Lewati ke konten utama
Jokify

› Publikasi Jurnal

Perbedaan SINTA 1 sampai 6 dan Aturan Barunya

Tim Spesialis Publikasi Jokify · Terbit · Diperbarui

Perbedaan SINTA 1 sampai 6 dan Aturan Barunya

Perbedaan SINTA 1 sampai 6 terletak pada nilai akreditasi yang diraih jurnal: SINTA 1 untuk nilai tertinggi, SINTA 6 untuk nilai terendah yang masih terakreditasi menurut aturan lama. Peringkat itu menilai pengelolaan jurnal dan mutu artikel-artikelnya, bukan kualitas satu artikel tertentu. Sejak Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026 berlaku, akreditasi hanya menghasilkan peringkat 1–4, sedangkan jurnal SINTA 5 dan 6 yang SK-nya masih berlaku tetap sah sampai masa berlakunya habis.

Ringkasan Perbedaan SINTA 1–6

PeringkatAturan lama (pedoman 2018 dan 2021)Aturan 2026
SINTA 185–100 (lihat catatan)90–100
SINTA 270 sampai < 8580 sampai < 90
SINTA 360 sampai < 7070 sampai < 80
SINTA 450 sampai < 6060 sampai < 70
SINTA 540 sampai < 50Tidak ada lagi
SINTA 630 sampai < 40Tidak ada lagi
Tidak terakreditasi< 30< 60

Catatan: pedoman lama memberi keterangan pada peringkat 1, yaitu "dan atau terindeks di pengindeks internasional bereputasi". Artinya, jurnal terakreditasi yang terindeks di pengindeks internasional bereputasi bisa memperoleh peringkat 1. Aturan 2026 tidak lagi memuat jalur itu. Sumber: Istadi (2021) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi [Ditjen Diktiristek] (2021) untuk aturan lama; Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi [Ditjen Saintek] (2026, Tabel 3) untuk aturan 2026.

  • Makin kecil angka peringkat, makin tinggi nilai akreditasi jurnal.
  • Peringkat berlaku lima tahun, tetapi bisa diturunkan, dibekukan sementara, atau dicabut bila mutu jurnal turun.
  • Instrumen penilaian 2018 dan 2026 berbeda, jadi nilai lama dan nilai baru tidak bisa dikonversi satu sama lain.
  • Peringkat bukan ranking sitasi. Jurnal terindeks Scopus tidak otomatis menjadi SINTA 1 karena tetap harus diakreditasi; jalur peringkat 1 lewat indeksasi internasional hanya ada di aturan lama.

Apa Itu Peringkat SINTA?

SINTA (Science and Technology Index) adalah sistem pengindeks ilmu pengetahuan dan teknologi milik Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Peringkat jurnal yang tampil di SINTA adalah hasil akreditasi jurnal ilmiah nasional: penerbit mengajukan usulan lewat sistem ARJUNA, asesor memeriksa dan menilai jurnal, lalu Direktur Jenderal yang membidangi sains dan teknologi menetapkan status dan peringkatnya dengan surat keputusan (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi [Kemdiktisaintek], 2026, Pasal 9 dan 11; Ditjen Saintek, 2026).

Tidak semua jurnal bisa diakreditasi. Jurnal harus memuat artikel orisinal, memiliki dewan penyunting dan mitra bestari (reviewer) yang berkualifikasi dari berbagai institusi, terbit tepat jadwal secara elektronik, serta memiliki e-ISSN dan DOI (Kemdiktisaintek, 2026, Pasal 4). Petunjuk teknisnya menambahkan syarat formal pada pemeriksaan awal, antara lain:

  • telah terbit sekurang-kurangnya tiga tahun berturut-turut;
  • terbit paling sedikit dua kali setahun dengan sekurang-kurangnya lima artikel per terbitan;
  • mencantumkan kebijakan etika publikasi yang mengacu pada standar Committee on Publication Ethics (COPE);
  • mencantumkan informasi biaya penulis secara transparan, termasuk bila biayanya nol;
  • memiliki DOI yang aktif pada setiap artikel.

Aturan Baru 2026: Hanya Peringkat 1–4

Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah ditetapkan pada 29 Juni 2026 dan mencabut Permenristekdikti No. 9 Tahun 2018 (Pasal 17). Rinciannya diatur dalam Keputusan Dirjen Sains dan Teknologi No. 374/DST/D.D1/HM.01.01/2026 yang ditetapkan pada 6 Agustus 2026 dan menggantikan pedoman akreditasi tahun 2021. Perubahan yang paling berpengaruh bagi penulis:

