› Publikasi Jurnal
Cara Submit Artikel ke Jurnal Terakreditasi SINTA
Tim Spesialis Publikasi Jokify · Terbit 30 Mei 2026

Publikasi di jurnal ilmiah terakreditasi SINTA (Science and Technology Index) kini menjadi salah satu syarat kelulusan di banyak program studi S1 maupun S2. Namun, bagi sebagian besar mahasiswa, alur submission terasa asing dan membingungkan — mulai dari menavigasi portal OJS yang beragam tampilannya, hingga merespons komentar reviewer dengan profesional. Panduan ini menyederhanakan prosesnya agar Anda bisa fokus pada kualitas tulisan, bukan terjebak pada prosedur administratif.
Mengenal SINTA dan Mengapa Publikasi di Sana Penting
SINTA adalah portal pemeringkatan jurnal ilmiah Indonesia yang dikelola oleh Kemdikbudristek. Sistem ini menilai kualitas jurnal berdasarkan berbagai indikator terukur: indeksasi internasional, H-index, jumlah sitasi, keteraturan penerbitan, dan kualitas proses editorial. Bagi mahasiswa, publikasi di jurnal SINTA menjadi bukti kontribusi ilmiah yang diakui secara nasional — dan bagi banyak prodi, ini syarat wajib yang tidak bisa dikompromikan.
Lebih dari sekadar formalitas kelulusan, pengalaman melalui proses review jurnal adalah latihan berpikir ilmiah yang sangat berharga. Proses ini mengajarkan Anda bagaimana menerima kritik konstruktif, merevisi argumen berdasarkan masukan ahli, dan mengkomunikasikan penelitian kepada komunitas ilmiah yang lebih luas.
Sebelum mulai menulis, pastikan Anda memahami perbedaan peringkat SINTA — dari SINTA 1 (paling bergengsi) hingga SINTA 6 — karena setiap program studi memiliki syarat peringkat minimal yang berbeda-beda.
Langkah 1: Memilih Jurnal yang Tepat
Memilih jurnal adalah keputusan strategis yang menentukan peluang keberhasilan publikasi Anda. Ini bukan sekadar mencari jurnal yang "mudah diterima" — pilihan yang keliru bisa membuang berbulan-bulan waktu dan energi.
Kriteria Pemilihan Jurnal
- Relevansi scope: Ini adalah kriteria paling fundamental. Pastikan topik artikel Anda sesuai dengan fokus dan lingkup (aims and scope) jurnal. Editor akan menolak artikel di luar scope bahkan sebelum proses review dimulai (desk rejection). Baca halaman "Aims and Scope" di situs jurnal dengan seksama.
- Peringkat SINTA: Sesuaikan dengan syarat program studi Anda. Kunjungi sinta.kemdikbud.go.id untuk memeriksa peringkat terkini — ingat bahwa peringkat diperbarui berkala dan bisa berubah.
- Biaya publikasi (Article Processing Charge/APC): Beberapa jurnal mengenakan biaya publikasi. Nilainya bervariasi dari Rp 200.000 hingga jutaan rupiah. Cek kebijakan biaya sebelum submit agar tidak ada kejutan setelah diterima.
- Waktu terbit dan waktu review: Perhatikan jadwal terbit jurnal (bulanan, kuartalan, semesteran) dan estimasi waktu review (bisa 1–6 bulan). Sesuaikan dengan tenggat kelulusan Anda. Cari jurnal yang secara transparan mencantumkan rata-rata waktu reviewnya.
- H-index jurnal: Jurnal dengan H-index lebih tinggi umumnya memiliki dampak ilmiah yang lebih besar dan lebih dihargai di komunitas akademik.
- Status akreditasi terkini: Selalu verifikasi peringkat SINTA jurnal di portal resmi — beberapa jurnal mengiklankan peringkat lama yang sudah tidak berlaku.
Cara Menemukan Jurnal yang Tepat
- Masuk ke sinta.kemdikbud.go.id → pilih menu Sources → Journals.
- Filter berdasarkan bidang ilmu dan peringkat SINTA yang Anda targetkan.
- Baca 2–3 artikel terbaru dari jurnal yang Anda incar. Jika kedalaman analisis, metodologi, dan gaya penulisannya serupa dengan artikel Anda, peluang lolos lebih besar.
- Periksa apakah jurnal tersebut aktif: apakah edisi terbarunya diterbitkan sesuai jadwal?
