› Publikasi Jurnal
Ciri-Ciri Jurnal Predator dan Cara Mengecek Jurnal Sebelum Submit
Tim Spesialis Publikasi Jokify · Terbit

Jurnal predator adalah jurnal yang mengutamakan keuntungan di atas mutu ilmiah: menarik biaya dari penulis, tetapi tidak menjalankan telaah sejawat (peer review) dan praktik penerbitan yang semestinya. Ciri-ciri jurnal predator yang paling sering muncul adalah janji terbit cepat atau LoA sebelum naskah ditelaah, biaya yang tidak transparan, klaim indeks atau impact factor palsu, dan undangan email massal. Panduan ini membahas tanda-tandanya, modus seperti jurnal hijacked, dan daftar periksa sebelum Anda mengirim naskah.
Ciri-Ciri Jurnal Predator secara Singkat
- Menjamin naskah diterima atau menjanjikan terbit dalam hitungan hari.
- Menawarkan Letter of Acceptance (LoA) sebelum naskah ditelaah.
- Biaya tidak tercantum jelas di situs, atau baru muncul setelah naskah dikirim.
- Mengaku terindeks Scopus, Web of Science, DOAJ, atau terakreditasi SINTA, tetapi tidak ditemukan di basis data resminya.
- Memajang "impact factor" dari layanan yang tidak jelas.
- Memakai nama yang mirip jurnal terkenal atau mengaku menerima naskah dari semua bidang ilmu.
- Dewan redaksinya tidak bisa diverifikasi, dan tidak ada kebijakan telaah sejawat maupun etika publikasi.
- Mengirim undangan massal yang tidak sesuai dengan bidang Anda.
Satu tanda saja belum tentu membuktikan sebuah jurnal predator, tetapi beberapa tanda sekaligus adalah alasan kuat untuk mundur.
Apa Itu Jurnal Predator?
Pada 2019, peneliti, penerbit, penyandang dana, dan pustakawan dari sepuluh negara menyepakati definisi berikut:
"Jurnal dan penerbit predator adalah entitas yang mengutamakan kepentingan sendiri dengan mengorbankan keilmuan, dan dicirikan oleh informasi yang keliru atau menyesatkan, penyimpangan dari praktik editorial dan publikasi terbaik, kurangnya transparansi, dan/atau praktik penjaringan naskah yang agresif dan tanpa pandang bulu." (Grudniewicz et al., 2019, terjemahan bebas)
Istilah predatory publishers mulai dipakai pada 2010 dan dikenal luas lewat daftar jurnal dan penerbit yang disusun Jeffrey Beall, pustakawan University of Colorado Denver. Situs yang memuat daftar itu ditutup pada Januari 2017 (Silver, 2017). Salinan arsipnya masih beredar, tetapi tidak lagi diperbarui oleh Beall, dan daftar-daftar semacam ini sering tidak sepakat satu sama lain: ada judul yang masuk kategori "predator" di satu daftar, tetapi "terverifikasi" di daftar lain (Grudniewicz et al., 2019). Karena itu, pakai daftar apa pun hanya sebagai salah satu petunjuk, lalu verifikasi sendiri.
Mengapa Jurnal Predator Justru Murah dan Cepat
Anggapan bahwa jurnal predator selalu mahal keliru. Studi Shen dan Björk (2015) terhadap jurnal-jurnal dalam daftar Beall memperkirakan terdapat sekitar 420.000 artikel yang terbit pada 2014 di sekitar 8.000 jurnal aktif. Rata-rata biaya pemrosesan artikel (Article Processing Charge, APC) yang dibayar penulis hanya sekitar US$178, dan artikel umumnya terbit dalam 2–3 bulan setelah dikirim. Tiga perempat penulisnya berasal dari Asia dan Afrika.
Jadi, daya tarik utamanya adalah murah dan cepat, terutama bagi penulis yang dikejar tenggat. Di Indonesia, petunjuk teknis akreditasi jurnal 2026 melarang jurnal menjanjikan publikasi cepat (fast track) yang menjamin penerimaan dan melarang pemberian LoA sebelum naskah berstatus diterima (Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi [Ditjen Saintek], 2026, Lampiran bagian II.I.1 angka 9 dan 11). Tawaran seperti itu tetap tanda bahaya, bahkan bila jurnalnya mengaku terakreditasi SINTA.