  • Peringkat 1–4 saja. Hasil akreditasi adalah terakreditasi dengan peringkat 1 sampai 4, atau tidak terakreditasi (Pasal 9). Batas minimal untuk terakreditasi naik menjadi nilai 60.
  • SK lama tetap berlaku sampai habis. Peringkat yang sudah ditetapkan sebelum aturan ini tetap berlaku sampai masa berlakunya berakhir (Pasal 16). Saat diajukan ulang, jurnal SINTA 5 atau 6 akan dinilai dengan aturan baru, sehingga hasilnya peringkat 1–4 atau tidak terakreditasi.
  • Masa berlaku lima tahun. Penerbit dapat mengajukan akreditasi ulang paling lambat enam bulan sebelum masa berlaku habis. Jika pengajuan tepat waktu tetapi prosesnya belum selesai, Direktur Jenderal memberi perpanjangan sementara sesuai peringkat terakhir. Jika tidak diajukan sampai masa berlaku habis, jurnal menjadi tidak terakreditasi (Pasal 10 dan 13).
  • Pemantauan selama masa berlaku. Mutu jurnal terakreditasi dipantau secara berkala maupun sewaktu-waktu, termasuk berdasarkan pengaduan masyarakat yang terverifikasi. Hasilnya bisa berupa penurunan peringkat, pembekuan sementara, atau pencabutan status setelah penerbit dimintai klarifikasi (Pasal 15).
  • Kewajiban transparansi. Jurnal terakreditasi wajib mencantumkan peringkat dan masa berlakunya di laman jurnal (Pasal 10). Petunjuk teknisnya juga melarang jurnal memberikan LoA sebelum naskah diterima dan menjanjikan publikasi cepat yang menjamin penerimaan.

Unsur yang Dinilai dan Bobotnya

Menurut petunjuk teknis 2026, nilai akreditasi adalah jumlah tujuh unsur dengan total 100, ditambah pengurang (disinsentif) bila ditemukan pelanggaran (Ditjen Saintek, 2026, Tabel 2 dan 11).

KodeUnsur penilaianBobotKelompok
AKonsistensi identitas jurnal2Tata kelola
BTata kelola jurnal serta keberagaman mitra bestari, editor, penulis22Tata kelola
CKelengkapan laman jurnal7Tata kelola
DKeberkalaan penerbitan3Tata kelola
EPenyebarluasan (dampak sitasi dan visibilitas)12Tata kelola
FMutu artikel (substansi)34Mutu artikel
GGaya penulisan dan penyuntingan artikel20Mutu artikel
HDisinsentif: pelanggaran integritas (H.1), informasi etik (H.2)H.1 −10 sampai −20; H.2 −3Pengurang

Unsur E menjelaskan posisi Scopus. Jurnal yang tercantum dan metadatanya terindeks di lembaga pengindeks bereputasi internasional memperoleh nilai visibilitas tertinggi, yaitu 6 poin. Jumlah sitasi tiga tahun terakhir juga paling banyak menyumbang 6 poin (Ditjen Saintek, 2026, Tabel 8). Terindeks di pengindeks internasional membantu nilai, tetapi tidak menentukan peringkat sendirian.

Pedoman lama memakai delapan unsur. Pedoman 2021 (Kepdirjen Diktiristek No. 134/E/KPT/2021), yang berlaku sampai digantikan petunjuk teknis 2026, memberi bobot penamaan jurnal (2), kelembagaan penerbit (4), penyuntingan dan manajemen jurnal (19), substansi artikel (41), gaya penulisan (11), penampilan (7), keberkalaan (4), dan penyebarluasan (12). Pedoman 2021 juga mensyaratkan nilai substansi minimal 26 untuk peringkat 2 ke atas (Ditjen Diktiristek, 2021). Pedoman 2018 memakai unsur yang sama dengan bobot 3, 4, 17, 39, 12, 8, 6, dan 11 (Istadi, 2021). Jadi, peringkat yang SK-nya terbit sebelum aturan 2026 berasal dari pedoman lama, bukan dari tujuh unsur di atas.

Contoh Perhitungan Nilai Akreditasi

Data ilustrasi (fiktif) untuk memahami cara nilai dijumlahkan:

KomponenNilai
Tata kelola (A sampai E, maksimal 46)39
Mutu artikel (F dan G, maksimal 54)42
Total sebelum disinsentif81 → peringkat 2
Disinsentif H.2: informasi persetujuan etik tidak ada−3
Nilai akhir78 → peringkat 3

Contoh ini menunjukkan bahwa satu temuan etika yang tampak kecil bisa menurunkan jurnal satu peringkat bila nilainya dekat batas.

Apa Artinya bagi Mahasiswa?

Peringkat yang lebih tinggi berarti jurnal memperoleh nilai lebih tinggi pada unsur-unsur di atas, terutama substansi artikel, keberagaman penulis dan mitra bestari, serta penyebarluasan. Karena substansi artikel berbobot paling besar, wajar bila jurnal berperingkat tinggi menyaring naskah lebih ketat. Namun, peringkat bukan satu-satunya dasar memilih jurnal.