Tabel Perbandingan Faktor Pemilihan Jurnal
| Faktor | Prioritas Tinggi | Prioritas Menengah | Pertimbangan Tambahan |
|---|---|---|---|
| Relevansi scope | Wajib sesuai | — | — |
| Peringkat SINTA | Sesuai syarat prodi | Satu tingkat lebih tinggi | Pertimbangkan untuk CV |
| Waktu review | < 3 bulan | 3–5 bulan | > 6 bulan: risiko melesat deadline |
| APC | Gratis atau terjangkau | Sesuai anggaran | Cek apakah ada waiver |
| Bahasa artikel | Indonesia diterima | Bilingual | Inggris saja: butuh proofreading |
Langkah 2: Mempersiapkan Naskah sesuai Panduan Penulis
Setiap jurnal memiliki template dan panduan penulisan (author guidelines) sendiri-sendiri — dan panduan ini wajib dipatuhi sepenuhnya. Kesalahan format saja sudah cukup untuk membuat naskah ditolak langsung oleh editor tanpa melalui proses review (desk rejection).
Elemen Wajib yang Harus Disiapkan
- Naskah utama sesuai template jurnal (biasanya
.docxatau.pdf). Unduh template dari situs jurnal — jangan menggunakan template dari jurnal lain. - Abstrak dalam Bahasa Indonesia dan Inggris (biasanya 150–250 kata). Abstrak harus berdiri sendiri: ia meringkas tujuan, metode, hasil, dan simpulan tanpa perlu merujuk ke bagian lain artikel.
- Kata kunci (keywords): 3–6 kata kunci yang relevan. Pilih kata kunci yang benar-benar mencerminkan isi artikel dan yang kemungkinan akan digunakan orang saat mencari topik serupa.
- Daftar referensi menggunakan gaya sitasi yang diminta jurnal (APA, IEEE, Vancouver, Chicago, dll.).
- Cover letter (surat pengantar): beberapa jurnal mewajibkannya. Isinya mencakup judul artikel, pernyataan bahwa artikel belum dikirim ke jurnal lain, dan alasan singkat mengapa artikel ini relevan untuk jurnal tersebut.
Cek Plagiasi Sebelum Submit
Pastikan tingkat kesamaan (similarity index) artikel Anda sudah dicek menggunakan Turnitin, iThenticate, atau tools serupa. Ambang batas yang umum diterapkan jurnal adalah di bawah 20–25% — termasuk daftar referensi. Jika hasil lebih tinggi dari batas tersebut, parafrase bagian-bagian yang terlalu mirip dengan sumber aslinya.
Struktur Artikel Ilmiah yang Umum (Format IMRaD)
Sebagian besar jurnal ilmiah menggunakan struktur IMRaD:
- Introduction (Pendahuluan): latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan tinjauan literatur singkat.
- Methods (Metode): desain penelitian, populasi dan sampel, instrumen, prosedur pengumpulan data, teknik analisis.
- Results (Hasil): penyajian temuan secara objektif, biasanya dalam bentuk tabel, grafik, atau narasi.
- Discussion (Pembahasan): interpretasi temuan, hubungan dengan literatur terdahulu, implikasi, keterbatasan.
- Conclusion (Kesimpulan): ringkasan temuan utama dan saran untuk penelitian atau kebijakan selanjutnya.
Langkah 3: Mendaftar dan Login ke OJS
Hampir semua jurnal nasional menggunakan Open Journal Systems (OJS) — platform manajemen jurnal berbasis web yang dikembangkan oleh Public Knowledge Project. Meskipun tampilan antarmukanya bervariasi antara satu jurnal dan jurnal lain, alur dasarnya sangat serupa.
Cara Mendaftar di OJS
- Kunjungi website jurnal yang dituju.
- Klik Register atau Daftar dan buat akun baru sebagai Author (Penulis).
- Lengkapi profil dengan informasi yang akurat: nama lengkap sesuai KTP, afiliasi (nama universitas dan program studi), alamat email aktif, dan ORCID ID jika punya.
- Setelah mendapat konfirmasi via email, login ke akun Anda.
- Pilih menu New Submission atau Submit Article untuk memulai proses pengiriman.
Tentang ORCID ID
Daftarkan diri di orcid.org untuk mendapatkan ORCID ID secara gratis. ORCID (Open Researcher and Contributor ID) adalah identitas digital permanen bagi peneliti yang memudahkan pelacakan seluruh jejak publikasi Anda secara internasional. Semakin banyak jurnal bereputasi yang mewajibkan ORCID saat submission — mendaftarkannya sejak sekarang adalah investasi jangka panjang.
Langkah 4: Proses Submission di OJS — Panduan Langkah demi Langkah
OJS biasanya memandu submission dalam 4–5 tahap yang terstruktur. Berikut penjelasan masing-masing tahap beserta hal-hal yang perlu diperhatikan:
Tahap 1 — Start (Mulai)
- Pilih section artikel (misalnya: Research Article, Review Article, Case Study). Pilih yang paling sesuai dengan jenis artikel Anda.