Modus yang Perlu Diwaspadai
Undangan Email Massal
Penerbit bereputasi juga mengirim ajakan menulis (call for papers), jadi undangan saja bukan bukti. Pedoman praktik baik dari COPE, DOAJ, OASPA, dan WAME meminta pemasaran langsung, termasuk penjaringan naskah, dilakukan secara wajar, tepat sasaran, dan tidak mengganggu (COPE et al., 2022). Curigai undangan yang tidak sesuai dengan bidang Anda, memuji secara umum tanpa menyebut karya Anda dengan tepat, menjanjikan terbit cepat, atau meminta naskah dikirim lewat email alih-alih sistem pengiriman jurnal.
Janji Terbit Cepat dan LoA Instan
Jurnal yang sah tidak menjamin penerimaan naskah yang baru dikirim (COPE et al., 2022). Telaah sejawat membutuhkan waktu karena editor harus mencari reviewer yang sesuai dan penulis biasanya perlu merevisi. Bandingkan klaim kecepatan dengan tanggal diterima dan disetujui pada artikel yang sudah terbit di jurnal itu.
Biaya yang Tidak Transparan
Banyak jurnal sah memungut biaya, dan itu wajar selama dijelaskan terbuka. Pedoman COPE dan kawan-kawan meminta informasi biaya mudah ditemukan dan disampaikan sedini mungkin dalam proses pengiriman. Petunjuk teknis akreditasi 2026 juga mewajibkan jurnal mencantumkan biaya penulis, termasuk biaya submit dan APC, bahkan bila biayanya nol. Waspadai biaya yang baru muncul setelah naskah dikirim, tagihan yang dikaitkan dengan jaminan diterima, atau pembayaran ke rekening pribadi.
Klaim Indeks dan Metrik Palsu
Klaim "terindeks Scopus" atau "terakreditasi SINTA" mudah dicantumkan di situs, jadi selalu cek di basis data resminya. Waspadai juga angka "impact factor" dari layanan yang tidak jelas. Jalalian (2015) menelusuri beberapa perusahaan yang menerbitkan metrik palsu, antara lain Universal Impact Factor, Global Impact Factor, dan Citefactor. Journal Impact Factor yang dikenal luas berasal dari Journal Citation Reports milik Clarivate, sedangkan kuartil Scopus berasal dari SJR atau CiteScore; penjelasannya ada di jurnal Scopus Q1–Q4.
Jurnal Hijacked dan Nama Tiruan
Jurnal hijacked adalah situs tiruan yang membajak nama, ISSN, atau tampilan jurnal sah untuk menarik naskah dan biaya. Penulis mengira mengirim ke jurnal terindeks, padahal yang menerima naskah adalah situs lain. Cek nama jurnal di Retraction Watch Hijacked Journal Checker, lalu pastikan alamat situsnya sama dengan yang dicantumkan penerbit resmi. Waspadai juga nama yang sengaja dibuat mirip jurnal terkenal atau terlalu umum, misalnya "Jurnal Internasional Segala Ilmu" (nama fiktif). Pedoman praktik baik meminta nama jurnal unik dan tidak mudah tertukar dengan jurnal lain (COPE et al., 2022).
Agen yang Menjamin LoA atau Terbit
Sebagian tawaran datang dari perantara yang menjual "slot", menjamin LoA, atau menjanjikan artikel pasti terbit di jurnal tertentu. Petunjuk teknis akreditasi 2026 melarang jurnal dan penerbit terlibat dalam produksi atau perantaraan naskah yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta melarang mereka menjanjikan penerimaan artikel (Ditjen Saintek, 2026, Lampiran bagian II.I.1 angka 12). Tidak ada pihak luar yang sah dapat menjamin keputusan editor. Bila jasa itu juga menuliskan naskah atas nama Anda, masalahnya bertambah menjadi pelanggaran integritas; bedanya dengan pendampingan yang sah dibahas di joki skripsi vs bimbingan skripsi.