  • Syarat prodi didahulukan. Syarat publikasi untuk lulus ditetapkan masing-masing kampus atau prodi. Contohnya, Prodi Manajemen Universitas Ahmad Dahlan menerima artikel di jurnal nasional minimal SINTA 4 atau jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus atau Web of Science, dikelola di luar kampus sendiri, dan bukan jurnal predator (Program Studi Manajemen FEB Universitas Ahmad Dahlan [UAD], 2025).
  • Jenjang memengaruhi ekspektasi. Syarat publikasi skripsi, tesis, dan disertasi bisa berbeda; gambarannya ada di perbedaan skripsi, tesis, dan disertasi.
  • Kecocokan cakupan dan waktu sama pentingnya. Jurnal yang cocok dengan topik Anda dan jadwal terbitnya sesuai tenggat sering lebih realistis daripada mengejar peringkat setinggi mungkin. Alur pengirimannya dibahas di cara submit jurnal SINTA.

Cara Mengecek Peringkat SINTA Jurnal

  1. Buka sinta.kemdiktisaintek.go.id, lalu pilih menu Journals.
  2. Ketik nama jurnal atau ISSN-nya di kolom pencarian.
  3. Baca label peringkat pada hasil pencarian. Label ditulis dalam bahasa Inggris, misalnya "S2 Accredited"; huruf S di sini singkatan SINTA, bukan jenjang S2. Di dekatnya juga tampil label indeks lain seperti "Scopus Indexed" serta angka Impact, H5-index, dan sitasi. Angka-angka itu bukan dasar penetapan peringkat.
  4. Buka situs resmi jurnal. Jurnal terakreditasi wajib mencantumkan peringkat dan masa berlakunya, sekurang-kurangnya nomor dan tanggal penetapan SK serta tanggal akhir masa berlaku (Ditjen Saintek, 2026).
  5. Pastikan nomor terbitan yang akan memuat artikel Anda tercakup dalam masa berlaku. SK lama mencantumkan rentang volume dan nomor yang tercakup. Menurut aturan 2026, masa berlaku akreditasi pertama dihitung sejak tanggal terbit nomor paling awal dalam rentang tiga tahun yang dinilai, lalu berlaku lima tahun. Akibatnya, saat SK akreditasi pertama terbit, sekitar tiga dari lima tahun masa berlakunya bisa sudah lewat, jadi perhatikan tanggal akhirnya, bukan hanya tanggal SK.
  6. Waspadai jeda status. Jika penerbit terlambat mengajukan akreditasi ulang, jurnal berstatus tidak terakreditasi sejak masa berlaku lama habis sampai peringkat baru ditetapkan, dan nomor terbitan pada jeda itu tetap tidak terakreditasi meskipun terbitnya ditunda (Ditjen Saintek, 2026).

Jika jurnal mengaku terakreditasi tetapi tidak ditemukan di SINTA, atau alamat situsnya berbeda dari yang tercatat, perlakukan sebagai tanda bahaya dan pelajari ciri-ciri jurnal predator.

Skor SINTA Penulis Bukan Peringkat Jurnal

Selain jurnal, SINTA memuat profil penulis dan afiliasi. Di profil itu tampil nilai seperti "SINTA Score Overall", "SINTA Score 3Yr", dan "Affil Score". Skor ini mengukur publikasi seorang peneliti atau institusi, dan tidak berhubungan dengan peringkat akreditasi jurnal. Menurut materi LPPM Universitas Semarang, skor 3 tahun menghitung tiga tahun sebelum tahun berjalan, sedangkan skor overall mencakup seluruh tahun. Publikasi yang dihitung diambil dari Scopus, Web of Science, Garuda, dan Google Scholar dengan bobot berbeda; misalnya, artikel Scopus Q1 sebagai penulis pertama berbobot lebih besar daripada sebagai penulis anggota (LPPM USM, 2024).

Bagi mahasiswa, artinya sederhana: "SINTA berapa" selalu merujuk ke peringkat jurnal, bukan skor penulis. Identitas peneliti yang perlu Anda siapkan sejak awal publikasi biasanya ORCID; caranya ada di panduan ORCID.

