakah major revision berarti naskah pasti diterima?
Tidak. Naskah revisi dinilai ulang, dan hasilnya bisa diterima, diminta revisi lagi, atau ditolak. Surat tanggapan yang lengkap dan revisi yang sungguh-sungguh memperbesar peluang, tetapi tidak ada yang dapat menjamin hasilnya.
Apa bedanya response letter, rebuttal letter, dan cover letter?
Response letter dan rebuttal letter pada praktiknya sama: surat yang menjawab komentar reviewer satu per satu saat revisi. Cover letter adalah surat pengantar yang menyertai naskah saat pertama kali dikirim, sedangkan surat pengantar revisi cukup singkat dan menunjuk ke surat tanggapan.
Apakah surat tanggapan harus berbahasa Inggris?
Ikuti bahasa jurnal. Jurnal terindeks Scopus dan jurnal internasional hampir selalu memakai bahasa Inggris, sedangkan jurnal Indonesia umumnya menerima bahasa Indonesia. Cek author guidelines atau email keputusan; sebagian jurnal juga menyediakan formulir tanggapan sendiri.
Referensi
- COPE Council. (2017). Ethical guidelines for peer reviewers (Version 2). Committee on Publication Ethics. https://doi.org/10.24318/cope.2019.1.9
- Faul, F., Erdfelder, E., Buchner, A., & Lang, A.-G. (2009). Statistical power analyses using G*Power 3.1. Behavior Research Methods, 41(4), 1149–1160. https://doi.org/10.3758/BRM.41.4.1149
- Fornell, C., & Larcker, D. F. (1981). Evaluating structural equation models with unobservable variables and measurement error. Journal of Marketing Research, 18(1), 39–50. https://doi.org/10.1177/002224378101800104
- Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2019). Multivariate data analysis (8th ed.). Cengage.
- Henseler, J., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2015). A new criterion for assessing discriminant validity in variance-based structural equation modeling. Journal of the Academy of Marketing Science, 43(1), 115–135. https://doi.org/10.1007/s11747-014-0403-8
- Hu, L., & Bentler, P. M. (1999). Cutoff criteria for fit indexes in covariance structure analysis: Conventional criteria versus new alternatives. Structural Equation Modeling, 6(1), 1–55. https://doi.org/10.1080/10705519909540118
- Microsoft. (t.t.). Remove hidden data and personal information by inspecting documents, presentations, or workbooks. Microsoft Support. https://support.microsoft.com/en-us/office/remove-hidden-data-and-personal-information-by-inspecting-documents-presentations-or-workbooks-356b7b5d-77af-44fe-a07f-9aa4d085966f
- Noble, W. S. (2017). Ten simple rules for writing a response to reviewers. PLOS Computational Biology, 13(10), Article e1005730. https://doi.org/10.1371/journal.pcbi.1005730
- Public Knowledge Project. (t.t.-a). Learning OJS 3.3: Authoring. https://docs.pkp.sfu.ca/learning-ojs/3.3/en/authoring
- Public Knowledge Project. (t.t.-b). Learning OJS 3.4: Authoring. https://docs.pkp.sfu.ca/learning-ojs/3.4/en/authoring
- Ratten, V. (2024). Editorial: How to respond to reviewers. Journal of Family Business Management, 14(4), 709. https://doi.org/10.1108/JFBM-09-2024-309