Checklist Sebelum Mengirim Naskah
| Yang dicek | Cara mengecek | Tanda aman |
|---|---|---|
| Status SINTA | sinta.kemdiktisaintek.go.id; nomor SK dan masa berlaku di situs jurnal | Peringkat tercantum dan masih berlaku |
| Status Scopus | Scopus Sources dan daftar judul yang dihentikan cakupannya | Judul tercantum dan cakupannya masih berjalan |
| Web of Science | Master Journal List (mjl.clarivate.com) | Judul tercantum |
| Akses terbuka | Direktori DOAJ (doaj.org) | Tercantum, bila jurnal mengaku terindeks DOAJ |
| ISSN | Portal ISSN (portal.issn.org); untuk ISSN Indonesia, data Pusat Nasional ISSN Indonesia (BRIN) | Nama dan penerbit sama dengan data ISSN |
| Situs asli | Retraction Watch Hijacked Journal Checker; alamat situs dari penerbit resmi | Tidak tercatat sebagai situs tiruan |
| Biaya | Halaman Author Fees atau APC | Semua biaya jelas sebelum submit |
| Telaah dan etika | Halaman peer review dan etika publikasi; tanggal diterima dan disetujui pada artikel terbaru | Proses dijelaskan dan durasinya masuk akal |
| Isi jurnal | Baca beberapa artikel terbaru | Sesuai cakupan, mutu layak, nama editor bisa diverifikasi |
| Pendapat ahli | Tanyakan pembimbing atau pengelola jurnal di kampus | Jurnal dikenal di bidang Anda |
Tercantum di basis data adalah syarat perlu, bukan bukti cukup. Jurnal predator telah menemukan cara menembus daftar-daftar tersebut (Grudniewicz et al., 2019), dan situs tiruan memakai judul yang tercantum; karena itu, baris "Situs asli" sama pentingnya. Untuk ISSN, petunjuk teknis akreditasi mensyaratkan nama jurnal dan penerbit identik dengan data pusat nasional ISSN atau Portal ISSN (Ditjen Saintek, 2026). ISSN Indonesia dikelola Pusat Nasional ISSN Indonesia di Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah BRIN. ISSN yang baru terbit bisa belum muncul di Portal ISSN; bila tidak ditemukan, minta jurnal menunjukkan surat keputusan atau sertifikat ISSN-nya.
Kampanye internasional Think. Check. Submit. menyediakan daftar periksa serupa yang bisa Anda pakai sebagai pembanding. Untuk jurnal nasional, cara membaca peringkat dan masa berlakunya dijelaskan di perbedaan SINTA 1 sampai 6. Jika semua aman, lanjutkan dengan cara submit jurnal SINTA.
Dampak Terbit di Jurnal Predator
- Bisa tidak memenuhi syarat kelulusan. Ketentuan publikasi dibuat kampus, dan sebagian kampus menyebut larangan ini secara tertulis. Prodi Manajemen Universitas Ahmad Dahlan, misalnya, mensyaratkan artikel tugas akhir "bukan predatory journal" (Program Studi Manajemen FEB Universitas Ahmad Dahlan [UAD], 2025).
- Biaya hilang tanpa layanan editorial yang semestinya. Anda membayar, tetapi tidak mendapat telaah yang memperbaiki naskah.
- Artikel sulit ditemukan. Jurnal yang tidak terindeks di basis data bereputasi membuat karya Anda jarang terbaca dan dikutip.
- Sulit dipindahkan. Mengirim artikel yang sudah terbit ke jurnal lain termasuk publikasi ganda, kecuali artikel pertama ditarik secara resmi. Untuk penarikan itu, Anda bergantung pada kesediaan penerbitnya.
Jika Sudah Terlanjur Submit atau Terbit
- Belum diterima dan belum membayar. Kirim permintaan penarikan naskah (withdrawal) secara tertulis, jangan membayar apa pun, dan simpan semua bukti korespondensi.
- Diminta biaya untuk menarik naskah. Jangan langsung membayar. Konsultasikan dengan pembimbing atau unit publikasi kampus Anda, dan simpan bukti permintaan tersebut.
- Artikel sudah terbit. Bicarakan dengan pembimbing sebelum mengambil langkah. Minta penerbit menarik artikel secara tertulis. Bila kelak Anda mengirim naskah yang sama ke jurnal lain, jelaskan riwayatnya secara terbuka kepada editor baru.
- Jurnal ternyata terakreditasi tetapi praktiknya menyimpang. Mutu jurnal terakreditasi dipantau, dan pengaduan masyarakat yang terverifikasi dapat memicu evaluasi peringkat (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi [Kemdiktisaintek], 2026, Pasal 15).
Kesimpulan
Jurnal predator jarang tampak mencurigakan dari harganya, karena yang mereka tawarkan biasanya murah dan cepat. Yang membedakan adalah praktiknya: jaminan diterima, LoA instan, biaya yang tidak terbuka, klaim indeks yang tidak terbukti, dan situs yang meniru jurnal lain. Biasakan memeriksa status jurnal di basis data resminya, mencocokkan ISSN dan alamat situs, serta meminta pendapat pembimbing sebelum submit. Jika Anda ingin didampingi memilih jurnal bereputasi yang statusnya terverifikasi dan menyiapkan naskah Anda sendiri untuk jurnal tersebut, layanan pendampingan publikasi jurnal Scopus Jokify membantu tanpa menjanjikan penerimaan, sehingga keputusan tetap ada di tangan editor dan Anda memahami setiap langkahnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah jurnal yang memungut biaya pasti jurnal predator?
