› Panduan Tugas Akhir
Cara Menulis Abstrak Skripsi: Contoh Indonesia dan Inggris
Tim Editor Metodologi Jokify · Terbit

Abstrak skripsi adalah ringkasan mandiri seluruh penelitian Anda dalam satu paragraf: masalah, tujuan, metode, hasil, dan simpulan. Panjangnya umumnya 150–300 kata (ikuti pedoman kampus), ditulis setelah semua bab selesai, dan disertai 3–5 kata kunci serta, di banyak kampus, versi bahasa Inggris. Artikel ini memuat langkah penulisan, contoh abstrak lengkap beranotasi dalam bahasa Indonesia dan Inggris dengan statistik yang konsisten, contoh abstrak kualitatif, dan kesalahan yang sering ditandai pembimbing.
Langkah Singkat Menulis Abstrak
- Selesaikan dulu Bab 1–5, lalu baca pedoman kampus: panjang, bahasa, bagian wajib, dan format kata kunci.
- Ambil satu atau dua kalimat inti dari tiap bagian: masalah (Bab 1), tujuan, metode (Bab 3), hasil utama (Bab 4), dan simpulan (Bab 5).
- Susun berurutan dalam satu paragraf: masalah, tujuan, metode, hasil, simpulan.
- Masukkan angka kunci: ukuran sampel, teknik analisis, dan statistik utama.
- Pangkas sampai batas kata: buang kutipan, singkatan yang tidak dijelaskan, dan kalimat pembuka yang terlalu umum.
- Tulis versi bahasa Inggris dari abstrak Indonesia yang sudah final, bukan dari draf awal.
- Pilih 3–5 kata kunci dari istilah variabel dan metode.
- Cocokkan setiap klaim dan angka dengan Bab 4–5, lalu baca ulang seolah Anda belum pernah membaca skripsinya.
Apa Itu Abstrak, dan Apa Bedanya dengan Intisari?
Abstrak adalah versi pendek penelitian yang bisa dipahami tanpa membaca naskah lengkapnya. Pembaca memakainya untuk memutuskan apakah skripsi relevan, repositori dan basis data memakai abstrak serta kata kunci untuk pengindeksan, dan penguji bisa membacanya lebih dulu untuk menangkap gambaran penelitian sebelum bertanya.
Istilahnya bervariasi. Abstrak dan abstract dipakai untuk versi Indonesia dan Inggris, sedangkan sebagian kampus menyebut versi Indonesia sebagai "intisari"; fungsinya sama. Ringkasan eksekutif adalah dokumen lain untuk laporan dan bukan pengganti abstrak. Bentuk yang paling umum adalah abstrak informatif satu paragraf, yang memuat temuan dan angka, bukan sekadar menyebut apa yang dibahas. Sebagian prodi, misalnya di bidang kesehatan, meminta abstrak terstruktur dengan subjudul (latar belakang, tujuan, metode, hasil, simpulan); isinya sama, hanya diberi label.
Struktur Lima Bagian Abstrak
| Bagian | Isi | Panjang | Contoh frasa |
|---|---|---|---|
| Latar belakang | Konteks singkat dan kesenjangan yang melatarbelakangi penelitian | 1–2 kalimat | "…masih terbatas", "…belum banyak dikaji" |
| Tujuan | Tujuan atau rumusan masalah, dengan variabel yang sama persis seperti di judul | 1 kalimat | "Penelitian ini bertujuan menganalisis…" |
| Metode | Pendekatan dan desain, populasi dan sampel beserta tekniknya, instrumen, teknik analisis | 2–3 kalimat | "Data dikumpulkan melalui…, lalu dianalisis dengan…" |
| Hasil | Temuan utama untuk tiap tujuan, dengan angka kunci | 2–3 kalimat | "Hasil menunjukkan bahwa… (β = …; p …)" |
| Simpulan dan implikasi | Jawaban atas tujuan dan saran singkat yang lahir dari temuan | 1–2 kalimat | "Disimpulkan bahwa… Disarankan…" |
Urutannya tetap, dan setiap kalimat harus membawa informasi penting; buang kalimat pembuka yang hanya menegaskan hal umum (UHCL Writing Center, 2026). Rumusan tujuan di abstrak sebaiknya sama dengan rumusan di Bab 1; cara menyusunnya ada di cara membuat rumusan masalah.