- Centang persetujuan terhadap submission checklist — bacalah setiap poin dengan seksama, jangan sekadar mencentang tanpa membaca.
- Pilih bahasa naskah.
- Jika ada, isi kolom "Comments for the Editor" — ini adalah kesempatan untuk menyampaikan informasi penting kepada editor, misalnya ketidaksesuaian terhadap checklist yang perlu dijelaskan.
Tahap 2 — Upload Submission (Unggah Naskah)
- Unggah file naskah utama. Format yang diminta biasanya
.docxuntuk naskah yang akan diedit, atau.pdfuntuk review. - Beberapa jurnal meminta file terpisah untuk: naskah tanpa identitas penulis (blinded manuscript untuk double-blind review), gambar/figure dalam resolusi tinggi, tabel, dan supplementary material.
- Pastikan nama file mengikuti konvensi yang diminta jurnal, jika ada (misalnya:
NaskahUtama_TanpaIdentitas.docx).
Tahap 3 — Enter Metadata (Isi Data Artikel)
- Isi judul artikel persis seperti yang tercantum di naskah.
- Paste abstrak dalam kotak yang tersedia.
- Masukkan kata kunci yang dipisahkan dengan titik koma atau enter (ikuti format yang diminta).
- Isi data seluruh penulis: nama lengkap, afiliasi, email, dan ORCID. Tandai satu penulis sebagai penulis korespondensi (corresponding author) — yaitu penulis yang bertanggung jawab untuk semua komunikasi dengan editor.
Tahap 4 — Confirmation (Konfirmasi)
- Tinjau kembali semua informasi yang sudah diisi.
- Jika sudah yakin, klik Finish Submission atau Submit.
- Anda akan menerima email konfirmasi otomatis dari sistem OJS. Simpan email ini.
- Status artikel akan dapat dipantau melalui dashboard OJS akun Anda.
Langkah 5: Proses Review dan Merespons Revisi
Proses peer review bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, tergantung jurnal dan ketersediaan reviewer. Pantau status artikel di dashboard OJS Anda secara berkala.
Kemungkinan Keputusan Editor
| Keputusan | Artinya | Langkah Selanjutnya |
|---|---|---|
| Accept as is | Artikel diterima tanpa revisi | Lanjut ke tahap copyediting — ini sangat jarang |
| Accept with Minor Revisions | Perlu perbaikan kecil | Revisi dalam waktu singkat (1–2 minggu) |
| Major Revisions | Perlu perbaikan substansial | Revisi mendalam, dikirim ulang untuk review |
| Revise and Resubmit | Artikel belum cukup matang tapi punya potensi | Revisi besar, bisa berulang beberapa kali |
| Reject | Artikel ditolak | Pertimbangkan jurnal lain atau revisi menyeluruh |
Penting: Penolakan bukan akhir. Hampir semua peneliti — termasuk yang sudah berpengalaman — pernah ditolak oleh jurnal. Baca komentar reviewer dengan cermat, revisi naskah, dan kirim ke jurnal lain yang sesuai.
Cara Membuat Response Letter yang Efektif
Jika mendapat revisi (minor maupun major), kewajiban Anda adalah menyusun response letter (surat tanggapan) yang menjawab setiap komentar reviewer secara sistematis. Ini adalah dokumen terpisah dari naskah revisi.
Struktur response letter yang baik:
- Pembuka: Ucapkan terima kasih kepada editor dan reviewer atas waktu dan masukan yang diberikan.
- Jawab setiap komentar satu per satu: Kutip komentar reviewer, lalu tulis respons Anda secara spesifik. Tunjukkan perubahan yang dilakukan dengan menyebutkan nomor halaman dan paragraf di naskah revisi.
- Jika tidak setuju dengan saran reviewer: Jelaskan alasan ilmiah Anda dengan sopan dan berbasis referensi. Anda tidak wajib menerima semua saran, tetapi harus memberikan justifikasi yang kuat.
- Penutup: Nyatakan keyakinan bahwa revisi telah memperkuat kualitas artikel.
Contoh format respons terhadap satu komentar:
Komentar Reviewer 1, Poin 3: "Metode analisis yang digunakan kurang dijelaskan. Apakah penulis menggunakan analisis faktor konfirmatori atau eksploratori?"