Tidak. Banyak jurnal akses terbuka yang sah membiayai operasinya lewat APC, sementara jurnal lain gratis bagi penulis. Ukurannya adalah keterbukaan dan praktik editorial: biaya dijelaskan sejak awal, ada telaah sejawat yang nyata, dan penerimaan tidak dijamin sebelum naskah ditelaah.
Apakah Beall's List masih bisa dipakai?
Daftar itu sudah tidak diperbarui sejak situsnya ditutup pada Januari 2017, jadi salinan yang beredar sekarang berisi penilaian lama. Jurnal bisa berubah, baik membaik maupun memburuk, dan daftar-daftar sejenis sering tidak sepakat. Gunakan sebagai salah satu petunjuk saja, lalu cek status jurnal di basis data resmi.
Apakah jurnal terakreditasi SINTA bisa bermasalah?
Bisa saja. Karena itu, mutu jurnal terakreditasi dipantau selama masa berlakunya, dan peringkatnya dapat diturunkan, dibekukan sementara, atau dicabut. Risiko lain yang perlu diwaspadai adalah situs tiruan yang memakai nama jurnal SINTA, jadi pastikan alamat situs dan masa berlaku SK-nya cocok dengan data resmi.
Bolehkah artikel dari jurnal predator dijadikan referensi skripsi?
Sebaiknya hindari, karena artikel itu mungkin tidak melalui telaah sejawat yang memadai. Utamakan artikel dari jurnal yang statusnya terverifikasi. Bila terpaksa mengutipnya, nilai metode dan datanya secara kritis seperti yang dijelaskan di cara mencari jurnal referensi berkualitas.
Saya diminta membayar sebelum naskah direview, apakah wajar?
Sebagian jurnal sah memang memungut biaya submit, tetapi biaya itu tercantum terbuka di halaman biaya penulis sebelum Anda mengirim naskah. Bila tagihan muncul tiba-tiba, tidak ada di situs, atau dikaitkan dengan jaminan diterima, anggap itu tanda bahaya dan konsultasikan dengan pembimbing sebelum membayar.
Referensi
- COPE, DOAJ, OASPA, & WAME. (2022). Principles of transparency and best practice in scholarly publishing (Version 4.0). https://doaj.org/apply/transparency/
- Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi. (2026). Keputusan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Nomor 374/DST/D.D1/HM.01.01/2026 tentang Petunjuk Teknis Akreditasi Jurnal Ilmiah. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. https://lldikti3.kemdiktisaintek.go.id/wp-content/uploads/2026/08/SURAT_PENGANTAR_KEPDIRJEN__PETUNJUK_TEKNIS.pdf
- Grudniewicz, A., Moher, D., Cobey, K. D., Bryson, G. L., Cukier, S., Allen, K., Ardern, C., Balcom, L., Barros, T., Berger, M., Ciro, J. B., Cugusi, L., Donaldson, M. R., Egger, M., Graham, I. D., Hodgkinson, M., Khan, K. M., Mabizela, M., Manca, A., … Lalu, M. M. (2019). Predatory journals: No definition, no defence. Nature, 576(7786), 210–212. https://doi.org/10.1038/d41586-019-03759-y
- ISSN International Centre. (t.t.). ISSN Portal. https://portal.issn.org/
- Jalalian, M. (2015). The story of fake impact factor companies and how we detected them. Electronic Physician, 7(2), 1069–1072. https://doi.org/10.14661/2015.1069-1072
- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2026). Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 9 Tahun 2026 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah. https://lldikti16.kemdiktisaintek.go.id/wp-content/uploads/2026/07/PERMENDIKTISAINTEK_Nomor_9_Tahun_2026_Tentang_AKREDITASI_JURNAL.pdf
- Program Studi Manajemen FEB Universitas Ahmad Dahlan. (2025). Panduan penulisan tugas akhir skema publikasi ilmiah. https://manajemen.uad.ac.id/wp-content/uploads/media/Buku-Panduan-TA-Skema-Publikasi-Ilmiah.pdf
- Retraction Watch. (t.t.). The Retraction Watch Hijacked Journal Checker. https://retractionwatch.com/the-retraction-watch-hijacked-journal-checker/
- Shen, C., & Björk, B.-C. (2015). 'Predatory' open access: A longitudinal study of article volumes and market characteristics. BMC Medicine, 13, Artikel 230. https://doi.org/10.1186/s12916-015-0469-2
- Silver, A. (2017, 18 Januari). Controversial website that lists 'predatory' publishers shuts down. Nature. https://doi.org/10.1038/nature.2017.21328