Contoh Abstrak Kuantitatif dengan Anotasi
Data ilustrasi (fiktif) untuk latihan. Penelitian, universitas, dan angkanya rekaan: angka dihitung dari data simulasi 300 responden sehingga saling konsisten, misalnya df = n − k − 1 = 300 − 3 − 1 = 296. Jangan menyalin isinya; ganti dengan hasil penelitian Anda. Angka dalam kurung siku hanya penanda kalimat untuk pembahasan di bawah dan tidak ditulis di abstrak sebenarnya.
Judul (fiktif): Pengaruh Literasi Keuangan, Kontrol Diri, dan Uang Saku terhadap Perilaku Menabung Mahasiswa Universitas X
[1] Kebiasaan menabung membantu mahasiswa menghadapi kebutuhan finansial yang tidak terduga, tetapi kajian di perguruan tinggi daerah masih terbatas. [2] Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan, kontrol diri, dan uang saku terhadap perilaku menabung mahasiswa Universitas X. [3] Penelitian kuantitatif dengan desain survei ini melibatkan 300 mahasiswa aktif angkatan 2022–2023 dari populasi 1.200 mahasiswa. [4] Ukuran sampel ditentukan dengan rumus Slovin (toleransi kesalahan 5%), dan responden dipilih secara acak sederhana. [5] Data dikumpulkan dengan kuesioner skala Likert lima poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (α Cronbach 0,87–0,90), lalu dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS. [6] Hasil analisis menunjukkan bahwa literasi keuangan (β = 0,38; p < 0,001) dan kontrol diri (β = 0,19; p < 0,001) berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku menabung, sedangkan uang saku tidak berpengaruh signifikan (β = −0,02; p = 0,702). [7] Ketiga variabel secara simultan menjelaskan 22% variasi perilaku menabung (R² = 0,22; F(3, 296) = 27,78; p < 0,001). [8] Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku menabung mahasiswa lebih terkait dengan kemampuan mengelola keuangan dan pengendalian diri daripada dengan besarnya uang saku. [9] Universitas disarankan memperkuat program edukasi keuangan yang juga melatih pengendalian diri.
Kata kunci: literasi keuangan, kontrol diri, perilaku menabung, regresi linier berganda, mahasiswa
Berikut peta kalimatnya:
| Kalimat | Bagian | Yang dilakukan kalimat ini |
|---|---|---|
| 1 | Latar belakang | Menyebut masalah dan kesenjangan dalam satu kalimat, tanpa sejarah panjang |
| 2 | Tujuan | Memakai variabel yang sama persis dengan judul dan rumusan masalah |
| 3–5 | Metode | Menyebut pendekatan, populasi, sampel, teknik sampling, instrumen, uji kualitas data, dan analisis |
| 6–7 | Hasil | Melaporkan temuan tiap variabel dan model secara keseluruhan dengan angka kunci |
| 8–9 | Simpulan dan implikasi | Menjawab tujuan dengan kata-kata biasa, lalu memberi saran yang lahir dari temuan |
Beberapa hal sengaja dilakukan contoh ini:
- Hasil yang tidak signifikan tetap dilaporkan. Uang saku tidak berpengaruh signifikan, dan abstrak tidak boleh hanya memuat temuan yang "berhasil".
- Bahasa pengaruh dijaga. Pada regresi, "berpengaruh" lazim dipakai, tetapi hindari kata sebab-akibat yang lebih kuat seperti "mendorong" atau "menyebabkan" untuk data survei sekali ukur.
- Statistik secukupnya. Abstrak memuat ukuran sampel, uji yang dipakai, dan dua atau tiga angka kunci; tabel koefisien lengkap ada di Bab 4.
- Angka konsisten. Ukuran sampel 300 berasal dari rumus Slovin dengan toleransi kesalahan 5% (1.200 / (1 + 1.200 × 0,05²)), dan derajat bebas uji F mengikuti ukuran sampel itu.