Kesalahan Umum Membaca Peringkat SINTA

  • Percaya pada spanduk di situs jurnal tanpa mengecek SK. Peringkat yang dipajang bisa sudah habis masa berlakunya.
  • Menganggap peringkat berlaku untuk semua terbitan. Peringkat terikat pada masa berlaku; terbitan di luar masa itu tidak otomatis ikut terakreditasi.
  • Menyamakan "terindeks Scopus" dengan SINTA 1. Di aturan lama, jurnal terakreditasi yang terindeks pengindeks internasional bereputasi bisa memperoleh peringkat 1. Aturan 2026 tidak lagi memuat jalur itu, dan indeksasi kini bernilai paling banyak 6 poin. Perbandingan lengkap SINTA dan Scopus ada di jurnal Scopus Q1–Q4.
  • Mengira SINTA 5 dan 6 langsung tidak berlaku. Pasal 16 justru mempertahankan peringkat lama sampai masa berlakunya habis; yang berubah adalah hasil akreditasi berikutnya.
  • Membaca "S2 Accredited" sebagai syarat untuk mahasiswa S2. Huruf S di label itu berarti SINTA.
  • Memakai jurnal berperingkat sebagai jaminan setiap artikelnya bermutu. Tetap baca artikelnya secara kritis, terutama bila akan Anda jadikan rujukan; panduannya ada di cara mencari jurnal referensi berkualitas.

Kesimpulan

Perbedaan SINTA 1 sampai 6 adalah perbedaan nilai akreditasi jurnal pada saat dinilai, dan sejak aturan 2026 hanya ada empat peringkat untuk akreditasi berikutnya. Yang perlu Anda cek bukan hanya angkanya, tetapi juga masa berlaku SK, apakah terbitan Anda tercakup, dan apakah peringkat itu memenuhi syarat prodi. Jurnal SINTA 5 dan 6 yang SK-nya masih berlaku tetap sah, tetapi pastikan dulu prodi Anda menerimanya. Jika Anda ingin didampingi memilih jurnal yang sesuai dengan topik, syarat prodi, dan tenggat, layanan pendampingan publikasi jurnal SINTA Jokify membantu menilai naskah Anda sendiri dan menyiapkannya untuk jurnal tujuan, tanpa menjanjikan penerimaan, agar Anda tetap memahami setiap pilihan yang diambil.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah jurnal SINTA 5 dan 6 masih diakui setelah aturan 2026?

Ya, selama SK akreditasinya masih berlaku. Pasal 16 Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026 menyatakan peringkat yang sudah ditetapkan tetap berlaku sampai masa berlakunya berakhir. Apakah prodi Anda menerima artikel di jurnal SINTA 5 atau 6 adalah keputusan prodi, jadi pastikan pada pedoman tugas akhir atau bagian akademik.

Apakah jurnal yang terindeks Scopus otomatis menjadi SINTA 1?

Tidak. Peringkat SINTA selalu ditetapkan lewat akreditasi nasional, jadi jurnal Scopus asal Indonesia tetap harus mengajukan akreditasi. Di aturan lama, jurnal terakreditasi yang terindeks pengindeks internasional bereputasi bisa memperoleh peringkat 1. Aturan 2026 tidak lagi memuat jalur itu, dan indeksasi kini hanya menyumbang paling banyak 6 dari 100 poin pada unsur visibilitas.

Bisakah peringkat jurnal naik sebelum masa berlakunya habis?

Ya. Menurut petunjuk teknis 2026, penerbit dapat mengajukan akreditasi ulang paling cepat setelah menerbitkan tiga nomor baru sejak nomor terakhir yang dinilai, dalam periode pengajuan yang ditetapkan Direktur Jenderal. Bila hasilnya ditetapkan sebelum peringkat lama berakhir, peringkat baru berlaku sejak tanggal penetapan. Sebaliknya, peringkat juga bisa diturunkan, dibekukan, atau dicabut bila hasil pemantauan menunjukkan mutu jurnal menurun.

Mengapa peringkat di situs jurnal berbeda dengan di portal SINTA?

Biasanya karena situs jurnal belum memperbarui informasinya, atau karena masa berlaku peringkat lama sudah habis. Sebaliknya, portal SINTA bisa terlambat memuat SK baru; bila situs jurnal menampilkan SK baru yang belum muncul di SINTA, cocokkan nomor SK-nya dengan pengumuman resmi hasil akreditasi. Rujukannya adalah SK akreditasi dan portal SINTA, bukan spanduk di situs jurnal. Jika selisihnya mencurigakan, misalnya peringkat yang diklaim tidak pernah ada di SINTA, jangan kirim naskah ke jurnal itu sebelum memastikannya.

SINTA berapa yang sebaiknya ditargetkan mahasiswa S1?

Mulailah dari syarat minimal prodi, lalu pilih jurnal yang cakupannya paling cocok dengan topik Anda dan jadwal terbitnya sesuai tenggat kelulusan. Peringkat yang lebih tinggi memberi nilai tambah, tetapi proses telaahnya bisa lebih panjang. Diskusikan pilihan Anda dengan pembimbing, terutama bila pembimbing ikut menjadi penulis.

Referensi

› terima konsultasi 24/7

Saatnya lulus tepat waktu.

Chat WhatsApp untuk konsultasi gratis. Kasih info: jurusan + kampus + bab/topik tugas. Kami balas estimasi harga & timeline dalam <24 jam.