Respons: Terima kasih atas pertanyaan yang sangat relevan ini. Kami telah menambahkan penjelasan bahwa penelitian ini menggunakan analisis faktor konfirmatori (CFA) menggunakan software SmartPLS 3.0, dengan penjelasan mengenai indikator fit yang digunakan (RMSEA, CFI, TLI). Penjelasan ini dapat ditemukan pada halaman 7, paragraf 2 di naskah revisi.
Langkah 6: Proofreading dan Tahap Akhir Sebelum Terbit
Setelah revisi disetujui, artikel masuk ke tahap copyediting (penyuntingan bahasa dan format) dan layout (tata letak untuk versi terbit). Anda mungkin diminta:
- Mengoreksi galley proof — versi final artikel dalam format tata letak jurnal. Ini adalah kesempatan terakhir untuk menangkap kesalahan ketik atau format. Perhatikan setiap detail: nama penulis, afiliasi, abstrak, tabel, gambar, dan daftar referensi.
- Menandatangani formulir transfer hak cipta (copyright transfer form) atau menyetujui lisensi Creative Commons.
- Melunasi APC jika berlaku, biasanya setelah keputusan akhir diterima.
Setelah semua tahap selesai, artikel akan mendapat DOI (Digital Object Identifier) dan secara resmi terbit di edisi jurnal yang dijadwalkan. Artikel juga biasanya tersedia terlebih dahulu sebagai "Online First" atau "Article in Press" bahkan sebelum edisi cetak/online resmi diterbitkan.
Tips Agar Proses Submission Lebih Lancar
- Jangan rush: Kualitas naskah jauh lebih menentukan daripada kecepatan submit. Artikel yang direvisi dengan baik sebelum dikirim memiliki peluang lebih besar untuk lolos review pertama.
- Ikuti panduan penulis 100%: Editor bisa menolak naskah hanya karena margin salah, ukuran font tidak sesuai, atau template yang digunakan berbeda. Kepatuhan terhadap panduan menunjukkan profesionalisme penulis.
- Jaga komunikasi dengan editor: Balas email dari editor dengan cepat dan sopan. Keterlambatan merespons tanpa pemberitahuan bisa membuat submission Anda dibatalkan secara otomatis oleh sistem.
- Catat semua tenggat revisi: OJS biasanya menetapkan batas waktu untuk merespons permintaan revisi. Pasang pengingat di kalender Anda.
- Simpan semua versi file dengan penamaan yang jelas: Misalnya
NaskahUtama_v1_original.docx,NaskahUtama_v2_revisiMinor.docx. Ini menghindari kebingungan ketika ada beberapa putaran revisi. - Jangan submit ke lebih dari satu jurnal sekaligus: Ini adalah pelanggaran etika publikasi ilmiah (duplicate submission) yang serius. Tunggu keputusan dari jurnal pertama sebelum submit ke jurnal lain.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Berikut adalah kesalahan yang paling sering dilakukan mahasiswa dalam proses submission jurnal:
- Mengabaikan author guidelines dan menggunakan template jurnal lain. Editor langsung mendeteksi ini dan ini adalah alasan desk rejection yang paling umum dan paling mudah dihindari.
- Abstrak yang tidak informatif. Abstrak yang hanya menjelaskan tujuan tanpa menyebutkan metode dan hasil tidak memenuhi standar jurnal ilmiah. Reviewer pun menilai kualitas artikel dari abstrak terlebih dahulu.
- Daftar referensi yang tidak lengkap atau tidak konsisten. Pastikan setiap kutipan dalam teks memiliki entri yang tepat di daftar referensi, dan sebaliknya.
- Merespons komentar reviewer secara defensif atau emosional. Komentar reviewer, meski kadang terasa tajam, adalah umpan balik profesional. Merespons dengan argumen berbasis data dan teori — bukan emosi — adalah tanda kedewasaan akademik.
- Tidak memperbarui peringkat SINTA jurnal yang dituju. Beberapa jurnal turun peringkat atau bahkan dikeluarkan dari SINTA. Selalu cek status terkini sebelum submit agar tidak sia-sia.
- Mengirimkan artikel yang masih merupakan salinan langsung dari bab skripsi. Artikel jurnal harus ditulis ulang (bukan sekadar dipotong) dari skripsi — dengan struktur, panjang, dan gaya bahasa yang sesuai dengan konvensi artikel jurnal.
Proses publikasi memang memerlukan kesabaran dan ketelitian yang tinggi. Jika Anda membutuhkan pendampingan dalam menyiapkan naskah yang siap submit — mulai dari adaptasi skripsi menjadi artikel jurnal, pemilihan jurnal yang sesuai, hingga penyusunan response letter — layanan publikasi jurnal SINTA dari Asisten Akademik Jokify siap membantu Anda menavigasi proses ini dengan lebih percaya diri.