Cara memperoleh angka seperti ini dijelaskan di regresi linier berganda di SPSS dan uji validitas dan reliabilitas, sedangkan dasar ukuran sampelnya ada di cara menghitung ukuran sampel.
Contoh Abstrak Kualitatif
Penelitian kualitatif tidak memakai statistik inferensial. Yang disebut adalah jumlah dan kriteria informan, teknik pengumpulan dan analisis data, cara menjaga keabsahan, serta tema utama. Contoh berikut juga fiktif.
Judul (fiktif): Pengalaman Mahasiswa Pekerja Menyusun Skripsi: Studi Kualitatif di Universitas X
Menyusun skripsi sambil bekerja menuntut pengaturan waktu yang berbeda dari mahasiswa penuh waktu, tetapi pengalaman mereka belum banyak dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan memahami cara mahasiswa pekerja menyusun skripsi dan hambatan yang mereka hadapi. Penelitian kualitatif deskriptif ini melibatkan delapan informan yang dipilih secara purposif, yaitu mahasiswa tingkat akhir yang bekerja minimal 20 jam per minggu. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur berdurasi 45–60 menit yang direkam dengan persetujuan informan hingga data dinilai jenuh, lalu dianalisis dengan analisis tematik; keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan member checking. Analisis menghasilkan tiga tema: penjadwalan waktu menulis di sela jam kerja, ketergantungan pada fleksibilitas bimbingan daring, dan dukungan atasan serta keluarga. Hambatan yang paling sering disebut adalah kelelahan dan jeda yang panjang antarbimbingan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemajuan skripsi mahasiswa pekerja ditentukan oleh jadwal menulis yang tetap dan akses bimbingan yang fleksibel. Kampus disarankan menyediakan jadwal bimbingan di luar jam kerja bagi mahasiswa pekerja.
Kata kunci: mahasiswa pekerja, penyusunan skripsi, bimbingan daring, kualitatif deskriptif, analisis tematik
Perhatikan bahwa jumlah informan dan jumlah tema disebut persis seperti di Bab 4. Untuk memilih dan menjelaskan informan secara purposif, lihat teknik sampling penelitian.
Abstract Bahasa Inggris: Contoh dan Jebakannya
Berikut padanan bahasa Inggris dari abstrak kuantitatif di atas. Isi, urutan, dan angkanya sama persis. Contoh ini memakai gaya APA untuk angka: titik desimal, tanpa nol di depan untuk nilai yang tidak mungkin melebihi 1 (p, _R_², α), dan simbol statistik seperti p, F, dan R dicetak miring (American Psychological Association [APA], t.t.-b).
[1] Saving habits help students cope with unexpected financial needs, yet research at regional universities remains limited. [2] This study aimed to examine the effects of financial literacy, self-control, and allowance on the saving behavior of students at University X. [3] A quantitative survey was conducted with 300 active students from the 2022–2023 cohorts, drawn from a population of 1,200 students. [4] The sample size was determined using Slovin's formula (5% margin of error), and respondents were selected through simple random sampling. [5] Data were collected with a five-point Likert-scale questionnaire whose validity and reliability had been tested (Cronbach's α = .87–.90) and were analyzed using multiple linear regression in SPSS. [6] The results showed that financial literacy (β = .38, p < .001) and self-control (β = .19, p < .001) significantly and positively predicted saving behavior, whereas allowance did not (β = −.02, p = .702). [7] Together, the three predictors explained 22% of the variance in saving behavior, _R_² = .22, F(3, 296) = 27.78, p < .001. [8] These findings suggest that students' saving behavior is more closely related to financial management skills and self-control than to the amount of allowance. [9] Universities are advised to strengthen financial education programs that also train self-control.
Keywords: financial literacy, self-control, saving behavior, multiple linear regression, university students
Jebakan yang paling sering muncul pada abstract buatan mahasiswa:
| Terjemahan harfiah | Masalah | Lebih baik |
|---|---|---|
| This research is aimed to know the effect… | "Is aimed to know" tidak lazim dalam tulisan akademik | This study examined the effect… atau This study aims to examine… |
| The result shows that X influence Y. | Bentuk kata kerja dan jumlah tidak cocok | The results showed that X significantly predicted Y. |
| Respondents are 300 students. | Meniru "respondennya adalah" | The sample comprised 300 students. |
| Population is 1.200 students, mean is 3,31. | Memakai pemisah angka Indonesia | 1,200 students; M = 3.31 |
| likert scale, Slovin formula | Nama orang kehilangan huruf kapital (Likert) atau bentuk kepemilikan (Slovin's) | Likert scale; Slovin's formula |
Beberapa hal lain yang perlu dijaga:
- Kala. Kebiasaan umum adalah kala lampau untuk metode dan hasil (was conducted, showed) serta kala kini untuk simpulan atau pernyataan umum; konsistenlah dan ikuti pedoman kampus karena ini bukan aturan mutlak (UHCL Writing Center, 2026).
- "Pengaruh" tidak selalu "effect". Effect terdengar sebab-akibat. Untuk survei, predicted, was associated with, atau was related to sering lebih aman. Gunakan istilah yang disetujui pembimbing.
- Format angka. Bahasa Inggris memakai titik desimal dan koma ribuan (1,200); versi Indonesia memakai koma desimal dan titik ribuan (1.200).
- Konsisten dengan versi Indonesia. Angka, urutan, dan istilah harus sama. Pilih satu ejaan, Amerika (behavior) atau Inggris (behaviour), dan pertahankan.
- Terjemahan mesin hanya draf. Alat terjemahan cenderung mempertahankan susunan kalimat Indonesia. Periksa kalimat demi kalimat, terutama istilah teknis, dan mintalah pembimbing atau pihak yang menguasai bahasa Inggris membacanya. Anda tetap bertanggung jawab atas isi dan istilahnya.
Panjang, Format, dan Kata Kunci
| Aspek | Ketentuan umum |
|---|---|
| Panjang | Umumnya 150–300 kata; banyak kampus membatasi sekitar 250. Pedoman APA edisi 7 menyarankan paling banyak 250 kata (APA, t.t.-a) |
| Bentuk | Satu paragraf; abstrak terstruktur dengan subjudul hanya bila diminta prodi |
| Isi | Hanya hal yang ada di naskah; tanpa kutipan, tabel, atau gambar (UHCL Writing Center, 2026) |
| Singkatan | Dijelaskan pada penyebutan pertama karena abstrak harus bisa dibaca sendiri |
| Bahasa | Indonesia dan Inggris dalam dua blok terpisah, bila diminta |
| Kata kunci | 3–5 kata atau frasa (APA, t.t.-a) |
Untuk menghitung kata, pilih teks abstrak saja, lalu lihat penghitung kata di bilah status Word. Spasi, jenis huruf, dan judul bagian mengikuti pedoman kampus Anda, yang berbeda-beda.
Memilih kata kunci
- Ambil istilah variabel utama, populasi, dan metode, bukan kata umum seperti "penelitian" atau "analisis".
- Pakai istilah yang sama di versi Indonesia dan Inggris, dan yang kira-kira diketik orang saat mencari topik Anda.
- Lihat kata kunci pada artikel rujukan Anda sebagai inspirasi; cara mencarinya ada di cara mencari jurnal referensi.
- Ikuti urutan yang diminta pedoman (sering menurut kepentingan atau alfabet). Gaya APA menulis label "Keywords:" miring, kata kuncinya huruf kecil, dipisah koma, tanpa tanda baca di akhir (APA, t.t.-a).
Kesalahan Umum dan Daftar Periksa
| Kesalahan | Mengapa ditandai | Perbaikan |
|---|---|---|
| Ditulis sebelum skripsi selesai | Isinya tidak cocok dengan Bab 4–5 | Tulis terakhir, lalu cocokkan satu per satu |
| Metode hanya "menggunakan metode kuantitatif" | Pembaca tidak tahu sampel dan analisisnya | Sebut desain, sampel, teknik sampling, dan analisis |
| Hasil tanpa angka ("berpengaruh signifikan") | Klaim tidak bisa diperiksa | Cantumkan uji dan dua atau tiga statistik kunci |
| Bahasa sebab-akibat pada data survei | Melampaui apa yang bisa disimpulkan | Pakai "berpengaruh", "berhubungan", atau "memprediksi" |
| Menyalin kalimat dari Bab 1 atau Bab 5 | Abstrak menjadi pengulangan, bukan sintesis | Tulis ulang sebagai ringkasan |
| Memuat kutipan, tabel, atau singkatan tanpa penjelasan | Abstrak tidak lagi mandiri | Hapus kutipan dan jelaskan singkatan |
| Angka berbeda antara abstrak, Bab 4, dan versi Inggris | Menimbulkan keraguan pada seluruh naskah | Periksa ulang semua angka sebelum dikumpulkan |
| Melebihi batas kata | Melanggar pedoman | Pangkas kalimat pembuka dan rincian prosedur |
Sebelum mengumpulkan, jawab ya untuk semua ini: apakah tujuan sama dengan Bab 1, apakah setiap angka ada di Bab 4, apakah simpulan menjawab tujuan, apakah versi Inggris sepadan dengan versi Indonesia, dan apakah panjangnya sesuai pedoman.
Langkah Berikutnya
Abstrak adalah bagian yang ditulis terakhir tetapi dibaca pertama. Setelah draf Anda jadi, bandingkan dengan Bab 4–5, minta pembimbing membacanya, dan siapkan diri Anda untuk menjelaskan setiap kalimatnya karena penguji bisa menanyakannya saat sidang.
Jika Anda ingin abstrak yang sudah Anda tulis diperiksa bahasanya dan konsistensinya, jasa edit dan proofreading skripsi Jokify menyunting naskah Anda dengan track changes, sehingga Anda dapat melihat setiap perubahan dan memutuskannya sendiri. Kami meninjau dan menyunting tulisan Anda, bukan menuliskannya, agar Anda tetap memahami setiap kalimat dan siap mempertahankannya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah abstrak boleh berisi kutipan atau daftar pustaka?
Tidak lazim. Abstrak harus mandiri dan hanya merangkum penelitian Anda sendiri, sedangkan kutipan dan sumber ada di isi skripsi. Bila pedoman kampus membolehkan pengecualian, ikuti pedoman itu.
Apakah angka statistik perlu dicantumkan?
Pada penelitian kuantitatif, sebaiknya ya. Cantumkan ukuran sampel, uji yang dipakai, dan dua atau tiga angka kunci seperti koefisien, nilai p, atau R². Hindari tabel dan rincian yang lebih cocok di Bab 4.
Bolehkah memakai Google Translate untuk abstrak bahasa Inggris?
Boleh sebagai draf kasar, tetapi jangan dikumpulkan mentah. Terjemahan mesin sering mempertahankan susunan kalimat Indonesia dan keliru pada istilah teknis, sehingga perlu Anda periksa kalimat demi kalimat. Pastikan angka dan isinya sama dengan versi Indonesia.
Apakah abstrak harus satu paragraf?
Umumnya kampus meminta satu paragraf, tetapi ada prodi yang memakai abstrak terstruktur dengan subjudul seperti latar belakang, tujuan, metode, hasil, dan simpulan. Ikuti buku pedoman prodi Anda, dan bila tidak ada ketentuan, pilih satu paragraf yang runtut.
Apa bedanya abstrak dengan kesimpulan?
Abstrak merangkum seluruh penelitian, mulai dari masalah, metode, hingga hasil, dan harus bisa dibaca terpisah. Kesimpulan di Bab 5 menjawab rumusan masalah secara rinci dan memuat saran. Karena itu, abstrak tidak boleh hanya berisi kesimpulan.
Referensi
- American Psychological Association. (t.t.-a). Abstract and keywords guide: APA Style 7th edition. https://apastyle.apa.org/instructional-aids/abstract-keywords-guide.pdf
- American Psychological Association. (t.t.-b). Numbers and statistics guide: APA Style 7th edition. https://apastyle.apa.org/instructional-aids/numbers-statistics-guide.pdf
- UHCL Writing Center. (2026). Style: Scientific writing [Lembar tips]. University of Houston–Clear Lake. https://www.uhcl.edu/writing-center/documents/tip-sheets/scientific-writing2026.pdf


